![]() |
| Aliansi Mahasiswa Indonesia yang terdiri dari sejumlah BEM Universitas melakukan aksi dengan membawa bunga di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat (1/10) (Sumber: Google) |
Kumpulan mahasiswa yang tergabung dalam Border Rakyat (BORAK) memastikan akan terus mengawal segala tuntutan mahasiswa kepada pemerintah.
Natado Putrawan dari Front Aksi Mahasiswa Universitas Atmajaya Jakarta, yang tergabung dalam aliansi BORAK, mengatakan pihaknya akan terus mengawal perjuangan para mahasiswa. Khususnya mahasiswa yang meninggal dalam aksi demonstrasi pada tanggal 23-30 Oktober 2019 di Gedung DPR/MPR RI kemarin.
"Melalui forum ini, kami menyampaikan turut berbela sungkawa pada kawan-kawan kami yang sudah jadi menjadi martir 2019. Kawan-kawan kami telah pergi. Demi nilai-nilai perjuangan dan demi solidaritas kepada mereka, reformasi harus dituntaskan," katanya.
BORAK menyuarakan tuntutan kepada Presiden Jokowi untuk membagi perhatian tidak hanya kepada Menko Polhukam Wiranto saja, melainkan kepada para mahasiswa yang menjadi korban aksi demonstrasi.
![]() |
| (Sumber: suaranetwork.com) |
Pasalnya, ketika Wiranto yang mengalami kejahatan penusukan oleh pihak terduga teroris, Presiden begitu cepat menanggapi dan memerintah pihak aparat untuk mengusut tuntas. Namun hal yang sama yang terjadi pada mahasiswa, Presiden begitu lamban mengambil tindakan.
"Kami mendesak Pak Jokowi membagi perhatiannya. Buktikan bahwa Presiden juga hadir untuk warga negaranya," tambahnya.
Di sisi lain, BORAK juga mendesak pihak kepolisian untuk bertindak transparan membuka data-data mahasiswa yang masih mendekam di dalam tahanan karena aksi demonstrasi.
Selain itu, mereka menuntut polisi memberikan akses pendampingan hukum kepada para mahasiswa itu.
Sumber: akurat.co


Komentar
Posting Komentar