Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label satelit

LAPAN Kembangkan Beberapa Teknologi dalam Program Prioritas Nasional

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional ( LAPAN ) fokus pada pengembangan roket hingga pesawat tanpa awak dalam program prioritas nasional 5 tahun ke depan. "Program prioritas nasional ke depan, pertama terkait dengan roket itu dikembangkan untuk meningkatkan jangkauannya. Kemudian terkait dengan pesawat ini diarahkan untuk pesawat amfibi . Kemudian juga pesawat tanpa awak untuk ketinggian menengah dan untuk ' medium-altitude long-endurance ' untuk yang mempunyai daya tahan lama," kata Kepala LAPAN , Thomas Djamaluddin. Thomas mengatakan, pihaknya berkerja sama dengan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) dan Kemhan (Kementerian Pertahanan). Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin (Sumber: terasjakarta.id) Program prioritas selanjutnya adalah pengembangan satelit yang diarahkan untuk membangun satelit komunikasi orbit terendah. Dia mengatakan hal yang juga menjadi fokus ke depan adalah pengembangan observatorium nasional. Observator...

Indonesia Akan Buat Satelit Multifungsi untuk Menjangkau Internet Wilayah

(Sumber: theverge.com) Kominfo melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) terus berupaya menghadirkan internet cepat dan menyeluruh di wilayah Indonesia. Dibuktikan dengan membangun satelit multifungsi yang dikabarkan akan selesai pada 2023 mendatang. Direktur Utama BAKTI, Anang Latif, menuturkan proyek satelit multifungsi tersebut akan dinamai Satria, yang merupakan akronim dari Satelit Republik Indonesia. Nantinya, teknologi satelit akan menjawab kebutuhan internet wilayah yang tidak bisa ataupun sulit dijangkau oleh kabel serat optik. “Dengan satelit ini, Kominfo mampu menyelesaikan konektifitas. Bagaimana ke depannya kita mendorong konten aplikasi,” ujar Anang. Anang menjelaskan proyek tersebut merupakan langkah untuk meningkatkan efektifitas layanan dengan biaya lebih murah dibanding ketika menggunkan satelit konvensional. Ketika menggunakan satelit konvensional, pemerintah menghabiskan biaya sekitar Rp 18 juta untuk setiap Mbps-nya...