(Sumber: Google) Melalukan pembicaraan langsung sempat dicurigai membawa risiko penularan Covid-19, karena dikhawatirkan membawa droplet seperti pada bersin dan batuk. Karena itu, bicara dengan lirih atau pelan dinilai mungkin mengurangi risiko itu. Sebuah penelitian baru mengklaim, mengurangi 6 desibel suara bisa memberikan efek yang sama pada pemotongan transmisi virus corona Covid-19 daripada menggandakan ventilasi ruangan. "Hasilnya menunjukkan otoritas kesehatan masyarakat harus mempertimbangkan penerapan zona tenang di lingkungan dalam ruangan yang berisiko tinggi, seperti ruang tunggu rumah sakit atau fasilitas makan," ujar peneliti dari University of California, dikutip dari The Sun. Juli 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengubah panduannya yang mengakui adanya kemungkinan penularan aerosol, seperti selama latihan paduan suara atau ketika berada di restoran yang bising. Tetesan mikroskopis yang dikeluarkan ketika berbicara cepat menguap meninggalkan partikel a...