Rektor UIN Alauddin Makassar, Musafir Pababbari (Sumber: Google) Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin , Musafir Pababbari, membantah pernyataan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, terkait dugaan adanya praktik jual beli jabatan di Kementerian Agama ( Kemenag ). "Saya ingin klarifikasi pernyataan yang mengutip pernyataan Pak Mahfud MD yang dikutip oleh media bahwa nilai kursi rektor 5 miliar, itu pernyataan ngawur," kata Musafir. Musafir menerangkan, sebelum dilantik sebagai rektor UIN Alauddin Makassar oleh Kemenag pada 2015, dia menjadi ketua tim pemenangan Andi Faisal Bakti. Kala itu, sejatinya Andi Faisal Bakti telah terpilih sebagai rektor di UIN Alauddin . Namun Kemenag justru menolak melantik guru besar UIN Jakarta itu dan lebih memilih melantik Musafir Pababbari sebagai rektor UIN Alauddin periode 2015-2019. "Waktu itu saya sebagai ketua tim pemenangan Andi Faisal. Setelah Andi Faisal gagal dilantik oleh Menag, kemudia...