(Sumber: twimg.com) Seiring perkembangan zaman, tak sedikit orang yang mendiagnosa sendiri penyakitnya lewat mesin pencari di internet. Kebiasaan ini, jika sudah mencapai titik berlebih disebut cyberchondria . Menurut dokter Jonathan Adelstein dari Northwestern Memorial Hospital, mencari sendiri informasi kesehatan lewat internet bisa memicu kecemasan. "Banyak gejala yang sama mengindikasikan penyakit yang berbeda-beda dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda pula," kata Adelstein . "Misalnya saja, jika pasien mengetik 'batuk' di Google, mereka bisa menemukan berbagai penyakit mulai dari flu hingga kanker paru-paru," sambungnya. Tanpa informasi yang lebih spesifik dari dokter sungguhan, pasien tak paham bagaimana menilai gejala mereka. Akibatnya, mereka justru menjadi semakin cemas, ngotot, bahkan obsesif pada diagnosis yang mereka putuskan sendiri. (Sumber: Google) Menurut riset tahun 2013 oleh Pew Research Center, tercat...