Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label pendeteksi tsunami

BMKG Andalkan Superkomputer untuk Deteksi Tsunami

(Sumber: Google) Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan pihaknya tidak menggunakan buoy untuk memantau tsunami. Mereka menggunakan sensor gempa dan kecerdasan buatan yang diproses menggunakan superkomputer . "Dengan menggunakan sensor gempa dan superkomputer , bisa diketahui lokasi gempa dan kekuatannya dalam 2 menit. Menit berikutnya sudah bisa mengolah potensi tsunami berikut permodelannya," kata Dwikorita. Setelah superkomputer dan kecerdasan buatan mengolah kemungkinan tsunami beserta permodelan, petugas BMKG kemudian melakukan verifikasi. Bila memang terdapat kemungkinan tsunami, maka BMKG akan mengeluarkan peringatan dini. Hal itu tidak bisa dilakukan bila menggunakan buoy atau alat berpelampung yang diletakkan di tengah laut. Buoy baru mendeteksi setelah tsunami melewatinya sehingga tidak bisa memberikan peringatan dini. Buoy (Sumber:Google) Dwikorita mengatakan, tsunami bisa datang sangat cepat. Tsunami di Palu misalnya, pertama kal...

BMKG Gandeng BPPT Ciptakan Alat Pendeteksi Tsunami

(Sumber: detik.com) Kepala BMKG , Dwikorita Karnawati, mengatakan bahwa lembaganya bersama BPPT sedang mengembangkan sistem deteksi dini kejadian tsunami melalui teknologi terbaru yaitu sensor bawah laut.  Dwikorita mengatakan, teknologi deteksi dini melalui sensor bawah laut ini dapat mengetahui kejadian tsunami yang disebabkan baik oleh gempa tektonik, longsoran bawah laut, maupun longosoran gunung berapi seperti yang terjadi pada Gunung Anak Krakatau. "Mulai 2018, BPPT bersama BMKG sedang menyiapkan sensor bawah laut. Saat ini yang sedang uji coba itu baru Amerika dan Jepang, negara lain belum ada, Indonesia akan melakukan juga upaya itu," kata Dwikorita. Pengembangan teknologi tersebut saat ini masih dalam tahap usulan. Paling tidak membutuhkan waktu 1 tahun untuk perancangan dan 1 tahun untuk uji coba. "Jadi paling tidak perlu dua tahun, Amerika sudah berapa tahun juga belum, jadi ini suatu tantangan," kata dia. Ia juga menjelaskan...