Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label LBH

LBH Jakarta Pastikan Mahasiswa Berkumpul Kembali Bersama Keluarga

(Sumber: tribunnews.com) Direktur LBH  ( Lembaga Bantuan Hukum ) Jakarta, Arif Maulana, menyatakan LBH Jakarta mengecam keras tindakan represif yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Tindakan aparta tersebut tidak sesuai aturan. Pasalnya menurut Arif seharusnya polisi bisa bertindak lebih lunak dan melakukan mediasi terhadap gelombang aksi mahasiswa yang datang secara besar-besaran dan serentak di seluruh wilayah di Indonesia itu. "Beberapa kawan-kawan ada yang ditangkap. Kami sampaikan penyesalan dan kecaman keras bagi Polri yang menggunakan pendekatan represif. Kawan-kawan yang menyampaikan pendapat di muka umum harus dilindungi, tapi kemarin yang terjadi, langkah represif yang justru dilakukan," ujarnya. Arif menambahkan, LBH Jakarta masih terus melakukan verifikasi terhadap masuknya pengaduan yang diterima. Sedikitnya, 50 orang mahasiswa yang melakukan aksi diketahui belum kembali ke kampus. Direktur LBH Jakarta, Arif Maulana (Sumber: tirto.id)...

SSP Minta Bubarkan LSM-NGO yang Memperkeruh Situasi Soal Papua

(Sumber: redaksikota.com) Ratusan massa yang tergabung dalam Solidaritas Peduli Papua ( SPP ) mengepung Kantor LBH  (Lembaga Bantuan Hukum) Jakarta pada hari Rabu (4/9). Mereka mendesak organisasi atau pihak-pihak jaringan asing di dalam negeri, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) NGO ( Non Govenrnment Organization ) yang bekerja untuk asing dan mendukung gerakan makar Papua ,   segera dibubarkan. "Jika LBH Jakarta ikut memperkeruh situasi dan lebih memihak kepada asing, maka sudah sepantasnya dievaluasi. Jika terbukti benar, merah putihnya dipertanyakan. Sudah sepantasnya dibubarkan," tegas Koordinator aksi SPP , Abraham. Abraham meminta agar pihak-pihak yang menjadi kaki tangan asing dan memiliki tujuan terselubung memperkeruh situasi dalam negeri khususnya bumi Papua sudah sepantasnya angkat kaki dari Indonesia. Massa menggelar demo di depan Kantor LBH (Sumber: akurat.co) "Tindak tegas provokator yang memperkeruh suasana, menjadikan Papua se...