Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label e-commerce

Q-Comm, Produk Baru PT Pos Indonesia

(Sumber: beritasatu.com) PT Pos Indonesia meluncurkan layanan terbarunya, yaitu pengiriman paket berbasis online yakni Q-Comm . Q-Comm merupakan layanan pengiriman paket antar kota Pulau Jawa dengan tingkat berat pengiriman hingga 5 kilogram. Layanan ini menjanjikan pengiriman barang hanya memakan waktu maksimal 2 hari. Direktur Komersial Pos Indonesia , Charles Sitorus, mengatakan, layanan baru ini menyasar para pebisnis online  (pebisol) yang ingin memanjakan pembeli dengan pengiriman yang cepat, aman, praktis. "Data yang ada 70-80^ kiriman pebisol yang ada di Pulau Jawa. Jadi memang target pasarnya di situ. Yang spesifik memang yang peer to peer , langsung dan tidak melalui market place ," ujar Charles. Charles menuturkan, salah satu keunggulan Q-comm adalah pelanggan tak perlu mengantarkan barang ke kantor pos. Pihaknya menyediakan layanan pick up gratis oleh O-Ranger dengan cara menghubungi Call Center 1500 261. (Sumber: idntimes.com) ...

Amazon Akan Berinvestasi di Platformnya, Gojek Masih Enggan Komentar

(Sumber: pmcfootwearnews . com) Perusahaan e-commerce asal AS, Amazon.com , dikabarkan sedang membicarakan untuk menanamkan modalnya di Gojek . Menurut sumber yang enggan diungkap, langkah Amazon itu disebutkan akan dapat semakin meningkatkan kehadiran perusahaan AS di Asia Tenggara. Dilansir dari Bloomberg , Kamis (29/8), masih menurut sumber tersebut, Amazon telah melakukan negosiasi dengan Gojek untuk bisa bergabung dalam putaran pendanaan. Namun, masih belum diketahui persis berapa besar nilai investasi yang akan digelontorkan. Saat diminta konfirmasi, Gojek masih enggan memberikan komentar perihal tersebut. (Sumber: cryptonewsz.com) Sebagai informasi, Amazon yang berbasis si Seattle, AS; ini pertama kali berinvestasi di Asia Tenggara adalah pada 2017 di Singapura melalui Amazon Prime Now . Namun, di Indonesia yang sejauh ini merupakan pasar terbesar dan paling menjanjikan, tercatat belum ada jejak Amazon . Hingga saat ini, baru raksasa...

Pengamat: PT Pos Seharusnya Lebih Jeli Melihat Perkembangan Bisnis Digital

(Sumber: fajar.co.id) PT Pos Indonesia dianggap terlalu terlambat untuk menanggapi dinamika persaingan dunia usaha sekarang ini. Padahal peluang BUMN yang bergerak di bidang jasa kurir, logistik, dan transaksi keuangan itu agar bisa bersaing di era digital  saat ini sebenarnya sudah ada sejak sekitar tahun 2000-an.  Direktur Eksekutif Institute For Development Of Economics And Finance (Indef), Enny Sri Hartati mengatakan; PT Pos Indonesia seharusnya sejak awal 2000-an jeli melihat peluang bisnis yang ada. Terutama di tengah maraknya bermunculan marketplace atau e-commerce yang sejatinya membutuhkan banyak jasa pengiriman barang atau ekspedisi.  Menurut Enny; dari segi perangkat,  PT Pos Indonesia juga sebenarnya sudah sangat siap menghadapi gempuran e-commerce . Pasalnya, kantor cabangnya saja menjangkau hingga ke daerah-daerah terpencil. (Sumber: kirimustoindo.com) "Perangkat PT Pos sudah siap sebenarnya. Tapi itu enggak di...

Alibaba dan Tencent Naik Kelas dalam Merek Paling Berharga di Dunia

Founder Alibaba, Jack Ma (Sumber: Google) Sebuah laporan (11/6) menunjukkan e-commerce Alibaba dan pemimpin teknologi Tencent China berada di antara 10 merek paling berharga di dunia . Alibaba yang tumbuh dalam nilai merek sebesar 16% secara tahun ke tahun menjadi 131,2 miliar dolar AS dan naik 2 tingkat ke nomor 7, telah melampaui Tencent untuk pertama kalinya, menjadi merek China yang paling berharga. Ini menurut laporan 2019 BrandZ Top 100 Most Valuable Global Brands yang dirilis oleh penyedia layanan komunikasi global WPP dan konsultan merek Kantar Millward Brown. Tencent, perusahaan berbasis di Shenzhen yang terkenal dengan aplikasi multi-fungsinya yang sangat populer yaitu WeChat, berada di peringkat ke-8 dalam daftar. Turun 3 tempat dibandingkan dengan tahun sebelumnya setelah nilai mereknya turun 27% menjadi 130,9 miliar dolar AS. Founder Tencent, Ma Huateng (Sumber: ohofeed.com) Amazon, dengan nilai mereknya naik 52% dari tahun ke tahun menjadi 3...