Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label media asing

Pelaksanaan Pemilu Indonesia 'Dilirik' Media Asing

(Sumber: merdeka.com) Pelaksanaan pemilu serentak di Indonesia menjadi magnet yang menarik perhatian media-media internasional. Beberapa media asing turut meliput pelaksanaan pemilihan presiden dan calon legislatif yang dilaksanakan pada Rabu, 27 April 2019. Media Amerika Serikat, CNN , menuliskan ulasannya dengan judul " Indonesians Head to the Polls In Mammoth Election " (Warga Indonesia Menuju Tempat Pemungutan Suara di Pemilu Raksasa). Dalam artikelnya, CNN menuliskan bahwa pemilu ini diikuti hampir 193 juta rakyat Indonesia dan menjadikannya pemilu langsung terbesar di dunia. Prabowo Subianto dan Jokowi Widodo (Sumber: tribunnews.com) Ulasan serupa dituliskan oleh media Inggris, The Guardian , dengan judul " Indonesia's Biggest Ever Election Under Way as 193 Million March to Polls " ( Pemilu Terbesar di Indonesia Berlangsung Saat 193 Juta Orang Berjalan ke Tempat Pemungutan Suara). The Guardian mengungkapkan banyaknya warga Indonesia y...

Patung Putri Duyung Ancol Ditutup Kain, Media Asing Beritakan Hal Tersebut

(Sumber: Google) Penutupan bagian dada patung putri duyung membuat sejumlah media asing turut menyoroti hal ini dan mengangkatnya sebagai berita. Pengelola taman hiburan di Ancol memutuskan untuk memberi penutup dada berupa kain berwarna emas pada patung putri duyung . Alasan pemberian penutup tersebut adalah untuk menghormati 'budaya ketimuran'. Media Inggris BBC, menuliskan berita dengan judul, " Indonesia Theme Park Censors Mermaid Statues' Breasts " (Taman Hiburan Indonesia Menyensor Dada Patung Putri Duyung ). Dalam artikelnya, BBC membandingkan sensor patung putri duyung dengan tindakan serupa pemerintah Italia tahun 2016 saat Presiden Iran Hasan Rouhani berkunjung. Nyatanya, tindakan Italia saat itu dianggap lucu oleh Hasan Rouhani yang secara sarkastik mengatakan Italia telah "menyelamatkan Islam". Patung putri duyung di depan Putri Duyung Resort Ancol, Jakarta Utara (Sumber: Istimewa) Media lain yang juga meng...

Begini Kata Misbakhun Soal Cuitan Andi Arief

Andi Arief berkicau lewat tweetnya yang isinya, "Kasus century diulang-ulang. Tanya sama mantan napi kasus century Misbakhun yang paham soal century, karena dia dan perusahaannya yang menjadi pelaku," dalam akun Twitternya, @AndiArief. Andi menuding politikus Golkar, Mukhamad Misbakhun adalah orang dibalik artikel di situs media daring Asia Sentinel. Dalam artikel yang ditulis pendiri Asia Sentinel, John Berthelsen, termuat cuplikan hasil investigasi pencucian uang di era Pemerintahan SBY oleh Bank Century. Misbakhun. “Selama ini kan dia sukanya menuduh tanpa bukti. Bicara soal Jenderal Kardus, bicara soal mahar politik semua isu yang dia lemparkan lenyap begitu saja tanpa bukti. Soal tuduhan yang disampaikan silakan tanya ke Mas Andi Arief lagi. Kan dia yang melempar isu itu. Silahkan dia yang membuktikan. ” kata Misbakhun. Pria kelahiran Pasuruan ini mengaku dirinya tak punya kuasa menggerakkan media asing seperti yang dituduhkan Andi. “Memangnya saya ini s...