Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label polusi udara

Gaya Hidup di Perkotaan Bisa Picu Kanker Payudara

(Sumber: hellosehat.com) Ternyata, polusi udara bukan hanya merusak paru-paru saja. Polusi udara bisa menyebabkan kanker. Itu dikarenakan asap, yang merupakan salah satu polusi udara , mengandung bahan kimia yang bisa menyebabkan kanker payudara . Emisi dari asap juga mengandung logam seperti merkuri dan kadmium yang bisa tersimpan di jaringan payudara dan menyebabkan kanker. Salah satu indikator kanker payudara dapat dilihat pada jaringan sel pada payudara. Kajian mengenai kepadatan jaringan payudara bisa 6 kali lipat menyebabkan kanker dibandingkan payudara yang tidak padat. Kepadatan itu dipengaruhi oleh alkohol, obesitas, dan terapi hormon. Payudara yang padat umumnya diisi oleh lemak. “Payudara padat juga bisa diwariskan oleh gen. Tapi, payudara yang padat juga bisa dipicu oleh polusi,” kata Kefah Mokbel, pakar kesehatan dari Rumah Sakit St Georgedi London. (Sumber: medicalnewsbulletin.com) Penelitian yang pernah dilaksanakan pada April 2017 me...

Sumber Polusi Udara Jakarta Bukan Hanya Karena Kendaraan Bermotor

(Sumber: merdeka.com) Polusi udara menjadi salah satu ancaman yang mematikan dari kerasnya kehidupan di ibukota. Kualitas udara yang ada di Jakarta semakin hari semakin memburuk. Tingkat polusi udara di kawasan Jakarta dan beberapa daerah sekitarnya sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan. Angka polusi udara yang dicatat begitu tinggi, melebihi standar baku mutu nasional yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, KLHK menetapkan bahwa partikulat debu halus PM 2.5 dalam durasi waktu 24 jam adalah 65 ug/m3. Di Jakarta, angka itu hanya sekadar standarisasi formalitas belaka. Sebab selama 196 hari dalam satu tahun pada 2018, kondisi udara di Jakarta tidak sehat. Jauh melebihi dari angka 65 ug/m3. (Sumber: kaskus.id) Juru kampanye Iklim dan Energi LSM Greenpeace , Bondan Andriyanu, membeberkan data dalam media briefing 'Bersihkan Udaraku...