![]() |
| (Sumber: shopify.com) |
Barang-barang yang dibeli dari jasa titip (jastip) dari luar negeri perlu diperhatikan kembali. Apalagi kalau yang kamu beli itu obat-obatan atau skincare. Barang seperti itu perlu dicek kandungan yang terdapat di dalamnya.
Peneliti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Natalya Kurniawati; mengatakan bahwa kebiasaan konsumen Indonesia adalah tidak pernah teliti dalam membeli barang-barang jastip. Mereka hanya berpikir kalau barangnya branded, tidak ada di Indonesia, maka produk kecantikan itu bagus.
Maka, ia meminta beberapa pihak seperti BPOM atau bea cukai di bandara untuk ikut lebih sensitif terhadap fenomena jastip di Indonesia.
Sebab, banyak konsumen yang tidak tahu dampak apa yang terjadi jika mereka mengonsumi obat tertentu. Karena, setiap negara itu punya standarisasi penggunaan produk yang beda dengan Indonesia.
![]() |
| (Sumber: birchbox.com) |
Lebih lanjut, beda hal dengan skincare luar negeri yang saat ini diburu oleh para konsumen. Banyak konsumen yang berpikir bahwa produk kecantikan tersebut bisa saja digunakan oleh berbagai jenis kulit, termasuk orang Indonesia. Padahal, tidak selalu seperti itu.
Jangan karena barangnya tidak ada di Indonesia dan kita lagi butuh, skincare-nya bagus atau dipakai oleh influencer luar negeri, terlebih lebih murah dari pada di Indonesia maka langsung membelinya melalui jastip.
"Misal, produk itu hanya dikhususkan dan diformulasikan hanya untuk orang Korea saja, makanya tidak diedarkan di seluruh negara karena bisa saja tidak cocok dengan kulit. Makanya, ketika beli terus digunakan di Indonesia, malah alergi. Terus mau minta tanggung jawab ke siapa? Ke BPOM tidak bisa karena memang pada dasarnya tidak ada izin edar," pungkasnya.
Sumber: akurat.co


Komentar
Posting Komentar