Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tiongkok

Microsoft 'Dapat Izin' untuk Kerjasama dengan Huawei

(Sumber: reutersmedia.net) Microsoft Corp akhirnya mendapatkan lisensi untuk memasok produknya ke Huawei Technologies . Sebelumnya,  Microsoft  menunggu untuk bisa kembali berbisnis dengan perusahaan Tiongkok tersebut. Juru bicara Microsoft mengungkap, pada 20 November 2019, Departemen Perdagangan Amerika Serikat mengabulkan permintaan linsensi untuk mengekspor perangkat lunak 'pasar massal' ke Huawei .  "Kami menghargai tindakan departemen dalam menanggapi permintaan kami," ujar Juru Bicara Microsoft , melansir The Verge . Tidak jelas apa yang dimaksud Microsoft dengan "pasar massal", namun raksasa teknologi tersebut memang menjual lisensi sistem operasi Windows dan software office ke Huawei . Kemungkinan apa yang dimaksud perusahaan Bill Gates tersebut ialah setidaknya bisa memasarkan produk perangkat lunaknya ke Huawei sekali lagi. Sehingga bisa membantu sekaligus menjadi solusi bagi server Huawei ataupun laptop yang didukung Wind...

Jack Ma Akan Mundur dari Jabatannya Sebagai Chairman Alibaba

Jack Ma (Sumber: detik.com) Pemimpin raksasa teknologi Tiongkok, Jack Ma akan berhenti menjabat sebagai Chairman Alibaba mulai Selasa (10/9). Serah terima diadakan pada 10 September 2019, dengan sebagian besar akan bersifat simbolis. Ma akan tetap ada di dewan sebagai penasihat, hingga masa jabatannya berakhir pada tahun 2020.  Sang miliarder telah menghabiskan bertahun-tahun dalam merawat generasi pemimpin Alibaba berikutnya; termasuk penerusnya, Daniel Zhang dan Kepala Keuangan, Maggie Wu, untuk mengambil alih. Perombakan manajemen pada bulan Juni 2019 menjadi salah satu pembuat keputusan terbaik di dunia. Berhentinya Jack Ma yang berusia 55 tahun tepat pada hari ulang tahunnya, mengantar era baru teknologi Tiongkok yang kini dalam ketidakpastian. Beijing saat ini tengah mempererat cengkramannya dengan sesama bos. Daniel Zhang (Sumber: tallypress.com) Sama halnya dengan Pony Ma, Tencent, yang juga harus bergulat dengan ekonomi yang melam...

Tiongkok Berencana Permalukan 'Penghutang' Melalui WeChat

Platform WeChat (Sumber: Google) Tiongkok berencana menerapkan sistem kredit sosial untuk warganya. Pemerintah akan memberi skor untuk warga dan menilainya berdasarkan kehidupan mereka. Semakin warga melanggar peraturan, skor yang dimiliki pun akan semakin kecil. Mengutip China Daily, Provinsi Hebei di Tiongkok Utara berencana menerapkan sistem serupa, tapi dengan skala lebih kecil. Idenya adalah menghadirkan aplikasi yang dapat mendeteksi debitur atau orang yang memilki hutang di sekitar area berdasarkan platform WeChat . Tujuan aplikasi ini adalah untuk membuat orang-orang yang memiliki hutang merasa malu. Harapan nya agar mereka segera melunasi hutangnya bila tidak mau dipermalukan. (Sumber: kontan.co.id) Nantinya, aplikasi akan menampilkan data-data pribadi si penghutang. Datanya seperti nama lengkap, nomor ID nasional, dan bahkan hingga alasan mengapa mereka ada di daftar tersebut. Namun di sisi lain, harus diakui cara ini terlalu kejam jika meng...