Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Yogyakarta

Setelah Diserang Orang Tak Dikenal, Persoalan Biaya Rumah Sakit Jadi Beban Keluaga

(Sumber: kronologi.id) Seorang pemuda asal Karawang, Jawa Barat yakni Awan Saktianto (21) menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal, Minggu (10/11) di Jalan Kirana, Umbulharjo, Yogyakarta. Kini, ia harus menjalani operasi usai menderita sejumlah luka di beberapa bagian tubuhnya. Pihak keluarga membuka donasi , lantaran kesulitan untuk membayar biaya pengobatan. Adalah Muhammad Latif Rezza, kakak kandung Awan yang berinisiatif membuka donasi untuk membiayai tagihan pengobatan dan perawatan adiknya. Rezza menyampaikan maksudnya itu melalui Twitter. "Harapannya kalau banyak yang membantu, alhamdulillah untuk pengobatan dan pemulihan psikis. Karena kondisinya trauma," kata Rezza. Rezza menjelaskan, adiknya yang kini dirawat di RSUP Dr. Sardjito itu harus menjalani sederet operasi menyusul luka akibat sabetan benda tajam di bagian kepala dan tangan. Dikatakannya, korban memang seperti dibacok berkali-kali. Adik saya jadi korban penganiayaan senjat...

Tuntut Pemerintah, Massa Penuhi Pertigaan Colombo

(Sumber: akurat.co) Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Yogyakarta tumpah ruah di Pertigaan Colombo , Sleman, DIY, Senin (23/9) siang. Mereka berkumpul menyerukan tuntutannya kepada pemerintah, khususnya Presiden Joko Widodo lewat aksi bertajuk # GejayanMemanggil . Massa yang sebagian besar mengenakan jaket almamater kampus, mulai membanjiri lokasi sekitar pukul 12.30 siang. Beberapa dari mereka membawa spanduk atau poster terkait isi protes, semacam pembatalan UU KPK, RUU Pertanahan, RUU PKS, dan RUU KUHP. Beberapa dari spanduk atau poster itu berbunyi, ' Pak Opo Salah Rakyatmu Iki. Koe Nganti Mblenjani Janji ', ' Bebaskan Aktivis Papua ', ' Pemerintah Mengkebiri Rakyat ', maupun ' Kembalikan Demokrasi Bukan Orde Baru '. (Sumber: akurat.co) Di saat bersamaan, beberapa orator terus menyuarakan aspirasinya. Termasuk mengajak para massa menyanyikan sejumlah lagu kebangsaan, seperti Indonesia Pusaka dan Tanah Airku. Ma...

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 2000 Meter

Gunung Merapi (Sumber: merdeka.com) Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran pada Selasa (27/8) malam, dengan jarak luncur awan tercatat sejauh 2000 meter. Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, dalam keterangan resminya menyebutkan awan panas yang mengarah ke hulu Kali Gendol itu keluar dari Gunung Merapi sekitar pukul 18.04 petang. Tercatat pula pada seismogram, awan panas guguran memiliki durasi kurang dari 198.90 detik dengan amplitudo max. 70 mm. Sejauh ini, BPPTKG masih mempertahankan status pada Level II atau waspada untuk Gunung Merapi . Kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana, BPPTKG tidak merekomendasikan segala kegiatan pendakian. Selain itu, BPPTKG turut mengimbau kepada warga agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi . Sumber: akurat.co

OTT KPK di Yogyakarta Hasilkan 3 Tersangka Kasus Suap PUPKP

Ketua KPK, Alexander Marwata (Sumber: sindonews.com) KPK menetapkan 3 orang sebagai tersangka kasus suap terkait lelang Proyek pada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta TA 2019. Penetapan dilakukan berdasarkan hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar di daerah Yogyakarta . Ketiga tersangka tersebut adalah Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri, Gabriella Yuan Ana (GYA), sebagai pemberi suap.  Sementara 2 orang lainnya yakni Jaksa di Kejaksaan Negeri Yogyakarta anggota TP4D, Eka Safitra (ESF); dan Jaksa di Kejaksaan Negeri Surakarta, Satriawan Sulaksono (SSL), diduga sebagai penerima. KPK menduga commitment fee yang sudah disepakati adalah 5% dari nilai proyek, dimana proyek yang jadi bancakan tersebut berupa pekerjaan rehabilitasi saluran air hujan di Jalan Supomo Yogyakarta . "Pagu anggaran sebesar Rp 10,89 miliar," terang Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata. KPK menyita uang sejumlah Rp 100 juta da...

Dilanda Kekeringan, Dampaknya Paling Dirasakan oleh Pertanian

(Sumber: suaramerdeka.com) Kekeringan akibat kemarau berkepanjangan melanda Pulau Jawa. Beberapa daerah merasakan dampak dari musim kemarau ini. Kekeringan di Yogyakarta BMKG Yogyakarta memprakirakan puncak musim kemarau di Yogyakarta akan terjadi pada Agustus 2019. " Kemarau di Yogyakarta akan secara periodik menguat dan puncaknya pada Agustus," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Etik Setyaningrum. Menurutnya, penguatan musim kemarau ini telah ditandai adanya hari tanpa hujan di sejumlah wilayah di DIY. Sejumlah wilayah yang sudah lebih dari 61 hari tanpa hujan dikategorikan berstatus "awas" terhadap kekeringan, sedangkan yang sudah 31 hari tanpa hujan memiliki status "siaga." Meski demikian, bukan berarti saat  musim kemarau  di DIY yang telah dimulai sejak April 2019 sama sekali tidak ada hujan. Sejak mulai  musim kemarau  April 2019, hujan masih dimungkinkan muncul namun dengan kadar cu...

Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar 6 Kali

Guguran lava pijar dari puncak Gunung Merapi (Sumber: akurat.co) Balai penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG ) mencatat ada 17 kali guguran lava dengan durasi 10-60 detik pada hari ini, Selasa (12/2). Dalam akun twitter BPPTKG , diinfokan berdasarkan data seismik, pada Selasa pukul 00.00-06.00 WIB. Guguran lava juga teramati meluncur dari Gunung Merapi ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur 200 meter. Sementara itu, cuaca di sekitar kawasan Gunung Merapi pada Selasa pagi berkabut, cuaca mendung dengan suhu udara 20 derajat Celcius, kelembaban udara 89%, tekanan udara 920.3 hpa, dan angin perlahan ke barat. Pada Senin (11/2), dengan periode pengamatan pukul 18.00-24.00 WIB, data seismik menunjukkan bahwa telah terjadi 13 kali guguran lava dengan durasi 15-86 detik. Guguran lava pijar juga teramati sebanyak 6 kali dengan jarak luncur 200-700 m ke arah tenggara Kali Gendol. BPPTKG juga mencatat pada Senin (11/2), guguran awan pan...