Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label guru

Bukan Hanya IQ Saja yang Penting, Tapi Juga EQ dan SQ

(Sumber: Google) Beberapa waktu lalu, kita dikejutkan oleh kasus tindak kriminal sadis oleh sarjana yang terjadi di di salah satu apartemen di Jakarta Pusat. Diketahui, pelaku, selama kuliah tercatat sebagai mahasiswa pintar dan pernah mengikuti Olimpiade Kimia tingkat provinsi. Dia juga mengajar sejumlah mahasiswa di almamaternya dan beberapa kampus lain. Karena adanya pendemi Covid-19, pelaku tidak dapat lagi melakukan aktivitas tersebut hingga mengalami himpitan ekonomi. Tindakan kriminal yang dilakukannya tergolong kejam dan sadis. Pelaku bersekongkol melakukan pemerasan dan penipuan kepada korban, hingga membunuh dan memutilasinya. Kejadian itu barangkali bisa menjadi contoh bagi kita bahwa kecerdasan emosional juga penting, selain kecerdasan intelektual. Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk merasa, ' what do I feel? '. Kecerdasan itu disebut EQ atau Emosional Quotient , dan itu tidak diajarkan di bangku sekolah SD, SMP, SMA atau bahkan sampai Universitas. Kecerdasa...

Jokowi: Guru Tidak Akan Pernah Tergantikan

(Sumber: tribunnews.com) Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memperingati Hari Guru Nasional yang jatuh pada tanggal 25 November. Melalui akun Instagramnya, Jokowi mengatakan jika guru tidak akan pernah tergantikan oleh mesin secanggih apapun. Ia pun menuliskan terkait tuntutan guru yang tidak hanya sekedar mengajar. Lihat postingan ini di Instagram Dunia berkembang dan berubah cepat, teknologi kian mutakhir. Dan di tengah perubahan itu, para guru dituntut untuk tidak sekadar mengajar, tetapi juga mendidik dengan lebih fleksibel, kreatif, menarik, dan lebih menyenangkan. Guru tidak akan pernah tergantikan oleh mesin secanggih apa pun. Guru membentuk karakter anak bangsa dengan budi pekerti, toleransi, dan nilai-nilai kebaikan. Guru menumbuhkan empati sosial pada diri anak didik, membangun imajinasi dan kreativitas, serta mengokohkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Guru adalah penggerak Indonesia Maju. ...

Ribuan Guru Diberhentikan di Sumatera Utara

(Sumber: starjogja.com) Sebanyak 1.695  guru diberhentikan  di Simalungun, Sumatera Utara. Melalui surat keputusan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)  Muhadjir Effendy   memberhentikan guru-guru  tersebut karena dianggap memberatkan  daerah. "Bupati Simalungun sebelumnya sudah berkonsultasi dengan Kemendikbud terkait guru-guru yang belum S1 ini. Karena belum S1, pensiunnya tidak sama dengan guru pada umumnya," kata  Muhadjir . Sebelumnya, Bupati Simalungun melalui SK Nomor 188.45/5929/25.3/2019 tertanggal 26 Juni 2019 memberhentikan sementara 992 guru non sarjana. Tak lama, diberhentikan lagi sebanyak 703 guru tamatan SMA yang merupakan guru SD dan SMP. "Memang mereka (guru yang diberhentikan) itu memang harus pensiun. Karena mereka diberi kesempatan untuk melanjutkan ke sarjana tapi mereka tidak mau," tambahnya. Menteri Pendidikan dan Budaya, Muhadjir Effendy (Sumber: republika.co.id) Muhadjir...

Dalam Dunia Pendidikan, Bukan Hanya Tentang Kurikulum

(Sumber: Google) Dalam dunia pendidikan pasti selalu berhubungan dengan guru, murid dan sekolah. Banyak yang beranggapan bahwa di balik murid yang sukses, ada seorang guru yang berjasa. Namun, pendidikan itu tak selalu berhubungan dengan pembelajaran saja. Najelaa Shihab, seorang psikolog dan pendidik, mengatakan kalau pendidikan itu tak hanya tentang kurikulum saja. Tapi, dalam kurikulum yang baik ada kekuatan hubungan. "Guru, bukan mengajar kurikulum dan mengajar manusia. Saya selalu percaya kekuatan pendidikan itu adalah hubungannya. Karena, minat dan bakat anak beda-beda. Setiap yang dia tumbuh punya konteks yang berbeda," katanya. Adanya guru yang berkompeten sangat diperlukan oleh siswa. Najelaa Shihab, psikolog dan pendidik (Sumber: akurat.co) "Guru yang berkompeten adalah guru yang adaptif. Yakni guru yang punya kemampuan beradaptasi dan berkomunikasi yang baik dengan siswa. Bisa berempati dengan muridnya, bisa mendengarkan murid. Seb...