Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label hutang

China dan AS, Penyumbang Utang Dunia Terbesar

(Sumber: thebalance.com) Sebuah laporan baru oleh International Institute of Finance ( IIF ) menunjukkan utang dunia naik US$ 7,5 triliun dalam 6 bulan pertama di tahun 2019. Hal ini menjadi rekor paling tinggi untuk utang dunia senilai US$ 250 triliun dengan kontribusi paling besar oleh pinjaman Amerika Serikat (AS) dan China. IIF mengatakan bahwa “ Tiongkok dan AS menyumbang lebih dari 60% kenaikan. Demikian pula, utang emerging market (pasar berkembang) juga mencapai rekor baru yakni US$ 71,4 triliun (220 persen dari PDB). ” Menurut laporan tersebut, peningkatan utang di seluruh dunia telah menjadi perhatian besar bagi investor dan ekonom. Suku bunga yang rendah membuatnya sangat mudah bagi korporasi dan penguasa untuk meminjam lebih banyak uang. (Sumber: Google) “Namun, dengan semakin berkurangnya ruang lingkup pelonggaran moneter lebih lanjut di banyak bagian dunia, negara-negara dengan tingkat utang pemerintah yang tinggi (Italia, Lebanon) serta n...

Jangan Ragu, Laporkan Intimidasi Penagih Hutang ke Polisi

(Sumber: matamatanews.com) Salah satu pekerjaan yang cukup ekstrim yakni menjadi penagih hutang . Hanya bermodalkan nyali, siapapun bisa berkecimpung di pekerjaan ini. Namun yang harus diperhatikan adalah bagaimana cara menjalani pekerjaan yang dianggap sebagian orang ini sebagai pekerjaan preman. Tidak jarang, para penagih hutang melakukan intimidasi hingga kekerasan fisik agar pihak yang berhutang mau melunasi hutangnya. Atas dasar itu, Polres Metro Jakarta Barat meminta masyarakat untuk tidak takut melapor ke pihak kepolisian jika menjadi korban intimidasi bahkan kekerasan yang dilakukan para penagih hutang . "Jadi kami imbau kepada warga untuk tidak takut melapor kepada Polres Metro Jakarta Barat apabila ada aksi aksi penagihan dengan kekerasan seperti ini. Kami sudah beberapa kali melakukan penindakan terhadap peristiwa seperti ini," tandas Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edy Suranta Sitepu. (Sumber: tstatic.net) Ia mengatakan...

Tiongkok Berencana Permalukan 'Penghutang' Melalui WeChat

Platform WeChat (Sumber: Google) Tiongkok berencana menerapkan sistem kredit sosial untuk warganya. Pemerintah akan memberi skor untuk warga dan menilainya berdasarkan kehidupan mereka. Semakin warga melanggar peraturan, skor yang dimiliki pun akan semakin kecil. Mengutip China Daily, Provinsi Hebei di Tiongkok Utara berencana menerapkan sistem serupa, tapi dengan skala lebih kecil. Idenya adalah menghadirkan aplikasi yang dapat mendeteksi debitur atau orang yang memilki hutang di sekitar area berdasarkan platform WeChat . Tujuan aplikasi ini adalah untuk membuat orang-orang yang memiliki hutang merasa malu. Harapan nya agar mereka segera melunasi hutangnya bila tidak mau dipermalukan. (Sumber: kontan.co.id) Nantinya, aplikasi akan menampilkan data-data pribadi si penghutang. Datanya seperti nama lengkap, nomor ID nasional, dan bahkan hingga alasan mengapa mereka ada di daftar tersebut. Namun di sisi lain, harus diakui cara ini terlalu kejam jika meng...