Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label isu politik

Berebut Soal Cawagub DKI Jakarta, PKS vs Gerindra

(Sumber: liputan6.com) Waketum Gerindra, Arief Poyuono mewacanakan akan mengusung mantan Deputi Basarnas, Mayjen Tatang Zaenudin dan Mantan Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Mochammad Iriawan, untuk menjadi Cawagub DKI   Anggota DPRD DKI Fraksi PKS, Nasrullah , menyebut wacana tersebut adalah tindakan melanggar etika politik. Nasrullah menilai pengguliran wacana itu adalah bentuk intervensi kepada PKS. Pasalnya, sejauh ini kedua nama yang disodorkan PKS yaitu Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu masih resmi menjadi kandidat Cawagub . Lagi pula, sedari awal sudah disepakati bahwa kursi DKI sudah menjadi jatah PKS. Kedua nama dari PKS itu pun sudah ditindaklanjuti hingga pembetukan Pantia Khusus (Pansus) di DPRD DKI. Arief Poyuono (Sumber: riaumandiri.co) "PKS belum cabut 2 orang itu dan itu sudah masuk ke Pansus. Ini namanya intervensi," kata Nasrullah . Pengguliran wacana tersebut tanpa adanya komunikasi kepada PKS yang notabene sebagai partai pengu...

Twitter Cegah 'Akun Berpengaruh' untuk Ciptakan 'Perpecahan'

(Sumber: macobserver.com) Baru-baru ini Twitter mengisyaratkan bahwa platform nya akan melakukan perubahan untuk mengurangi jangkauan tweet dari akun populer yang dinilai berbahaya. Jadi, ketika ada publik figur yang melanggar pedoman tersebut, Twitter akan memberi tahu pengguna tentang pelanggaran tersebut sehingga dapat mengurangi jangkauan tweet negatif yang dapat memengaruhi mereka. Dilansir dari Ubergizmo , Twitter mengatakan bahwa pemberitahuan ini hanya akan berlaku untuk tweet yang diunggah oleh tokoh politik , pengguna yang terverifikasi, dan akun-akun lain yang memiliki lebih dari 100 ribu pengikut. Ketika ada tweet ditandai dan teridentifikasi telah melanggar pedoman, tim internal Twitter akan menentukan apakah tweet tersebut menyangkut kepentingan publik atau tidak. (Sumber: catatanmini.com) Jika tim memutuskan bahwa tweet tersebut melanggar, maka sebuah kotak abu-abu akan ditampilkan pada tweet . Hal itu menginformasikan kepada pengg...

Gubernur Banten Minta Warganya Tetap Jaga Kondusifitas Pasca Pemilu

Gubernur Banten, Wahidin Halim (Sumber: Google) Gubernur Banten, Wahidin Halim , mengimbau warganya tidak terhasut dengan isu penggerakan massa atau people power yang menurutnya bisa merusak keamanan. Wahidin meminta warganya untuk terus menjaga kondusifitas Banten pasca pemilu kemarin. "Terkait ada yang mengatakan isu people power itu masyarakat jangan sampai terganggu, jangan emosional, jangan sampai terjebak. Kalau ada suatu isu, tabayyun saja atau konfirmasi tentang isu tersebut," ujar Wahidin . Wahidin melakukan silaturahmi dengan para pegawai Kementerian Agama (Kemenag) yang aktif dalam kegiatan keagamaan, agar nantinya para tokoh dan pegawai Kemenag bisa mengajak masyarakat Banten untuk turut menjaga kondusifitas dan persatuan. Menurut Wahidin , perbedaan yang terjadi saat pemilu kemarin jangan sampai terus terbawa hingga pasca pemilu. Apalagi jika sampai merusak persatuan dan kedamaian yang sudah terjalin di Provinsi Banten selama ini. Ilustr...