Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label konflik internal

Ketua Korbid Sumatera: Saya Tidak Diundang Rapat Partai, Kan Aneh

Indra Bambang Utoyo (Sumber: gonews.co) Ketua Korbid Pemenangan Wilayah Sumatera, Indra Bambang Utoyo , menilai Golkar di era kepemimpinan Airlangga Hartarto semakin amburadul. Hal itu dilihatnya dari kebijakan, rapat pleno Partai Golkar harus didahului dengan rapat korbid seperti yang dijalankan saat ini. "Partai Golkar bertambah amburadul. Teman-teman minta segera diadakan rapat pleno. Lalu dengan alasan harus ada rapat korbid dulu, disambung dengan rapat harian baru, akan ada rapat pleno. Sangat aneh Partai Golkar jadinya," kata Indra . Indra juga mengatakan saat ingin mengajukan rapat korbid, undangan yang telah ditekennya dianggap tidak berlaku oleh DPP Golkar . Ia heran dengan prosedur undangan rapat korbid tersebut mendadak diubah. Seyogyanya, Indra ingin memimpin rapat korbid pada Selasa (10/9). "Sebagai Ketua Korbid Pemenangan Pemilu wilayah Sumatera, saya mengundang rapat korbid seperti biasa. Tiba-tiba ada kebijakan baru bahwa rapa...

Robert Kardinal: Senior Partai Harusnya Jadi Penengah

(Sumber: malukuterkini.com) Jelang Munas (musyawarah nasional), internal Partai Golkar malah memanas. Ini dikhawatirkan mengancam soliditas partai. Menanggapi itu, Bendahara Umum Partai Golkar , Robert Kardinal ; menyesalkan senior-senior Golkar yang ikut berpihak dalam polemik internal partainya. “Saya menyesalkan perilaku beberapa figur sesepuh Golkar yang ikut berpihak dalam hiruk pikuk partai Golkar yang semakin memanas beberapa bulan terakhir. Ketua Dewan Pakar, HR Agung Laksono, tidak masuk dalam pusaran konflik," ungkapnya. Robert Kardinal (Sumber: waspada.co.id) Sejatinya, sebagai sesepuh partai, para senior partai bisa berdiri di tengah mendinginkan suasana. "Bukan malah memberikan komentar yang bisa menambah suhu silang kepentingan di tubuh partai," kata Robert . Berkaca dari isu yang beredar tentang video yang mempertontonkan beberapa kader memakai seragam AMPG sedang bermain judi diduga dilakukan di kantor DPP Golkar , Rober...

IPW: Ada Kelompok 'Taliban' dan 'India' di Internal KPK

(Sumber: Google) Direktur Eksekutif Presidium Indonesia Police Watch ( IPW ), Neta S Pane, mengungkap sejumlah faksi di internal KPK. Menurutnya, persaingan faksi itu sudah tidak wajar karena melibatkan institusi lain. Bahkan, persaingan itu sudah berlangsung lama dan diperparah pada saat Pilpres berlangsung. Dua kelompok yang berseteru itu adalah kelompok “Taliban” dan “India” “Sekarang berkembang isu bahwa di internal KPK itu ada polisi India dan polisi Taliban. Ini kan sangat berbahaya,” kata Neta. Ia menyebut, ‘Taliban’ adalah kelompok Novel Baswedan sedangkan 'India' adalah non Novel Baswedan.  Novel Baswedan (Sumber: tempo.co) “Indikasi cakar-cakaran di intenal KPK itu sudah kita dengar sejak awal Januari dan itu makin parah menjelang Pilpres. Sayangnya para komisioner KPK tidak bertindak tegas dan membiarkan bahkan ikut-ikutan berpihak,” kata Neta. Neta meminta semua kelompok di KPK kembali kompak seperti pertama kali lembaga anti kor...