Langsung ke konten utama

Komisioner KPAI Dukung Sekolah 'Ramah Anak'

(Sumber: ilmu-pendidikan.net)

Di Indonesia, waktu belajar di sekolah masih menjadi pro dan kontra, karena dianggap terlalu lama. Hal tersebut juga disetujui Retno Listyarti, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

"Iya katanya ada jam sekolah, anak bisa dari jam 7 sampai jam 5; itu kelamaan. Melampaui orang kerja dong? Yang kerja aja cuma 8 jam, masa anak lebih dari itu? Kalau full day school memang 8 jam, tapi itu pun kami tidak dukung untuk SD, SMP," katanya.

Sebaiknya, peraturan jam sekolah delapan jam, atau full day hanya dilakukan pada jenjang sekolah yang lebih tinggi. Karena, secara fisik sudah lebih mampu menjalankan aktivitas padat yang lebih panjang.

Komisioner KPAI, Retno Listyarti (Sumber: akurat.co)

Menurut Retno, anak-anak terlalu banyak waktu di sekolah. Makan pun di sekolah, sedangkan di sekolah banyak tersedia makanan yang tidak sehat. Bila mereka terus menerus mengonsumsi makanan tidak sehat, maka akan berdampak buruk untuk jangka panjang karena bisa menimbulkan masalah kesehatan.

Menurutnya, sistem zonasi yang diberlakukan saat ini lebih tepat untuk didukung. Karena mendekatkan anak dengan sekolah, membuat anak sempat makan makanan rumah. Karena itu, dirinya berharap tumbuh kembang anak akan jauh lebih baik dan mereka mendapatkan istirahat yang cukup.

Gambar terkait
(Sumber: lasak.id)

"Kalau teman-temannya adalah teman rumahnya juga, teman mainnya juga, saya rasa tawuran berkurang. Karena tawuran kan biasanya karena jarak sekolah jauh, di jalan ada kesempatan ketemu musuh. Sistem zonasi juga bisa saja turunkan kekerasan di pendidikan, dan mungkin kekerasan seksual juga bisa turun," lanjutnya.

Ia mengandaikan, jika kualitas semua sekolah sudah sama, maka anak tak perlu mengejar sekolah favorit. Ini tugas besar pemerintah, karena mereka sudah memulainya.

"Makanya pemerintah berani memulai ya pemerintah juga harus terlibat mulai untuk kelanjutannya. Mulai dari Kementrian Keuangan, Bappenas, Kemendagri, Kemendikbud, dan lainnya juga akan terlibat dalam zonasi pendidikan disebutnya," tutupnya.


Sumber: akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kurang Aktivitas Fisik Bisa Picu Diabetes Melitus Tipe 2

WharsApp Kembangkan 2 Fitur Baru Menyangkut Pesan Forward

Langka, MacBook Pro Seorang Pengguna Meledak