| (Sumber: katadata.co.id) |
Kapolri, Jenderal Pol. Tito Karnavian, mengakui bahwa kelompok masyarakat yang menggelar aksi anarkis di Papua dan Papua Barat memiliki hubungan dengan organisasi luar negeri.
"Ada. Kita sama-sama tahu dari kelompok-kelompok ini ada hubungannya dengan network di internasional," kata Jenderal Tito.
Saat ini Polri tengah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk menangani masalah tersebut. Menurutnya, pihak-pihak yang diduga menggerakkan kericuhan di Papua sudah diketahui.
"Pihak-pihak yang diduga menggerakkan sudah dipetakan dan sedang didalami. Kalau misal terbukti (terlibat), akan ditindak secara hukum," ucapnya, menegaskan.
![]() |
| Kapolri, Jenderal Tito Karnavian (Sumber: detik.com) |
Saat ini kondisi di Papua dan Papua Barat sudah terkendali.
Hampir 6.000 pasukan gabungan TNI-Polri diperbantukan untuk menjaga wilayah timur Indonesia itu. Mereka disebar di beberapa titik di antaranya Jayapura, Nabire, Paniai, Deiyai, Manokwari, Sorong dan Fakfak.
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Mohammad Iqbal, juga menduga bahwa ada kaitan antara kelompok-kelompok lokal dengan pihak luar. Namun demikian, Iqbal enggan mengungkap pihak-pihak tersebut.
"lntinya enggak bisa juga kami sampaikan di sini," kata Iqbal.
Ia memastikan bahwa Polri akan menjamin situasi keamanan di Papua. Iqbal juga meminta agar masyarakat tidak terpancing berbagai provokasi yang dapat menimbulkan kerusuhan.
Sumber: akurat.co

Komentar
Posting Komentar