Langsung ke konten utama

Akibat Kebakaran Hutan, Asap Kabut Masih Menyelimuti Jambi

Kabut asap di Jambi (Sumber: kumparan.com)

Kabut asap pekat sebagai dampak dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Provinsi Jambi kembali menyelimuti Kota Jambi. Meski sempat turun hujan, namun dalam beberapa hari terakhir kabut asap kembali pekat.

Dalam 2 hari terakhir, pada pagi hari, kabut asap di Kota Jambi begitu pekat. Asap ini merupakan asap kiriman dari daerah kabupaten yang mengalami karhutla di provinsi tersebut.

Berdasarkan data yang dirilis pemerintah Kota Jambi, dari hasil pengukuran Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menggunakan alat pengukur kualitas udara Air Quality Monitoring System (AQMS) pada Sabtu (12/10) pukul 06.30 WIB, nilai konsentrasi parameter partikulat PM 2.5 sampai ke angka 630. Angka tersebut berada di atas baku mutu, yang artinya kualitas udara tersebut berbahaya.

Dijelaskan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Ardi, titik panas yang terdeteksi di Provinsi Jambi berada di bagian tenggara dan timur kota itu. Sementara, arah angin datang dari timur tenggara, sehingga asap karhutla tersebut terdampak ke kota itu.

“Hujan yang turun kemungkinan hanya membasahi bagian atas, namun tidak sampai ke gambut bagian bawah,” kata Ardi.

(Sumber: detik.com)

Tidak hanya di Kota Jambi, kabupaten lainnya saat ini turut terdampak kabut asap karhutla adalah Kabupaten Batanghari, Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Muaro Jambi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batanghari, Nazhar mengakui, di daerah itu masih terdapat sejumlah lahan yang terbakar. Akan tetapi kabut asap yang terjadi di kabupaten itu merupakan asap kiriman dari Provinsi Sumatra Selatan.

Sementara itu, di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, kabut asap kembali pekat terjadi sejak sepekan terakhir. Namun dalam 3 hari terakhir, kabut asap yang tersebut semakin pekat saja, terutama pada pagi hari.

“Kalau pagi hari asapnya sangat pekat, sekira pukul 14.00 WIB barulah kabut asap tersebut berkurang,” kata salah seorang warga Kecamatan Sabak Timur, Samsul.

Menurut Samsul, kabut asap yang terjadi di daerah itu akibat karhutla yang kembali terjadi di Taman Nasional Berbak Tanjung Jabung Timur. Karena sebagian besar lahan yang terbakar tersebut merupakan lahan gambut.


Sumber: akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kurang Aktivitas Fisik Bisa Picu Diabetes Melitus Tipe 2

WharsApp Kembangkan 2 Fitur Baru Menyangkut Pesan Forward

Langka, MacBook Pro Seorang Pengguna Meledak