Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label karhutla

Akibat Kebakaran Hutan, Asap Kabut Masih Menyelimuti Jambi

Kabut asap di Jambi (Sumber: kumparan.com) Kabut asap pekat sebagai dampak dari kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) yang terjadi di Provinsi Jambi kembali menyelimuti Kota Jambi . Meski sempat turun hujan, namun dalam beberapa hari terakhir kabut asap kembali pekat. Dalam 2 hari terakhir, pada pagi hari, kabut asap di Kota Jambi begitu pekat. Asap ini merupakan asap kiriman dari daerah kabupaten yang mengalami karhutla di provinsi tersebut. Berdasarkan data yang dirilis pemerintah Kota Jambi , dari hasil pengukuran Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menggunakan alat pengukur kualitas udara Air Quality Monitoring System (AQMS) pada Sabtu (12/10) pukul 06.30 WIB, nilai konsentrasi parameter partikulat PM 2.5 sampai ke angka 630. Angka tersebut berada di atas baku mutu, yang artinya kualitas udara tersebut berbahaya. Dijelaskan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi , Ardi, titik panas yang terdeteksi di Provinsi Jambi berada di bagian tenggara dan ...

Kabut Asap di Sumatera Utara Makin Tebal

Asap tebal di Sumatera Utara (Sumber: detik.com) Kabut asap di Pantai Barat Sumatera Utara terutama di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah kian bertambah tebal pada Minggu (22/9) pagi. Perbukitan di 2 daerah, yakni Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah sudah tidak terlihat. Jarak pandang akibat kabut yang kian tebal ini diprediksi hanya 2 kilometer saja. Selain mengganggu jarak pandang, kabut asap semakin meresahkan warga, terutama pengendara. "Sudah perih di mata, ini cuma jalan berapa ratus meter dari rumah," kata warga Kecamatan Pandan, Tapteng, Afrizal Prima Akhir Pohan. Dia membenarkan, jika dibandingkan kemarin Sabtu (21/9) kabut asap semakin tebal sejak Minggu pagi.  Kondisi ini juga teramati di Bandara DR FL Tobing, Pinangsori, Tapanuli Tengah. Jarak pandang di landasan pacu teramati semakin pendek. "Pagi ini teramati jarak pandang di Bandara teramati 2.500 hingga 1.600 meter," ungkap Kepala BMKG Pinangsori, Ahmad U...

Mie Scattering, Fenomena Langit Merah di Jambi

(Sumber: tribunnews.com) Akibat kebakaran hutan di sejumlah wilayah, beberapa hari belakangan viral sebuah fenomena langit merah yang terjadi di wilayah Provinsi Jambi. BMKG menjelaskan hal tersebut.  Jika ditinjau dari teori fisika atmosfer pada panjang gelombang sinar, maka hal tersebut disebabkan adanya partikel berukuran kecil atau aerosol yang mengapung di udara. Partikel yang mengapung tersebut menghamburkan sinar matahari. Peristiwa tersebut dikenal dengan istilah hamburan mie ( Mie Scattering ). Lihat postingan ini di Instagram Beberapa hari terakhir, beredar viral di masyarakat langit di Muaro Jambi berwarna merah, sinar matahari tertutup asap tebal. . . BMKG mencatat hal tersebut peristiwa yang dapat dijelaskan secara ilmiah. . . Hasil analisis citra satelit Himawari-8 tanggal 21 September di sekitar Muaro Jambi, tampak terdapat *banyak titik panas* dan sebaran *asap yang sangat tebal*. . . Asap dari...

Bantuannya Ditolak Satgas Riau, Anies Malah Bersyukur

(Sumber: tribunnews.com) Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan , tak mempermasalahkan bantuannya yang ditolak. Niat untuk mengerahkan 65 personel untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan ( karhutla ) ditolak Satgas Karhutla Riau. Anies tetap menyampaikan rasa syukurnya atas kemampuan Satgas Karhutla Riau untuk menangani pemadaman secara mandiri. "Itu begini, kami bersyukur kalau masalah api sudah selesai. Karena memang tujuan kita adalah membantu memadamkan api dan mengendalikan dampak-dampak daripada asap," kata Anies . Anies mengatakan, dari informasi yang didapatkannya, sejumlah personel yang dikirimnya kini dipindahkan ke Kalimantan Tengah. Anies menerangkan bahwa bantuan relawan yang dikirimnya bukan untuk Pemprov Riau, melainkan Badan Nasional Penanggungulangan Bencana (BNPB). Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (Sumber: tirto.id) "Kami mengirimkan tim untuk membantu, lokasinya di mana, diatur bersama Kemendagri dan BNPB. ...

Kapolri Akan 'Out'-kan Polisi yang Tidak Bisa Tangkap Pelaku Pembakaran Lahan

(Sumber: rri.co.id) Berdasarkan hasil pantauan dari udara dari Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto; Kepala BNPB, Doni Monardo; Kapolri, Jenderal Tito Karnavian; mengemukakan tidak melihat ada yang terbakar.  Ketiganya tidak melihat kebun sawit maupun hutan tanaman industri yang terbakar. Namun, yang terbakar adalah hutan atau semak . “Artinya, ini ada indikasi kuat terjadinya pembakaran, kesengajaan. Sebagian sudah ditangkap, itu juga membuktikan bahwa peristiwa itu ada,” kata Tito. Oleh karena itu, Tito menegaskan akan mengintensifkan upaya untuk melakukan penegakan hukum. Ia mengaku sudah melaksanakan video conference dengan seluruh Kapolda dan seluruh kapolres seluruh Indonesia. (Sumber: republika.co.id) Penekanan kepada 6 Polda yang paling utama yaitu Polda Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Tapi juga ada yang level tier dua yaitu Sumatra Utara, kemudian Lampung, Kalimantan Timur, ...

Muhammadiyah Desak Pemerintah Naikkan Status Kasus Karhutla

(Sumber: kompas.com) PP Pemuda Muhammadiyah mendesak pemerintah Indonesia segera mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di berbagai daerah.  Ketua PP Pemuda Muhammadiyah , Sunanto alias Cak Nanto, mengatakan bencana asap atas karhutla telah berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat. Ia meminta pemerintah segera menaikkan status darurat atas peristiwa karhutla itu. "Menetapkan Status Darurat Bencana Asap Nasional dan mengambil alih penanggulangan bencana asap oleh pemerintah pusat karena pemerintah daerah belum menunjukkan keseriusan dalam merespon bencana asap," kata Cak Nanto. Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto (Sumber: detik.com) Selain itu, PP Muhammadiyah juga mendesak pemerintah pusat untuk bertindak cepat dengan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi  karhutla . Ia menyarankan pemerintah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk  memadamkan titik api di Riau dan Kalimantan Tengah. Cak Nanto juga m...

Kebakaran Menyebar Hingga ke Perbukitan, Listrik Ikut Dipadamkan

(Sumber: nusramedia.com) Kebakaran lahan hutan terjadi di kawasan wisata Bukit Pandanan , Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada hari Minggu (18/8) sejak pukul 14.00 WITA. Api masih menyala hingga malam hari. Petugas berusaha keras untuk memadamkan api tersebut.  Kabag Humas Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Mujaddid Muhas, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Saat ini, petugas pemadam kebakaran sedang berupaya memadamkan kobaran api yang membakar rumput dan pepohonan yang sudah mengering. Hingga Minggu pukul 23.00 WITA, petugas pemadam kebakaran dan tim BPBD Kabupaten Lombok Utara masih berjuang memadamkan api yang sudah meluas hingga ke atas bukit. (Sumber: ytimg.com) “Dua unit mobil water canon milik Kepolisian Daerah NTB juga dikerahkan untuk membantu upaya pemadaman api,” katanya. Akibat kebakaran kawasan perbukitan di dekat pantai tersebut, PLN memadamkan listrik mulai dari Desa Malaka hingga ke kawasan tiga gili,...

Polda Bentuk 6 Tim untuk Tangani Kasus Karhutla

Asap pekat mengepul dari lahan gambut yang terbakar di Pekanbaru, Riau, Kamis (1/8) (Sumber: antaranews.com) Polisi tengah memroses peristiwa kebakaran hutan dan lahan ( karhutla ) di Riau . Sebanyak 68 kasus menjerat 60 orang sebagai tersangka.  "Untuk penegakan hukum, sudah ada 60 tersangka dari 68 kasus yang ditangani Polda Riau ," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo.  Sementara karhutla di Kalimantan dan Jambi, dikatakannya belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Polisi masih menyelidiki kasus karhutla untuk menjerat pelaku pembakaran tersebut.         "Polda Kalimantan Tengah dan Polda Kalimantan Barat dan Polda Jambi, untuk 2 Polda lainnya masih belum ditetapkan sebagai tersangka," jelasnya.  Selain itu juga, Dedi menjelaskan bahwa titik api karhutla atau hotspot sudah mengalami penurunan karena berhasil dipadamkan oleh aparat gabungan TNI-Polri dan para relawan. ...

Riau Kembali Dilanda Kebakaran Hutan dan Lahan

Ilustrasi kebakaran hutan (Sumber: Google) Satelit Terra dan Aqua mendeteksi 9 titik panas yang mengindikasikan terjadi kebakaran hutan dan lahan ( karhutla ) di Provinsi Riau . Berdasarkan laporan BMKG Stasiun Pekanbaru, pantauan terakhir pukul 06.00 WIB, Senin (4/2/2019), menunjukkan ada 9 titik panas ( hotspot ) di 3 kabupaten. Kabupaten Bengkalis dan Pelalawan masing-masing ada 4 titik, dan 1 di Indragiri Hilir. Dari semua titik panas, 6 titik memiliki tingkat keakuratan di atas 70% sehingga bisa dipastikan merupakan kebakaran. Titik itu tersebar di Bengkalis sebanyak 4 titik dan di Pelalawan 2 titik. Selama 3 hari terakhir, karhutla belum bisa dikendalikan di Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai. Daerah tersebut merupakan perbatasan Dumai dengan Bengkalis. "Kebakaran sudah hampir 3 hari. Luasnya diperkirakan sudah sampai 10 hektare," kata Anggota Masyarakat Perduli Api (MPA) dan juga Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Teluk Mak...