Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label keamanan

Benarkah Kunci Setang Motor ke Kanan Lebih Aman?

  (Sumber: Google) Katanya, mengunci setang motor ke arah kanan bakal lebih aman dibanding ke arah kiri. Benarkah  mengunci setang ke kanan bisa mempersulit pencurian sepeda motor? Menurut Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM), Endro Sutarno, memang ada tipe sepeda motor yang seperti itu. Jika setang dikunci ke kanan, maka bagian setang akan menghalangi akses ke lubang kunci kontak. "Ini memang jadi hambatan orang kalau mau mencuri motor. Agak kesusahan atau bisa jadi pencuri akan lebih lama dalam menjalankan aksinya," ujar Endro. Namun, ia menyatakan bahwa kondisi mengunci ke kanan menyulitkan si pencuri. Soal mengunci motor, itu menjadi pilihan sendiri bagi para pemilik sepeda motor. (Sumber: Google) "Kalau kami dari pihak produsen tidak bisa mengarahkan. Karena kami sendiri juga memiliki kebiasaan masing-masing. Cukup sulit disamakan," tukasnya lagi. Langkah yang bisa diambil, untuk meminimalkan aksi pencurian sepeda motor ada beberapa langkah. A...

Peneliti Kembangkan Headphone Cerdas Bagi Pejalan Kaki

(Sumber: idntimes.com) Para peneliti asal Universitas Columbia dikabarkan telah menciptakan satu set headphone yang berfungsi untuk menciptakan rasa aman bagi pengguna yang mengoperasikannya saat berjalan kaki. Melansir SlashGear , ide yang mendasari peluncuran headphone tersebut karena selama 7 tahun terakhir ini tingkat kecelakaan dan kematian orang di AS meningkat 3 kali lipat akibat penggunaan headphone yang di luar standar. Mereka yang mengenakan headphone  tidak dapat mendengar peringatan seperti klakson mobil, teriakan, atau suara kendaraan yang mendekat. Fenomena tersebut dikenal sebagai ' twalking '. Para peneliti menciptakan sistem headphone cerdas yang dapat memperingatkan pejalan kaki akan bahaya yang akan terjadi. Headphone ini menggunakan mikrofon mini dan pemrosesan sinyal cerdas untuk mendeteksi suara kendaraan yang mendekat. (Sumber: forthepeople.com) Ketika bahaya sudah mendekat, sistem akan mengirimkan peringatan audio ke hea...

Proyek Ambisius India Untuk Dunia

(Sumber: Google) Pemerintah India memiliki rencana ambisius, yakni membangun salah satu sistem pengenalan wajah terbesar di dunia. Proyek ini membayangkan masa depan di mana polisi dari 29 negara bagian dan 7 wilayah serikat akan memiliki akses ke database tunggal terpusat. Rencana itu berangkat dari maraknya kasus anak hilang di negara berpenduduk 1,37 miliar itu. Sebagian besar dari mereka adalah korban perdagangan orang, dipaksa bekerja di ladang, di pabrik garmen, atau di rumah bordil. Upaya pencocokkan foto dimungkinkan oleh teknologi pengenal wajah yang disediakan oleh polisi New Delhi. Namun, pencocokkan secara manual memiliki kendala, di mana menemukan ribuan anak yang hilang menjadi salah satu tantangan kepolisian India , dilansir dari CNN  (21/10). (Sumber: Google) Pasalnya, India hanya memiliki 144 petugas polisi untuk setiap 100 ribu warga, dibandingkan dengan 318 per 100 ribu warga di Uni Eropa. Dalam beberapa tahun terakhir, pihak berwenan...

Kominfo: Tidak Ada Jaminan Keamanan Jika Berbelanja di Medsos

(Sumber: digitaldealer.com) Media sosial seringkali digunakan sebagai tempat untuk berjualan online . Namun hal tersebut dinilai kurang aman bagi konsumen karena tidak adanya jaminan keamanan . Ditjen Aptika Kementerian Komunifo, Semuel Abrijani Pangerepan menjelaskan media sosial bukanlah tempat untuk melakukan transaksi jual beli. Pasalnya platform yang digunakan tidak bisa menjamin keamanan ketika melakukan transaksi. "Media sosial bukan tempat untuk berdagang. Bagaimana kita bisa mendapat jaminan dari transaksi itu? Itu bahaya. Sekarang kalo ada kejadian, lapor ke mana?" kata Semuel. Semuel menerangkan, media sosial akan lebih tepat digunakan sebagai layanan komunikasi agar bisa terhubung dengan pengguna lainnya. Kendati banyak yang pelaku usaha yang menjual barangnya melalui media sosial, Semuel menyarankan agar masyarakat untuk lebih memilih marketplace atau e-commerce ketika melakukan aktivitas belanja online . Menurutnya, jika terjadi masal...

Moeldoko Dukung Patroli Siber di Platform WhatsApp

(Sumber: Shutterstock) Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal (Purn) Moeldoko menyetujui patroli siber pada WhatsApp grup. Menurutnya, negara perlu memantau agar tak ada kondisi yang mengganggu situasi nasional . Moeldoko juga menyebutkan jika Menko Polhukam, Panglima TNI, Kapolri, Menkominfo, Mendagri dan Jaksa Agung sudah sepakat memberikan perhatian lebih terhadap media sosial untuk menjaga situasi yang diduga bisa mengacaukan situasi negara .  "Bahkan akan memunculkan situasi yang semakin runyam. Maka negara tidak boleh ragu-ragu untuk mengambil keputusan bahwa salah satu media sosial atau WhatsApp dan seterusnya apapun itu yang nyata-nyata akan mengganggu situasi keamanan nasional , maka harus ada upaya untuk mengurangi tensi itu," ungkapnya. Ketua Staf Kepresidenan, Moeldoko (Sumber: harnas.co) Terkait privasi seseorang, menurutnya, patroli siber lebih diperlukan untuk menjaga keamanan negara. "Hitungannya kan begini, kita memikirka...

Selama Hampir 2 Dekade, Ternyata WinRAR Menyimpan Bug Berbahaya

(Sumber: Google) WinRAR telah ada selama hampir 2 dekade. Sebuah software untuk mengekstrak file ZIP dan arsip file lainnya di PC. Lebih dari 500 juta orang telah menggunakannya selama bertahun-tahun. Mereka akan senang mendengar akhirnya WinRAR memperbaiki keamanan yang tidak terdeteksi selama 19 tahun. Dilansir dari Ubergizmo, celah keamanan ditemukan oleh para peneliti di Check Point Research. Penemuan itu menemukan kemungkinan peretas memanipulasi WinRAR untuk mengekstraksi program berbahaya ke folder PC dengan mengganti nama file ACE dengan ekstensi RAR. Program berbahaya itu kemudian secara otomatis akan aktif ketika PC dinyalakan. Para peneliti mengatakan bahwa kecacatan ini tidak terdeteksi selama 19 tahun. Dan segera setelah mereka melaporkannya, WinRAR menambalnya dengan versi 5.70 beta 1 dari software -nya. Versi terbaru mengakhiri dukungan untuk arsip ACE. WinRAR sebenarnya menggunakan alat pihak ketiga untuk membongkar arsip ACE di tempat pertama yang be...