Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label kebakaran hutan

Mie Scattering, Fenomena Langit Merah di Jambi

(Sumber: tribunnews.com) Akibat kebakaran hutan di sejumlah wilayah, beberapa hari belakangan viral sebuah fenomena langit merah yang terjadi di wilayah Provinsi Jambi. BMKG menjelaskan hal tersebut.  Jika ditinjau dari teori fisika atmosfer pada panjang gelombang sinar, maka hal tersebut disebabkan adanya partikel berukuran kecil atau aerosol yang mengapung di udara. Partikel yang mengapung tersebut menghamburkan sinar matahari. Peristiwa tersebut dikenal dengan istilah hamburan mie ( Mie Scattering ). Lihat postingan ini di Instagram Beberapa hari terakhir, beredar viral di masyarakat langit di Muaro Jambi berwarna merah, sinar matahari tertutup asap tebal. . . BMKG mencatat hal tersebut peristiwa yang dapat dijelaskan secara ilmiah. . . Hasil analisis citra satelit Himawari-8 tanggal 21 September di sekitar Muaro Jambi, tampak terdapat *banyak titik panas* dan sebaran *asap yang sangat tebal*. . . Asap dari...

Kapolri Akan 'Out'-kan Polisi yang Tidak Bisa Tangkap Pelaku Pembakaran Lahan

(Sumber: rri.co.id) Berdasarkan hasil pantauan dari udara dari Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto; Kepala BNPB, Doni Monardo; Kapolri, Jenderal Tito Karnavian; mengemukakan tidak melihat ada yang terbakar.  Ketiganya tidak melihat kebun sawit maupun hutan tanaman industri yang terbakar. Namun, yang terbakar adalah hutan atau semak . “Artinya, ini ada indikasi kuat terjadinya pembakaran, kesengajaan. Sebagian sudah ditangkap, itu juga membuktikan bahwa peristiwa itu ada,” kata Tito. Oleh karena itu, Tito menegaskan akan mengintensifkan upaya untuk melakukan penegakan hukum. Ia mengaku sudah melaksanakan video conference dengan seluruh Kapolda dan seluruh kapolres seluruh Indonesia. (Sumber: republika.co.id) Penekanan kepada 6 Polda yang paling utama yaitu Polda Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Tapi juga ada yang level tier dua yaitu Sumatra Utara, kemudian Lampung, Kalimantan Timur, ...

Muhammadiyah Desak Pemerintah Naikkan Status Kasus Karhutla

(Sumber: kompas.com) PP Pemuda Muhammadiyah mendesak pemerintah Indonesia segera mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di berbagai daerah.  Ketua PP Pemuda Muhammadiyah , Sunanto alias Cak Nanto, mengatakan bencana asap atas karhutla telah berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat. Ia meminta pemerintah segera menaikkan status darurat atas peristiwa karhutla itu. "Menetapkan Status Darurat Bencana Asap Nasional dan mengambil alih penanggulangan bencana asap oleh pemerintah pusat karena pemerintah daerah belum menunjukkan keseriusan dalam merespon bencana asap," kata Cak Nanto. Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto (Sumber: detik.com) Selain itu, PP Muhammadiyah juga mendesak pemerintah pusat untuk bertindak cepat dengan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi  karhutla . Ia menyarankan pemerintah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk  memadamkan titik api di Riau dan Kalimantan Tengah. Cak Nanto juga m...

BNPB Lakukan Pengawasan di Titik Panas untuk Cegah Kebakaran Hutan

(Sumber: Google) Pelaksana Harian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB, Agus Wibowo, mengatakan titik panas kebakaran hutan dan lahan diperkirakan masih akan terus bertambah. "BBMKG memperkirakan musim kering masih akan terjadi selama beberapa bulan. Karena itu, t itik panas diperkirakan masih akan bertambah," kata Agus. Agus mengatakan, pasukan TNI sudah dikirimkan untuk mencegah kebakaran hutan ke 5 provinsi yang sudah dinyatakan statusnya darurat kebakaran hutan dan lahan . Daerah itu adalah Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Jambi juga menjadi salah satu provinsi yang menjadi fokus pencegahan kebakaran hutan dan lahan , tetapi baru dinyatakan status darurat pada 23 Juli 2019. "Total sudah ada 5.679 personel TNI yang dikirimkan ke 5 provinsi. Di Jambi belum dikirimkan karena baru saja menyatakan status darurat," tuturnya. (Sumber: inews.id) Agus mengatakan...

Kebakaran Hutan Sebabkan Warga Riau Terpapar Udara Tak Sehat

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (Sumber: Google) Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi selama 2 minggu ini mulai membuat masyarakat menderita penyakit akibat terpapar kabut asap. Lokasi kebakaran berada di wilayah pesisir Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau . "Puskesmas kita sudah menangani beberapa pasien yang mulai batuk-batuk, flu akibat dampak asap," kata Camat Rupat, Hanafi. Hanafi mengatakan, 4 hari terakhir kondisi kebakaran hutan di wilayah tersebut terus memburuk. Pada Senin pekan ini, kabut asap bahkan terpantau pada level berbahaya dengan jarak pandang hanya 100 meter. Secara umum, korban kabut asap terdiri dari orang dewasa dan beberapa di antaranya bayi. Meski terus terpapar udara tidak sehat hingga berbahaya, dia mengatakan belum ada warganya yang mengungsi. Aktivitas warga pun masih tergolong normal, meski dia mengimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Selain itu, dia juga mengimbau kepada masyarakat yang mulai mengeluh...