Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label pendidikan

Bukan Hanya IQ Saja yang Penting, Tapi Juga EQ dan SQ

(Sumber: Google) Beberapa waktu lalu, kita dikejutkan oleh kasus tindak kriminal sadis oleh sarjana yang terjadi di di salah satu apartemen di Jakarta Pusat. Diketahui, pelaku, selama kuliah tercatat sebagai mahasiswa pintar dan pernah mengikuti Olimpiade Kimia tingkat provinsi. Dia juga mengajar sejumlah mahasiswa di almamaternya dan beberapa kampus lain. Karena adanya pendemi Covid-19, pelaku tidak dapat lagi melakukan aktivitas tersebut hingga mengalami himpitan ekonomi. Tindakan kriminal yang dilakukannya tergolong kejam dan sadis. Pelaku bersekongkol melakukan pemerasan dan penipuan kepada korban, hingga membunuh dan memutilasinya. Kejadian itu barangkali bisa menjadi contoh bagi kita bahwa kecerdasan emosional juga penting, selain kecerdasan intelektual. Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk merasa, ' what do I feel? '. Kecerdasan itu disebut EQ atau Emosional Quotient , dan itu tidak diajarkan di bangku sekolah SD, SMP, SMA atau bahkan sampai Universitas. Kecerdasa...

Dalam Islam, Orang Mulia adalah yang Tidak Meremehkan 4 Hal Ini

(Sumber: Google) Menurut Islam, orang mulia adalah orang yang berperilaku terpuji. Yaitu orang-orang yang memuliakan dirinya dengan cara bertakwa kepada Allah. Sementara itu, salah satu tanda orang yang bijaksana adalah lebih mementingkan akhirat daripada dunia. Dalam kitab Nashaihul Ibad, Syekh Nawawi Al-Bantani mengungkapkan perkataan Yahya Ibn Mua’dz radhiyallahu 'anhu sebagai berikut: “Orang mulia (orang yang memiliki perilaku terpuji, yaitu orang-orang yang memuliakan dirinya dengan cara bertakwa kepada Allah SWT dan menjaga diri dari perbuatan maksiat), tidak akan durhaka kepada Allah. Sedangkan orang yang bijaksana adalah orang yang memiliki perilaku yang benar dan tidak menyimpang, orang yang mencegah dirinya untuk melawan pertimbangan akal sehatnya. Orang yang bijaksana tidak akan lebih mementingkan dunia daripada akhirat.” (Sumber: Google) Jika menjalankan syariat Islam dengan baik dan benar dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah, niscaya umat Islam akan menjadi manusi...

Wacana Jokowi Datangkan Rektor dari Luar Negeri Dikritik Guru Besar UI

(Sumber: sindonews.com) Guru Besar Hukum Internasional UI, Hikmahanto Juwana mengkritisi wacana Presiden Jokowi untuk mendatangkan rektor dari luar negeri untuk membantu pendidikan di Indonesia. "Meski masih wacana dan mungkin untuk memacu para calon rektor untuk menyamai prestasi rektor luar negeri . Pernyataan Presiden terkait hal tersebut sangat disayangkan," ujarnya. Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf, saat Presiden bertemu dengan para pekerja seni di Istana Bogor. Selain merencanakan dana abadi yang disisihkan untuk pendidikan pekerja seni, Presiden juga sempat membahas akan mendatangkan tenaga pengajar hingga rektor dari luar negeri . 5 Pertimbangan Jika Mengambil Rektor dari Luar Negeri Hikmahanto mengungkapkan, ada 5 alasan untuk ini. Pertama, apakah mendatangkan rektor dari luar negeri berarti calon tersebut tidak mengikuti syarat dan proses seleksi yang sudah ditetapkan? Padahal seperti UI yang saat...

Mendikbud: Ada yang Pura-Pura Belum Tersosialisasi Sistem Zonasi

Menteri Pendidikan dan Budaya, Muhadjir Effendy (Sumber: .al-waysh9.com) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy membantah jika sosialisasi mengenai sistem zonasi tidak tersosialisasi dengan baik. Ia mengatakan, aturan mengenai pelaksanaan PPDB 2019 sistem zonasi sudah keluar sejak tahun lalu.  Menurutnya, banyak orangtua siswa yang sudah mendapatkan informasi mengenai sistem itu tetapi pura-pura tidak tahu.  "Masyarakat ini ada yang memang belum tersosialisasi dan ada yang pura-pura belum tersosialisasi karena dia masih berharap keinginannya bisa terpenuhi," ujarnya. Ia menyatakan bahwa kebijakan ini harus tetap dilakukan. Sehingga, era pemberian label "sekolah favorit" di Indonesia sudah selesai. Muhadjir menambahkan, sosialisasi juga terus dilakukan. Melihat peraturan di tingkat daerah mulai dari peraturan gubernur, bupati, atau wali kota sudah harus selesai sejak Maret lalu. Ia berharap tidak terjadi kisruh di dae...

KPAI: Semakin Ditolak, Sistem Zonasi Harus Semakin Dipertahankan

(Sumber: tribunnews.com) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi , mengharuskan calon peserta didik mengambil sekolah dengan jarak tempuh terdekat dari tempat domisili masing-masing. Berlakunya sistem ini menuai banyak kontroversi bagi calon peserta didik baru. Banyak dari mereka yang tak mendapatkan sekolah yang diinginkan. Kendati demikian, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendukung terlaksananya sistem tersebut. Pengalaman Retno Listyarti, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, yang pernah menjabat sebagai guru selama 25 tahun. Ia membagi pengalaman terkait sekolah unggulan dan non-unggulan, yang perbedaannya sangat jauh. "Semakin ditolak, sistem ini harus dipertahankan. Selama saya menjabat jadi guru 25 tahun terjadi perbedaan antara sekolah unggul dan tidak unggul," katanya. Retno Listyarti (Sumber: fajar.co.id) Lanjut Retno, sistem zonasi juga memiliki banyak keunggulan dan memiliki kepentingan yang baik untuk anak. Dengan ...

Dalam Dunia Pendidikan, Bukan Hanya Tentang Kurikulum

(Sumber: Google) Dalam dunia pendidikan pasti selalu berhubungan dengan guru, murid dan sekolah. Banyak yang beranggapan bahwa di balik murid yang sukses, ada seorang guru yang berjasa. Namun, pendidikan itu tak selalu berhubungan dengan pembelajaran saja. Najelaa Shihab, seorang psikolog dan pendidik, mengatakan kalau pendidikan itu tak hanya tentang kurikulum saja. Tapi, dalam kurikulum yang baik ada kekuatan hubungan. "Guru, bukan mengajar kurikulum dan mengajar manusia. Saya selalu percaya kekuatan pendidikan itu adalah hubungannya. Karena, minat dan bakat anak beda-beda. Setiap yang dia tumbuh punya konteks yang berbeda," katanya. Adanya guru yang berkompeten sangat diperlukan oleh siswa. Najelaa Shihab, psikolog dan pendidik (Sumber: akurat.co) "Guru yang berkompeten adalah guru yang adaptif. Yakni guru yang punya kemampuan beradaptasi dan berkomunikasi yang baik dengan siswa. Bisa berempati dengan muridnya, bisa mendengarkan murid. Seb...