Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label kekerasan

Jokowi Beri Deadline Seminggu Kasus Novel Baswedan

(Sumber: beritagar.id) Hingga kini Polisi belum juga bisa menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik Senior KPK, Novel Baswedan . Oleh karena itu, Presiden Joko Wiodo memberi tenggat waktu seminggu. Dalam minggu ini harus sudah ada progres pengungkapan. Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Raden Argo Yuwono, mengatakan, semua pengungkapan kasus tergantung dari alat bukti yang dimiliki penyidik. Novel Baswedan (Sumber: kompas.com) "Contoh banyak kasus yang belum terungkap, tapi tentunya penyidik tetap melakukan kegiatan mencari. Baik melalui ilmiah, mulai dari induktif lalu deduktif. Kita tetap bekerja untuk mengungkap," kata Argo. Namun demikian, Argo mendapatkan informasi dari penyidik dan informasi sejauh mana proses penyidikan. Ia mengaku perlu menanyakan hal ini kepada penyidik agar tidak salah dalam penyampaian ke publik. "Nanti kan tim belum dapat info dari penyidik. Kita paparan ke pimpinan beberapa kali ...

Setelah Diserang Orang Tak Dikenal, Persoalan Biaya Rumah Sakit Jadi Beban Keluaga

(Sumber: kronologi.id) Seorang pemuda asal Karawang, Jawa Barat yakni Awan Saktianto (21) menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal, Minggu (10/11) di Jalan Kirana, Umbulharjo, Yogyakarta. Kini, ia harus menjalani operasi usai menderita sejumlah luka di beberapa bagian tubuhnya. Pihak keluarga membuka donasi , lantaran kesulitan untuk membayar biaya pengobatan. Adalah Muhammad Latif Rezza, kakak kandung Awan yang berinisiatif membuka donasi untuk membiayai tagihan pengobatan dan perawatan adiknya. Rezza menyampaikan maksudnya itu melalui Twitter. "Harapannya kalau banyak yang membantu, alhamdulillah untuk pengobatan dan pemulihan psikis. Karena kondisinya trauma," kata Rezza. Rezza menjelaskan, adiknya yang kini dirawat di RSUP Dr. Sardjito itu harus menjalani sederet operasi menyusul luka akibat sabetan benda tajam di bagian kepala dan tangan. Dikatakannya, korban memang seperti dibacok berkali-kali. Adik saya jadi korban penganiayaan senjat...

Jangan Ragu, Laporkan Intimidasi Penagih Hutang ke Polisi

(Sumber: matamatanews.com) Salah satu pekerjaan yang cukup ekstrim yakni menjadi penagih hutang . Hanya bermodalkan nyali, siapapun bisa berkecimpung di pekerjaan ini. Namun yang harus diperhatikan adalah bagaimana cara menjalani pekerjaan yang dianggap sebagian orang ini sebagai pekerjaan preman. Tidak jarang, para penagih hutang melakukan intimidasi hingga kekerasan fisik agar pihak yang berhutang mau melunasi hutangnya. Atas dasar itu, Polres Metro Jakarta Barat meminta masyarakat untuk tidak takut melapor ke pihak kepolisian jika menjadi korban intimidasi bahkan kekerasan yang dilakukan para penagih hutang . "Jadi kami imbau kepada warga untuk tidak takut melapor kepada Polres Metro Jakarta Barat apabila ada aksi aksi penagihan dengan kekerasan seperti ini. Kami sudah beberapa kali melakukan penindakan terhadap peristiwa seperti ini," tandas Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edy Suranta Sitepu. (Sumber: tstatic.net) Ia mengatakan...

Novel Baswedan: Saya Bukan Orang Partai

Novel Baswedan (Sumber: republika.co.id) Penyidik senior KPK , Novel Baswedan, membantah klaim para politikus yang menyatakan bahwa dirinya orang partai dan bagian dari mereka. Menurut Novel , klaim tersebut ataupun isu yang bergulir bahwa dirinya berat sebelah ke salah satu kubu, adalah penghinaan yang tak patut dilempar ke KPK . "Masing-masing pekerjaan dibagi di beberapa bidang direktorat dan lain-lain. Sehingga apabila dituduh ada orang saya atau siapapun mengendalikan atau mengoordinir suatu penanganan untuk kepentingan politik, maka itu sama saja menghina KPK tidak berintegritas," tegas Novel. (Sumber: finroll.com) Lebih dalam lagi, penyidik senior KPK itu juga mengatakan bahwa dirinya serta jajaran penyidik, penyelidik, serta seluruh pegawai KPK dan komisionernya terbebas dari tudingan afiliasi ke satu golongan. "Saya kira tuduhan itu tidak benar dan pasti salah. Dan tentunya kita tidak boleh membiarkan ada orang yang terafiliasi parta...

Pengungsi Rohingya Berperahu ke Malaysia

Asap di perbatasan Myanmar saat pengungsi Rohingya berjalan di pantai setelah melintasi perbatasan Bangladesh-Myanmar dengan kapal melalui Teluk Bengal, di Shah Porir Dwip, Bangladesh 11 September 2017 (Sumber: Reuters) Puluhan muslim Rohingya  menaiki sejumlah perahu menuju Malaysia meninggalkan Myanmar dan Bangladesh. Para pekerja bantuan khawatir akan ada gelombang baru pelayaran berbahaya seperti yang pernah terjadi pada 2015. “Satu perahu berupaya berlayar dari pantai selatan Bangladesh pada Rabu (8/11),” ungkap penjaga pantai Bangladesh.  Beberapa perahu lainnya telah meninggalkan Rakhine, Myanmar . Para pejabat Bangladesh menahan 33 Rohingya dan 6 warga Bangladesh di perahu nelayan dengan tujuan Malaysia di wilayah Teluk Bengal. Juru bicara Badan Pengungsi PBB di Myanmar menyatakan, pihaknya telah mendengar laporan serupa tapi belum dapat mengonfirmasi lokasinya. Sementara itu, pemerintah Myanmar belum memberikan komentar tentang perkembangan terb...