Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label otak

Penelitian Ini Temukan Hubungan Antara Pendengaran dan Kemampuan Kognitif

(Sumber: pusatalatbantudengar.com) Penelitian terbaru menemukan hubungan antara gangguan pendengaran dan penurunan kemampuan kognitif . Dilansir dari Daily Mail , peneliti dari Universitas Columbia mengamati 6.451 orang dewasa dengan usia rata-rata 59 tahun. Peserta kemudian menjalani tes pendengaran dan kognitif . Temuan yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Otolaryngology menemukan, untuk setiap 10 desibel (dB) penurunan pendengaran , ada penurunan signifikan dalam kemampuan kognitif . Berusaha mendengar menyebabkan otak bekerja secara berbeda, yang diduga menyebabkan struktur organ berubah dan mempercepat penuaan. Orang tuli juga cenderung mengisolasi diri mereka sendiri, yang mengakibatkan otak mereka menjadi kurang terangsang. (Sumber: pusatalatbantudengar.com) Studi ini tidak membahas apakah gangguan pendengaran menyebabkan gangguan kognitif . Para peneliti mencatat, ada kemungkinan bahwa penurunan awal pada kedua pendengaran dan kinerja kognitif t...

Sarapan Yuk, Supaya Otak Tidak Lemot!

(Sumber: liputan6.com) Sarapan   merupakan sumber asupan penting yang dibutuhkan tubuh yang perlu dilakukan setiap orang sebelum memulai aktivitas di pagi hari. Dengan sarapan , kamu lebih bersemangat dan siap menjalani hari. Meski menjadi hal yang penting, nyatanya kegiatan ini kerap dilewatkan orang banyak, khususnya masyarakat perkotaan. Kesibukan seringkali menjadi alasan membuat orang melewatkan sarapan . Melewatkan kegiatan ini membuat badan terasa lemas, tidak cukup energi, sulit konsentrasi, gampang pusing, dan perut keroncongan. Lantas jika tidak sarapan menjadi sebuah kebiasaan dan sering dilakukan dalam jangka panjang, efek apa yang akan didapat? Berikut penjelasan Prof. Dr. Hardinsyah, MS. (Sumber: Google) "Dalam waktu panjang, keseringan tidak sarapan efeknya bisa kurus, lemas, sulit konsentrasi terus menerus sehingga kemampuan kognitif menurun," terangnya. Untuk risiko penyakit, ada beberapa hal yang mempengaruhi sistem pencern...

Buah Lezat Ini Dapat Meningkatkan Memori Otakmu

(Sumber: Google) Otak adalah organ tubuh yang paling penting. Sangat berperan terhadap jantung, melepas hormon dan mengatur tekanan darah. Pekerjaan itu menggunakan sekitar 20% kalori dalam tubuh. Nutrisi seperti asam lemak omega 3, antioksidan serta vitamin dan mineral sangat dibutuhkan oleh otak . Bukan tanpa sebab, alasannya untuk menyediakan energi dan melindungi dari berbagai penyakit otak . Setiap orang perlu untuk menjaga fungsi otak  agar tetap dalam kondisi baik. Oleh karena itu ada beberapa makanan yang tidak hanya meningkatkan daya ingat, tapi juga meningkatkan konsentrasi otak setiap harinya. Dilansir dari laman BoldSky , berikut 2 makanan yang dipercaya mampu meningkatkan konsentrasi dan daya ingat. Buah Berry (Sumber: cintaihidup.com) Buah ini dikemas dengan antioksidan yang meliputi catechin , quercetin , anthocyanin , dan asam caffeic . Sebuah penelitian menunjukkan bahwa senyawa antioksidan dalam buah berry memiliki banyak efe...

Mencegah Cognitive Decline dengan Interaksi Sosial

(Sumber: salamadian.com) Untuk menghindari datangnya penyakit yang berhubungan dengan otak seperti  Demensia , Alzheimer , Parkinson , dan sebagainya; penting agar semua orang memiliki kepedulian dan kesadaran penuh untuk menjaga kesehatan otak atau fungsi kognitif supaya tetap baik. Dalam urusan menjaga kesehatan otak dan juga fungsi kognitif , Dr. dr. Yuda Taruna, SpS, menyampaikan ada 2 hal utama yang bisa kamu lakukan. Yaitu, deteksi dini dan menjauhi faktor risiko. Untuk kamu yang masih berusia muda, bisa lebih fokus untuk menghindari faktor risikonya. "Untuk yang muda-muda, fokus hindari faktor risikonya. Tapi masalahnya, yang jadi persoalan kebanyakan di Indonesia, makanannya tinggi garam, aktivitas fisik semakin berkurang. Dulu, walaupun mau beli makanan gak sehat, harus usaha dulu jalan ke depan. Sekarang kan nggak, makanan diantar sampai depan rumah," katanya. Dr. dr. Yuda Taruna, SpS (Sumber: akurat.co) Dokter Yuda juga mengatakan, i...

Ahli Neurosains: Berdusta Itu Perlu Kepintaran

(Sumber: Google) Pakar ahli neurosains mengatakan bahwa dalam memproduksi hoaks , butuh kreatifitas dan inovasi yang tinggi. Semakin pintar seseorang, maka akan memudahkannya membuat suatu informasi yang dapat diterima masyarakat. “Kalau orang yang tidak pintar, dia akan sulit berdusta. Jadi untuk berdusta perlu kepintaran. Level dari kepintaran perlu kreativitas tertentu. Dia harus menyerang believe atau theory of mind ,” ujar ahli neurosains, Berry Juliandi. Berry menjelaskan, Sejak kecil manusia sudah mulai berdusta atau disebut sebagai dusta biologis. Hoaks merupakan sesuatu hal yang levelnya lebih kompleks dari berdusta. “Sejak kecil manusia mulai berdusta, anak kecil akan pura-pura menangis agar diberi perhatian. Dan semakin lama semakin pintar. Tapi yang saya omongkan dari tadi adalah dusta karena biologis, adalah kemampuan untuk memanipulasi untuk memperoleh sumberdaya,” ujarnya. Direktur Komunikasi Akademisi Ilmuan Muda Indonesia (ALMI) Inaya Rakhmani ,...