![]() |
| (Sumber: Google) |
KPK menggeledah kantor Kementerian Agama (Kemenag) dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Jakarta.
Penggeledahan dilakukan dalam penyidikan kasus suap pengisian jabatan di lingkungan Kemenag RI Tahun 2018-2019.
"Siang ini dalam rangka penyidikan, tim disebar di kantor Kementerian Agama dan kantor PPP," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.
Febri menyatakan bahwa proses penggeledahan pada 2 kantor tersebut saat ini masih berjalan.
"Kami percaya pihak-pihak di lokasi akan kooperatif dan mendukung proses ini," ucap Febri.
![]() |
| Juru bicara KPK, Febri Diansyah (Sumber: Google) |
Menurutnya, penggeledahan dilakukan karena pihaknya menduga terdapat bukti-bukti yang relevan dengan perkara di lokasi-lokasi tersebut. Untuk diketahui, KPK telah menetapkan 3 tersangka terkait suap pengisian jabatan di lingkungan Kemenag RI Tahun 2018-2019.
Diduga sebagai penerima suap adalah anggota DPR periode 2014-2019 Muhammad Romahurmuziy (RMY).
Sedangkan diduga sebagai pemberi, yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin (HRS).
Dalam kronologi kasus tersebut, KPK menjelaskan bahwa pada akhir tahun 2018, diumumkan proses seleksi secara terbuka melalui "Sistem Layanan Lelang Jabatan Calon Pejabat Pimpinan Tinggi". Pada pengumuman tersebut, salah satu jabatan yang akan diisi adalah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.
![]() |
| M Romahurmuziy (Sumber: harianpijar.com) |
Pengumuman itu juga dapat dibuka secara daring atau online. Selama proses seleksi, terdapat beberapa nama pendaftar untuk seleksi jabatan tersebut, termasuk Haris Hasanuddin.
Sedangkan Muhammad Muafaq Wirahadi mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik dan Haris Hasanuddin mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.
Diduga terjadi komunikasi dan pertemuan antara Muhammad Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin dengan Romahurmuziy dan pihak lain.
Muhammad Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin diduga menghubungi Romahurmuziy untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag Rl.
Sumber: akurat



Komentar
Posting Komentar