(Sumber: muslim.or.id) Salah satu dokter Indonesia, dr. Arifandi Sanjaya, angkat bicara terkait kematian beberapa orang di Amerika karena mengidap penyakit paru-paru akibat penggunaan rokok elektronik atau vape . Menurut dr. Arifandi, kematian tersebut tidak sepenuhnya diakibatkan karena konsumsi vape , lebih disebabkan penggunaan bahan vape yang tidak tepat. Mereka mencampurkan THC atau tetrahidrokanabinol (bahan aktif dari ganja) yang tidak sesuai standar. "Kejadian di Amerika kemarin itu menggunakan THC -nya oil based . Sedangkan THC oil based merupakan THC yang cukup murah kalau di Amerika, yang digunakan tidak untuk dikonsumsi," ungkapnya. (Sumber: idntimes.com) Penggunaan THC berbahan dasar minyak sendiri sebenarnya hanya diperuntukkan untuk bagian luar badan; sebagai minyak gosok untuk menghilangkan nyeri otot dan tidak memabukkan. Jika THC oil based sampai tertelan, bisa menyebabkan kematian. "...