Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Facebook

Keberadaan Konten Negatif di Medsos Akan Didenda Hingga 500 Juta

(Sumber: digination.id) Penyelenggara Sistem Elektronik ( PSE ) mengancam Facebook cs dan Twitter dengan denda ratusan juta rupiah jika membiarkan keberadaan konten negatif dalam platform nya. Hal tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2019 soal Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PSTE) yang disahkan bulan lalu. Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, mengatakan PP tersebut mewajibkan PSE turut aktif memblokir konten negatif yang sudah diklasifikasi di UU ITE. Jika tidak, mereka akan didenda yang dihitung berdasarkan jumlah konten negatif yang ditemukan di platform nya. (Sumber: idntimes.com) "Denda berkisar Rp 100 juta sampai Rp 500 juta per konten negatif . Itu masih kita rumuskan," ujar Semuel. Berdasarkan UU ITE, konten negatif tersebut di antaranya yang berkaitan dengan tindakan asusila, berita bohong atau hoaks, hingga SARA. Kominfo menyebut, pihaknya akan melakukan patroli dan mene...

Hashtag #Deletefacebook Memuncaki Trending Topic

(Sumber: techcrunch.com) Warganet ramai-ramai menyerukan hashtag #Deletefacebook di media sosial. Tagar ini memuncaki trending Twitter pada Selasa (15/10), dilansir dari BBC . Warganet menggunakan tagar #Deletefacebook untuk mengekspresikan kritik mereka atas maraknya konten yang dianggap berbahaya dan penyebaran disinformasi. Namun, beberapa orang menggunakannya untuk men- tweet terhadap sudut pandang politik. Hal itu muncul setelah CEO Facebook, Mark Zuckerberg, mengadakan makan malam informal dengan politisi konservatif dan komentator sayap kanan di Amerika Serikat . Pertemuan itu dilakukan pada bulan Juli lalu, dilaporkan situs berita Politico . Dalam sebuah posting di Facebook, Zuckerberg menjelaskan dirinya melakukan makan malam dengan banyak orang di seluruh spektrum. Mark Zuckerberg (Sumber: tstatic.net) "Mendengar sudut pandang yang berbeda adalah bagian dari pembelajaran," ujarnya. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menuduh Face...

Facebook Rekrut Tim Jurnalis Untuk Kurasi Berita

(Sumber: okeinfo.net) Facebook mengonfirmasi telah merekrut tim jurnalis untuk membantu menyusun berita di tab berita yang akan segera diluncurkan. The New York Times melaporkan bahwa Facebook ingin melibatkan manusia sebagai kurator, bukan hanya mengandalkan algoritma untuk menentukan berita apa yang dilihat penggunanya. Sebuah tim kecil editor akan ditugaskan untuk memilih berita nasional yang paling relevan saat itu. Konten akan muncul di bagian berita teratas di tab berita . Tim akan membuat berita terbaru dan berita utama, tetapi tidak akan bertanggung jawab atas tugas editorial lainnya seperti mengedit judul berita, cerita, atau menulis konten. (Sumber: selular.id) "Tujuan kami dengan Tab Berita adalah untuk memberikan pengalaman yang dipersonalisasi, sangat relevan bagi orang-orang. Mayoritas cerita yang akan dilihat orang akan muncul di tab melalui pemilihan algoritmik," kata Campbell Brown, Kepala Kemitraan Berita Facebook . Facebook m...

Facebook Mengaku Dengarkan Pesan Audio Pengguna Tanpa Izin

(Sumber: Google) Facebook mengakui menggunakan perusahaan eksternal untuk mendengarkan pesan audio yang dikirim antar pengguna demi memperbaiki sistem pengenalan suara . Menurut laporan Bloomberg , Facebook membayar kontraktor untuk menyalin pesan audio yang dikirimkan antar pengguna. Para kontraktor itu tidak tahu dari mana audio itu berasal dan bagaimana Facebook memperolehnya. Sebagai respon atas laporan itu, Facebook menyatakan para pengguna yang memiliki audio yang ditranskrip itu mengonfirmasi opsi ini di aplikasi Messenger dan praktek itu telah dihentikan.  “Seperti Apple dan Google, kami menghentikan review audio manusia lebih dari sepekan lalu,” papar pernyataan Facebook . Meski demikian, Bloomberg menyatakan bahwa dalam kebijakan penggunaan data Facebook , di sana tidak disebutkan manusia berinteraksi dengan audio. Kebijakan itu hanya menyebutkan, “Para vendor dan penyedia layanan yang mendukung bisnis kami dengan menganalisa bagaimana produk k...

Negara Anggota G-7 Khawatirkan Koin Digital, Libra

(Sumber: cbsistatic.com) Para Kepala Keuangan negara-negara ekonomi maju Kelompok Tujuh ( G-7 ) mengabaikan prospek koin digital Libra Facebook pada Rabu (17/7). Mereka bersikeras mempersoalkan regulasi yang sulit harus diselesaikan terlebih dahulu. Rencana besar-besaran perusahaan media sosial untuk meluncurkan koin digital telah bertemu dengan suara sumbang dari regulator, bank sentral, dan pemerintah. Mereka mengatakan, perusahaan harus menghormati aturan anti pencucian uang dan memastikan keamanan transaksi dan data pengguna. Tetapi ada juga kekhawatiran yang lebih dalam bahwa kekuatan perusahaan teknologi besar semakin merambah daerah-daerah milik pemerintah, seperti menerbitkan mata uang. "Kedaulatan bangsa-bangsa dapat terancam," Menteri Keuangan Prancis, Bruno Le Maire. Bruno menjelaskan bahwa para regulator, bank sentral, dan pemerintah khawatir mengenai  Libra . Mereka memandang perlu adanya tindakan kepada Libra . (Sumber:...

Terpapar Bahan Kimia Berbahaya, Facebook Evakuasi Karyawannya

(Sumber: cfr.org) Perusahaan Facebook melakukan evakuasi terhadap karyawannya di 4 bangunan kantor pusatnya. Evakuasi dilakukan karena adanya kemungkinkan paparan sarin , bahan kimia berbahaya yang bisa mengakibatkan kematian. Melansir  Reuters  (2/7), 2 karyawan Facebook dikabarkan terpapar senyawa beracun tersebut dan sudah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Petugas pemadam kebakaran Menlo Park California, Jon Johnston, menjelaskan hal itu bermula ketika sebuah kiriman paket mencurigakan ke kantor pusat Facebook terdeteksi mengandung materi beracun. (Sumber: okeinfo.net) Meski begitu, karyawan yang melakukan kontak langsung dengan paket mencurigakan tersebut tidak menunjukkan gejala keracunan sarin . Seluruh paket yang masuk ke Facebook pun diperiksa dengan teliti. kan protokol standar. Saat ini kami sedang menunggu verifikasi apakah itu benar atau tidak," ujarnya. Juru bicara Facebook, Anthony H...

WhatsApp Kembangkan Fitur Bagikan Status ke Aplikasi Lain

(Sumber: ft.com) WhatsApp dikabarkan kembali melakukan uji coba untuk fitur terbarunya. Kali ini, WhatsApp akan memungkinkan penggunanya membagikan status WhatsApp ke beberapa platform lainnya. Melansir The Verge  (27/6), status yang diunggah pengguna di aplikasi WhatsApp dapat langsung dibagikan ke jejaring sosial Facebook dan Instagram. Selain itu, status tersebut juga kabarnya dapat dibagikan ke platform Gmail dan Google Photos. Meski dapat langsung menghubungkan status ke platform lain, WhatsApp mengatakan fitur tersebut tidak mewajibkan penggunanya menautkan akun WhatsAppnya ke layanan Facebook. Pengguna memiliki opsi apakah ingin mengintegrasikan WhatsApp-nya dengan akun Facebook mereka atau tidak. Hal tersebut juga berlaku untuk beberapa platform lain. (Sumber: jagoanhosting.com) WhatsApp status merupakan fitur berbagi cerita ( stories ) dalam bentuk gambar, teks dan video yang akan otomatis terhapus setelah 24 jam. Belum ada inf...

Instagram, Medsos Terburun untuk Kesehatan Mental

(Sumber: aolcdn.com) Menurut sebuah laporan oleh Royal Society for Public Health di Inggris, Instagram menjadi saluran media sosial terburuk untuk kesehatan mental . Setelah itu, disusul Snapchat yang berada di urutan kedua. Para peneliti mengevaluasi 1.179 orang yang tinggal di Inggris, antara usia 14 hingga 24 tahun. Mereka ditanya bagaimana Facebook, Instagram , YouTube, Twitter dan Snapchat memberi dampak pada diri mereka. Hasilnya, platform media sosial juga dinilai berdasarkan dampaknya pada kualitas tidur, kecemasan, depresi, takut ketinggalan (FOMO), kesepian, intimidasi, dan masalah citra tubuh. Laporan ini sebagian besar mencerminkan apa yang dirasakan para peserta setelah melalui umpan foto di semua platform dan dilakukan untuk memahami dampaknya terhadap kesehatan mental seseorang. (Sumber: photobox.co.uk) Kenapa Instagram adalah yang terburuk? Dari 5 situs jejaring sosial ini, platform berbagi foto ini ditemukan telah membuat para ...

Pakar Keamanan Siber: Yang Terjadi Pada Facebook Bukan Serangan Hacker

(Sumber: techcrunch.com) Pasca mengalami gangguan, seluruh layanan perusahaan Facebook kembali bisa digunakan.  Platform media sosial Facebook dan Instagram saat ini kembali bisa diakses penggunanya. Layanan Whatsapp juga sudah dapat mengirimkan dan menerima pesan. Melansir The Verge, seorang juru bicara Facebook membenarkan adanya kesulitan akses pengguna kepada seluruh layanannya.  "Kami sedang berupaya menyelesaikan masalah ini sesegera mungkin," ujarnya pada hari Minggu (14/4). Facebook tidak menjelaskan apa penyebab terjadinya gangguan berupa down dalam layanannya. Menanggapi hal tersebut, Pakar Keamanan Siber dan Media Sosial, Kun Arief Cahyantoro, menilai gangguan yang terjadi pada Facebook bukan serangan hacker , melainkan hanya pembaruan sistem atau update engine . (Sumber: Google) "Indikasinya sama seperti yang lalu, banyak yang mengindikasikan sebagai Distributed Denial of Service (DDOS) atau serangan hacker , tapi sebenarnya...

Grup Platform Facebook Alami Down

(Sumber: Getty Images) Facebook, WhatsApp dan Instagram kembali mengalami down untuk seluruh penggunanya di dunia. Beberapa pengguna melaporkan tidak bisa mengakses ketiga platform milik perusahaan Facebook tersebut. Dalam laporan The Verge , seluruh layanan miliki perusahaan Facebook tidak dapat akses. Belum diketahui secara pasti apa penyebab masalah tersebut. Pada media sosial Facebook, pengguna tidak dapat mengakses masuk baik melalui aplikasi maupun peramban web. Sementara pada layanan WhatsApp, pengguna tidak dapat mengirim atau menerima pesan masuk. Dalam laman pengecekan masalah internet https://Downdetector.Co.Uk, layanan Facebook, Instagram, WhatsApp dan Messenger menampilkan trafik datar yang menandakan tidak bisa mengakses layanan. Lebih lanjut pada layanan WhatsApp, pengguna tidak dapat melakukan komunikasi baik mengirimkan atau pun menerima pesan. Begitu juga pada platform Instagram yang tidak dapat memperbarui atau me- refresh tampilan feed. Pa...

Grup Aplikasi Facebook Alami Gangguan, Warganet Curiga Ada Serangan Cyber

(Sumber: Google) Sudah 2 hari ini masyarakat mengeluhkan gangguan layanan Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Beragam spekulasi penyebab dari gangguan ini pun bermunculan, termasuk isu serangan cyber . "Kami sadar bahwa beberapa orang saat ini mengalami masalah dalam mengakses kumpulan aplikasi Facebook. Kami berupaya menyelesaikan masalah ini secepatnya," kata pihak Facebook. Dilansir dari Times Now, divisi TI Facebook mengonfirmasi bahwa gangguan yang terjadi tidak terkait dengan serangan cyber Distributed Denial of Service (DDoS). "Kami fokus pada upaya untuk menyelesaikan masalah sesegera mungkin, tetapi dapat mengonfirmasi bahwa masalah itu tidak terkait dengan serangan DDoS," jelas pihak Facebook, meyakinkan penggunanya. (Sumber: kompas.com) Sebelumnya, meskipun pengguna dapat membuka aplikasi seperti Facebook dan Instagram, mereka mengalami masalah ketika ingin mengunggah konten. Sementara pada WhatsApp, gangguan yang terjadi...