Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label kesehatan mental

Minyak Esensial Ini Bantu Konsentrasi Ketika Meditasi

(Sumber: hellosehat.com) Bukan tugas yang mudah untuk mematikan pikiran, duduk tenang untuk sementara waktu dan melupakan semua kekhawatiran. Sebagian besar orang yang melakukan  meditasi merasa sulit mengendalikan pikiran mereka. Pikiran mereka mengembara ke beberapa tempat dan setelah beberapa waktu mereka bosan atau cemas, kemudian berhenti. Ada banyak alasan mengapa kamu harus ber meditasi setiap hari. Berdasarkan penelitian, ini membantu menurunkan tekanan darah; memperlambat penuaan otak; mengurangi stres, kecemasan, dan emosi negatif. (Sumber: seruni.id) Ada beberapa hal yang dapat membantumu ber meditasi , salah satunya dengan minyak esensial . Minyak esensial atau minyak atsiri adalah ekstrak aromatik dari tanaman yang memiliki sifat terapeutik yang signifikan. Ini dapat digunakan dalam beberapa cara. Kamu bisa mengoleskan beberapa tetes minyak pada kulit atau menyebarkannya ke udara untuk menenangkan pikiranmu, meningkatkan mood ,...

Tahukah Kamu Bedanya Psikolog dan Psikiater?

(Sumber: hellosehat.com) Kita tahu bahwa psikolog dan psikiater merupakan orang yang bekerja di bidang yang menanggulangi mental dan masalah kejiwaan. Tapi, kedua pekerjaan tersebut itu berbeda dan mempunyai tanggung jawabnya masing-masing dalam menanggulangi pasien. Menurut Liza Marielly Djaprie, M.Psi, CH, kedua pekerjaan tersebut berbeda secara teori. Psikiater , merupakan lulusan kedokteran di mana sehabis lulus, mereka mengambil spesialis psikiatri.   "Mereka punya kemampuan untuk meramu dan meresepkan obat. Cara menyembuhkan pasiennya dengan cara holistik dan memberikan obat," katanya. Sementara, psikolog  adalah mereka yang lebih menanggulangi dengan cara memberikan solusi, kemudian mengajak terapi hingga mengobrol bersama dan memberikan sebuah pekerjaan rumah yang harus pasien lakukan. (Sumber: Google) "Mereka lulusan psikolog yang membantu proses penyembuhan dengan memberikan terapi ataupun konseling," jelasnya. Lalu, ba...

Kerja di Akhir Pekan Bisa Kacaukan Kesehatan Mental, Terutama Wanita

(Sumber: amazonaws.com) Tidak sedikit orang yang harus tetap bekerja saat akhir pekan . Sayangnya, ada kabar buruk bagi mereka yang memiliki profesi tersebut. Dilansir dari Her.ie , sebuah penelitian baru menemukan bahwa akhir pekan yang diisi dengan bekerja dapat benar-benar mengacaukan kesehatan mental . Para peneliti di UCL dan Queen Mary University of London menemukan bahwa mereka yang bekerja berjam-jam dan pada akhir pekan berisiko lebih tinggi mengalami depresi. Dan, wanita lebih berisiko daripada pria. (Sumber: Google) Survei menganalisis 20 ribu pekerja dan menemukan bahwa mereka yang bekerja lebih dari 55 jam per minggu menunjukkan 7,3% lebih banyak gejala depresi. Pada wanita menunjukan 4,6% yang bekerja di akhir pekan mengalami gejala depresi. Sementara 3,4% pada pria menunjukkan tanda-tanda depresi. Gill Weston selaku penulis utama studi ini, mengatakan, ini adalah studi observasional, sehingga meski belum dapat ditentukan apa penyeba...

Wanita Butuh Lebih Banyak Tidur Dibanding Pria

(Sumber: tempo.co) Pria dan wanita memiliki kebutuhan tubuh yang berbeda. Kebutuhan tersebut termasuk kebutuhan fisik, pemenuhan emosional, hingga keuangan. Mereka berbeda dalam setiap aspek. Tubuh wanita membutuhkan lebih banyak istirahat daripada pria. Sebuah penelitian menyatakan bahwa wanita lebih rentan terhadap masalah tidur, depresi, insomnia dan masalah mental lainnya. Akibatnya, pikiran wanita membutuhkan istirahat tambahan daripada pria. Bukan hanya berdasarkan jenis kelamin, tetapi kelompok umur juga menyebabkan fluktuasi jam tidur. Anak-anak perlu tidur selama sekitar 10 jam untuk memberi istirahat pada pikiran mereka dari tekanan belajar yang konstan. Sedangkan wanita paruh baya rata-rata perlu tidur selama 7-9 jam.  Berikut alasan mengapa seorang wanita membutuhkan lebih banyak tidur daripada pria. Jadwal sibuk (Sumber: hipwee.com) Wanita memiliki jadwal yang lebih sibuk daripada pria. Bukan hanya mengelola pekerjaan rumah ...

Lakukan Detoks Medsos Kalau Kamu Sudah Merasa Seperti Ini

(Sumber: medkomtek.com) Dampak buruk media sosial sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental para pengguna. Untuk itu, perlu dilakukan detoks media sosial untuk menghindari efek samping yang tak diinginkan.  Detoks media sosial sudah dilakukan oleh aktris senior, Susan Bachtiar. Ia membeberkan bahwa pernah mengalami kecanduan menonton film di gadget ataupun bioskop.  "Dulu itu pernah sampai begadang sampai jam 1 malam untuk nonton film. Bahkan pernah nonton 4 film di hari yang sama di bioskop," katanya.  Akan tetapi masih sedikit masyarakat yang tak paham untuk memulai detoks media sosial . Lantas kapan waktu yang tepat? (Sumber: amazonaws.com) Adjie Santosoputro, Emotional Healing & Mindfulness Expert Co-Founder Jeda Wellnest , membeberkan waktu yang tempat untuk memulai detoks media sosial .  "Hentikan pemakaian media sosial ketika sudah merasa sensitif, emosi tidak stabil, tidak bahagia dan sulit tidur nyenyak,"...

Instagram, Medsos Terburun untuk Kesehatan Mental

(Sumber: aolcdn.com) Menurut sebuah laporan oleh Royal Society for Public Health di Inggris, Instagram menjadi saluran media sosial terburuk untuk kesehatan mental . Setelah itu, disusul Snapchat yang berada di urutan kedua. Para peneliti mengevaluasi 1.179 orang yang tinggal di Inggris, antara usia 14 hingga 24 tahun. Mereka ditanya bagaimana Facebook, Instagram , YouTube, Twitter dan Snapchat memberi dampak pada diri mereka. Hasilnya, platform media sosial juga dinilai berdasarkan dampaknya pada kualitas tidur, kecemasan, depresi, takut ketinggalan (FOMO), kesepian, intimidasi, dan masalah citra tubuh. Laporan ini sebagian besar mencerminkan apa yang dirasakan para peserta setelah melalui umpan foto di semua platform dan dilakukan untuk memahami dampaknya terhadap kesehatan mental seseorang. (Sumber: photobox.co.uk) Kenapa Instagram adalah yang terburuk? Dari 5 situs jejaring sosial ini, platform berbagi foto ini ditemukan telah membuat para ...

Liburan Bareng Sahabat Bisa Memperpanjang Umur Lho!

(Sumber: Google) Saat kamu merasa stres, tak ada salahnya keluar dari rutinitas sejenak dengan pergi berlibur sambil mengajak para sahabat. Riset membuktikan bahwa liburan bersama para sahabat sangat bagus untuk kesehatan mental sekaligus fisik. Dilansir dari Women's Health Australia, persahabatan bisa memperpanjang usia harapan hidup, menurunkan risiko penyakit jantung, bahkan membantu tubuh mengatasi rasa nyeri. Tak hanya itu, menghabiskan waktu bersama para sahabat bisa menambah jumlah oksitosin , yaitu hormon penyebab rasa bahagia yang diproduksi oleh tubuh. "Hubungan sosial semacam ini tak hanya memberi kebahagiaan, tetapi juga mempengaruhi kesehatan jangka panjang. Bahkan, pengaruhnya juga sama kuatnya dengan tidur yang cukup, pola makan bernutrisi tepat, dan tidak merokok," tulis para peneliti dari Harvard Medical School. (Sumber: Google) Sementara itu, riset sebelumnya membuktikan kalau mereka yang tak punya sahabat dekat punya kemungkinan...

Memberi ASI Bisa Mengurangi Tingkat Depresi pada Ibu dan Anak

(Sumber: Dailymail.co.uk) Perempuan yang memberikan ASI kepada bayinya ternyata mereka tidak mudah stres dan depresi. Hal yang sama juga terjadi pada anak-anak mereka. Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian ASI selama 6 bulan pertama setelah melahirkan. Namun banyak ibu yang tidak memberikan ASI kepada putra dan putrinya. “Temuan kita menunjukkan menyusui sangat menguntungkan. Bukan hanya bagi bayi yang mendapatkan keuntungan jangka pendek dan jangka panjang. Tapi, ibu yang menyusui juga mendapatkan dampak positif kesehatan mental,” ujar pemimpin penelitian Dr Sangshin Patk dari Universitas Brown America. Sangshin mengungkapkan, calon ibu dan ibu hamil harus diberikan informasi mengenai keuntungan jangka panjang tentang menyusui terkait kesehatan mental, terutama depresi. Depresi, bukan hanya gangguan psikologis, tetapi juga bisa berdampak pada kesehatan fisik. Sebanyak 1.200 ibu di atas 50 tahun ditanya tentang sejarah keluarga. Termasuk jum...