Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label AI

Dengan Teknologi AI, YouTube Batasi Tontonan Video

(Sumber: Google) Kini, YouTube menerapkan batasan usia pada videonya dengan teknologi AI. Sehingga hanya pengguna yang memiliki usia tertentu yang bisa menonton video tertentu. Algortima YouTube nantinya akan memberi batasan usia pada video yang tayang. YouTube berencana membuat batasan usia ini lebih tersebar di mana-mana dan lebih standar. YouTube mengandalkan algoritma pembelajaran mesin yang sama yaitu AI untuk mereka gunakan untuk menandai video yang tidak pantas dan menggunakannya untuk menerapkan pembatasan usia pada video. Dilansir dari Ubergizmo , melalui penerapan ini akan mempersulit anak-anak untuk menghindari celah, seperti menontonya saat disematkan di situs web lainnya. (Sumber: Google) Menurut YouTube, penerapan ini berarti bahwa saat video dengan batasan usia disematkan di situs lain dan pengguna memutarnya, pengguna akan dibawa ke halaman YouTube dan masuk ke akun pengguna untuk diverifikasi usianya. YouTube mengklaim, adanya algoritma ini akan membantu memastikan bah...

Wacana Jokowi Pangkas Eselon, IBM: AI Bukan Untuk Replacing Manusia

(Sumber: id.techinasia.com) Rencana Presiden Jokowi yang akan mengganti eselon III dan IV di kementerian dengan teknologi kecerdasan buatan ( AI ) pada 2020 mendapat respon banyak pihak. Termasuk dari perusahaan teknologi penyedia layanan cloud , data, dan AI itu sendiri. Salah satunya International Business Machines (IBM) yang pesimis rencana Jokowi akan terwujud. Lead Architect IBM Indonesia, Panji Wasmana, menegaskan bahwa AI tidak bisa menggantikan pekerjaan manusia. "Jadi ketika Pak Jokowi bilang akan memangkas eselon IV dengan AI , ini agak serem. Karena menurut pendapat kami, AI itu bukan untuk replacing , tapi membuat orang bisa mengambil keputusan lebih baik," ujarnya. Panji Wasmana (Sumber: akurat.co) Panji tak menampik bahwa saat ini salah satu teknologi yang mendasar dan paling banyak dibicarakan orang adalah AI . Menurutnya, hampir 43% perusahaan berfikir keras untuk menerapkan AI dalam membuat inovasi baru. "Sebelum kita bi...

Mate 30 Pro Meluncur di Indonesia, Perkenalkan HMS Pengganti Google

(Sumber: akurat.co) Huawei akhirnya resmi meluncurkan perangkat flagship mereka yakni  Mate 30 Pro  ke Indonesia pada Kamis (14/11). Sebelumnya,  Mate 30 Pro  diluncurkan secara global pada September lalu. Peluncuran ini, mengusung tagline ' Rethink Possibilities ' di mana Mate 30 Pro hadir dengan membawa inovasi teknologi milik Huawei yang disebut akan memberikan pengalaman terbaik untuk pengguna mereka di Indonesia. Lo Khing Seng, selaku Deputy Country Director Huawei Consumer Business Group menyatakan, kehadiran Mate 30 Pro merupakan wujud dari Huawei dalam membangun ekosistem AI dari sektor smartphone . (Sumber: akurat.co) " Huawei ingin membangun ekosistem AI yang lebih baik melalui kategori smartphone dan perangkat pendukung, serta skenario produk IoT ( Internet of Things ) yang dapat terkoneksi things to things secara langsung," ujarnya. Sebenarnya, ponsel Mate 30 sendiri memiliki 4 seri smartphone berbeda yakni Mate...

Rosebay: Indonesia Kurang SDM Ahli untuk Pengelolaan Data

(Sumber: Google) Perusahaan teknologi inkubasi, Rosebay Group , menyoroti masalah penggunaan data di Indonesia. Co-Founder   Rosebay Group , Rohit Kumar, menyatakan pengelolaan data perlu dilakukan oleh sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. "Jika Anda tidak memiliki data berkualitas tinggi, Anda hanya dapat melakukan sangat sedikit dengan itu," ujarnya di sela gelaran DataGovAI di JCC Senayan, Rabu (6/11). Rohit menyatakan, pihaknya percaya masa depan teknologi data untuk membuat prediksi yang lebih cerdas. "Anda memerlukan banyak data untuk memberikan hasil," sebutnya. (Sumber: digination.id) Ia menilai dibanding negara lain, Indonesia sudah memiliki infrastruktur pengelolaan data yang baik. Namun, Rohit menyoroti soal minimnya keahlian SDM di Indonesia dalam mengelola data dan kecerdasan buatan (AI). "Di Indonesia perlu ada lebih banyak insinyur. Jadi kami juga menemukan bahwa itu adalah salah satu kelemahan utama saa...

Proyek Ambisius India Untuk Dunia

(Sumber: Google) Pemerintah India memiliki rencana ambisius, yakni membangun salah satu sistem pengenalan wajah terbesar di dunia. Proyek ini membayangkan masa depan di mana polisi dari 29 negara bagian dan 7 wilayah serikat akan memiliki akses ke database tunggal terpusat. Rencana itu berangkat dari maraknya kasus anak hilang di negara berpenduduk 1,37 miliar itu. Sebagian besar dari mereka adalah korban perdagangan orang, dipaksa bekerja di ladang, di pabrik garmen, atau di rumah bordil. Upaya pencocokkan foto dimungkinkan oleh teknologi pengenal wajah yang disediakan oleh polisi New Delhi. Namun, pencocokkan secara manual memiliki kendala, di mana menemukan ribuan anak yang hilang menjadi salah satu tantangan kepolisian India , dilansir dari CNN  (21/10). (Sumber: Google) Pasalnya, India hanya memiliki 144 petugas polisi untuk setiap 100 ribu warga, dibandingkan dengan 318 per 100 ribu warga di Uni Eropa. Dalam beberapa tahun terakhir, pihak berwenan...

Peneliti Kembangkan Alat Berbasis AI untuk Mendeteksi Gambar Palsu

(Sumber: gazettereview.com) Salah satu dampak buruk dari kemajuan teknologi saat ini adalah pembuatan gambar palsu . Dunia maya bahkan dihebohkan dengan kehadiran DeepFakes yang mampu memanipulasi foto maupun video. Namun, para peneliti di Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan International Business Machines (IBM) berhasil mengembangkan alat berbasis kecerdasan buatan ( artificial intelligence / AI ) yang mampu mendeteksi gambar palsu . Dilansir dari Ubergizmo (1/7), alat tersebut dinamakan GANpaint Studio . Dalam proses pembuatan alat ini, para peneliti terkejut menemukan bahwa AI mampu belajar tentang hubungan antar objek. Sebagai contoh, alat ini dapat menunjukkan bahwa sebuah pintu tidak dimaksudkan untuk ditempatkan di langit. (Sumber: Google) Jun-Yan Zhu, salah seorang peneliti yang ikut menulis makalah tentang alat ini mengatakan, pengetahuan yang sederhana tentang hubungan antar objek membuatnya berguna untuk membantu mendeteksi gamb...

BMKG Andalkan Superkomputer untuk Deteksi Tsunami

(Sumber: Google) Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan pihaknya tidak menggunakan buoy untuk memantau tsunami. Mereka menggunakan sensor gempa dan kecerdasan buatan yang diproses menggunakan superkomputer . "Dengan menggunakan sensor gempa dan superkomputer , bisa diketahui lokasi gempa dan kekuatannya dalam 2 menit. Menit berikutnya sudah bisa mengolah potensi tsunami berikut permodelannya," kata Dwikorita. Setelah superkomputer dan kecerdasan buatan mengolah kemungkinan tsunami beserta permodelan, petugas BMKG kemudian melakukan verifikasi. Bila memang terdapat kemungkinan tsunami, maka BMKG akan mengeluarkan peringatan dini. Hal itu tidak bisa dilakukan bila menggunakan buoy atau alat berpelampung yang diletakkan di tengah laut. Buoy baru mendeteksi setelah tsunami melewatinya sehingga tidak bisa memberikan peringatan dini. Buoy (Sumber:Google) Dwikorita mengatakan, tsunami bisa datang sangat cepat. Tsunami di Palu misalnya, pertama kal...

Merayakan Hari Jadi ke-15, Gmail Berikan Kado untuk Penggunanya

(Sumber: Google) 1 April 2004 silam, Google meluncurkan Gmail. Awalnya diluncurkan dengan sistem undangan dalam bentuk Beta. Kini, Gmail sudah berusia 15 tahun. Merayakan ulang tahunnya yang ke-15, Gmail mengumumkan beberapa fitur baru seperti peningkatan Smart Compose dan kemampuan untuk menjadwalkan email agar dapat dikirim di kemudian hari, demikian keterangan pers di Jakarta.  Berikut beberapa fitur barunya. Smart Compose Smart Compose , fitur berteknologi artificial intelligence (AI) ini membuat Gmail lebih proaktif dalam menawarkan bantuan. Ini bisa membantu pengguna menyusun email lebih cepat. Fitur itu sudah diperbarui sehingga mendukung 4 bahasa baru, yaitu Spanyol, Prancis, Italia, dan Portugis. Fitur itu kini hadir di Android (sebelumnya hanya tersedia di perangkat Pixel 3), dan juga iOS dalam waktu dekat. (Sumber: Google) Smart Compose sekarang juga bisa menyarankan judul subjek berdasarkan konten email yang dibuat saat pengguna...

Ilmuwan Kembangkan AI untuk Prediksi Kematian Dini

(Sumber: Windows Central) Para ilmuwan mengembangkan dan menguji sistem komputer berbasis kecerdasan buatan ( Artificial Intelligence/AI ) untuk memprediksi risiko kematian dini akibat penyakit kronis pada sebagian besar populasi paruh baya. Para peneliti di University of Nottingham di Inggris menggunakan data kesehatan dari lebih dari setengah juta orang berusia antara 40 dan 69 yang direkrut ke UK Biobank antara tahun 2006 dan 2010 dan ditindaklanjuti hingga 2016. "Sebagian besar aplikasi, fokus pada satu area penyakit tetapi memprediksi kematian karena beberapa hasil penyakit berbeda sangat kompleks, terutama mengingat faktor lingkungan dan individu yang dapat memengaruhi mereka," kata Stephen Weng, Asisten Profesor di Universitas Nottingham. (Sumber: okezone.com) Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE, sistem algoritma machine learning berbasis komputer sangat akurat dalam prediksi dan berkinerja lebih baik daripada pendekata...

Perusahaan Masih Sangsikan Penggunaan AI

(Sumber: tribunnews.com) Teknologi kecerdasan buatan ( AI ) sudah akrab dalam kehidupan sehari-hari kita. AI semakin berkembang dan bisa dimanfaatkan di berbagai sektor. Berdasakan riset yang dilakukan International Data Corporation (IDC), Indonesia menjadi negara tertinggi yang mengadopsi AI di Asia Tenggara. “Namun, masih banyak pelaku bisnis yang bingung bagaimana mendefinisikan use case AI di perusahaan serta apa saja yang perlu dipersiapkan,” ujar Direktur CTI Group, Rachmat Gunawan. Gunawan menjelaskan, banyak perusahaan di Indonesia yang pesimis untuk memanfaatkan kecerdasan buatan dalam pengembangan bisnisnya. “Mereka melihat banyak obstacle yang mereka belum bisa nemu caranya gimana nih. Masih ga ngerti, belum tau gitu,” kata Gunawan. (kiri ke kanan) Chairman of APTIKOM, Richardus Eko Indrajit; Vice President Research and Development Bukalapak, Ibrahim Arif; CTO IBM Asean, Kayla Madala; dan Managing Director Accenture , Leonard Nugroho Tjiptoh...

Input Data di Ms. Excel Semakin Mudah dengan Gambar

(Sumber: Google) Proses memasukkan data dari manual ke digital bukanlah sesuatu yang bisa dinikmati orang-orang. Sebagian besar menganggap itu adalah hal yang membosankan. Nah, kini Microsoft punya cara untuk membuat proses tersebut menjadi lebih praktis dan mudah. Solusinya, dengan mengandalkan artificial intelligence atau AI. Dilansir dari Ubergizmo, AI digunakan pada Excel untuk memasukkan data dari sebuah gambar. Pengguna cukup memindai informasi dalam format tabel ke dalam lembar kerja Excel . Hal tersebut membuat seluruh proses memasukkan data sesederhana mengambil gambar. Proses input data (Sumber: Ubergizmo) Untuk menggunakan fitur ini, pertama pengguna membuka Excel di ponsel atau tablet dan mengklik tombol “ Insert data from picture ”. Pengguna harus mempersempit data sampai dikelilingi oleh garis merah dan kemudian klik tombol " Capture ". AI kemudian akan memproses gambar dan akan dikonversi ke tabel secara otomatis. Tidak hanya mengi...