Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Prabowo Subianto

Menelisik Mesranya Jokowi dan Prabowo

Prabowo bersama Jokowi (Sumber: rmolbanten.com) Akademisi Universitas Sumatera Utara, Agus Suriadi, menilai jika Presiden Joko Widodo benar-benar memasukkan Prabowo Subianto ke kabinet baru, hal itu menggambarkan Prabowo memiliki kekuatan yang tak bisa diremehkan begitu saja. " Prabowo dinilai masih memiliki kekuatan yang musti dirangkul," kata Agus. Tetapi menurut Agus, seharusnya Prabowo tetap menjaga kepercayaan pendukungnya. Sebagian warga mendukung Prabowo karena kurang puas dengan kepemimpinan Jokowi. Ia mengatakan, di luar pemerintahan, sebenarnya Prabowo tetap bisa berkontribusi untuk bangsa. "Justru kalau itu bisa dilakukan oleh Prabowo (berada di luar kabinet ), tentu saja beliau bisa tetap menjaga pemilihnya benar-benar solid dibandingkan hanya sekedar kekuasaan yang dikejar," kata Agus. (Sumber: tempo.co) Akademisi UIN Sumatera Utara, Faisal Riza, mengatakan keputusan Prabowo merapat ke Istana bisa dimaknai sebagai pendekata...

Menteri ATR Tepis Kabar Soal Lahan di Ibu Kota Baru Milik 2 Nama Ini

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sofyan Djalil (Sumber: portalsatu.com) Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sofyan Djalil , menepis kabar bahwa tanah di lokasi ibu kota baru dikuasai oleh adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, serta Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan.  Dia mengatakan di lokasi tersebut hanya ada Hutan Tanaman Industri (HTI) yang tidak pernah dimiliki oleh 2 nama tersebut. "Sepanjang yang saya tahu, tidak ada yang disebutkan nama tersebut. Bahwa ada HTI yang akan kena itu iya, tapi bukan milik yang disebutkan tadi," kata Sofyan . Sofyan juga menjelaskan bahwa data kepemilikan tanah baru akan diproses Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah (IP4T) oleh pemerintah. Ia juga mengatakan, sejauh ini dia optimis tanah di Kalimantan Timur mayoritas dimiliki negara. (Sumber: dream.co.id) “Tim kita di lapangan ...

JK: Rekonsiliasi Diperlukan Untuk Meredam Ketegangan Pemilu

Joko Widodo bersama Prabowo Subianto (Sumber: tempo.co) Pertemuan Presiden terpilih Joko Widodo dan Prabowo Subianto untuk rekonsiliasi tinggal menunggu waktu yang tepat. Sebab, Prabowo sudah menerima dengan baik hasil Pilpres 2019 . Jusuf Kalla (JK), berharap agar rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo segara dilakukan untuk meredam emosi antara masing-masing pendukung. "Kalau kita lihat pernyataan Pak Prabowo, 'kan sudah menerima dengan baik. Kalau sudah menerima dengan baik, 'kan mestinya tidak ada soal lain. Saya kira tunggu waktu saja, soal waktu saja," kata  JK. (Sumber: kompas.com) Meskipun Prabowo sebagai pihak yang kalah mau menerima putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang perselisihan hasil pemilihan umum, JK menilai upaya rekonsiliasi di antara kedua pihak tetap perlu dilakukan. Hal itu bertujuan supaya perbedaan pandangan politik di kalangan masyarakat tidak berkepanjangan sehingga berdampak buruk bagi proses demokrasi di Indonesi...

Haris Azhar Ungkap Alasannya Menolak Jadi Saksi BPN

Haris Azhar (Sumber: akurat.co) Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar, tidak bersedia menjadi saksi yang akan dihadirkan kuasa hukum Prabowo-Sandi dalam sidang lanjutan perselisihan hasil pemilihan umum ( PHPU ) di Gedung Mahkamah Konstitusi, Rabu (19/6). Ia diminta memberikan kesaksian tentang bantuan hukum yang diberikan kepada Kapolsek Pasirwangi, AKP Sulman Azis terkait dugaan adanya perintah Kapolres Garut untuk mendukung pasangan calon Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin. "Berkaitan dengan adanya bantuan hukum saya kepada Bapak AKP Sulman Aziz, semata-mata berbasis pada profesi advokat yang selama ini saya jalani," ujar Haris. Dalam surat yang ditujukan kepada majelis hakim Mahkamah Konstitusi, Haris mengatakan hubungan dengan Kapolsek Pasirwangi hanya untuk pendampingan dan bantuan hukum dengan tujuan mewujudkan profesionalitas kepolisian. (Sumber: alinea.id) Dalam keterangan Haris, Kapolsek Pasirwangi disebutnya menyampaikan data pemetaa...

Prabowo Minta Pendukungnya Tidak 'Mengepung' MK

Prabowo Subianto (Sumber: theinsiderstories.com) Calon Presiden 02, Prabowo Subianto, meminta pendukungnya untuk tidak datang ke Mahkamah Konstiusi (MK) saat sidang sengketa hasil Pemilihan Presiden 2019 berlangsung. Prabowo mengatakan demikian karena dirinya tidak ingin ada kerusuhan yang terjadi. "Dari awal saya dan saudara Sandiaga Uno terus berpandangan dan bertekad untuk melakukan aksi-aksi damai menghindari semua kekerasan. Walaupun ada kegiatan dan acara serta pernyataan-pernyataan di hadapan umum, tetap harus dilaksanakan dengan damai dan anti kekerasan. Kami sama sekali tidak ingin ada kerusuhan apapun di negara ini. Bukan seperti itu penyelesaiannya masalah bangsa dan negara yang kita inginkan," kata Prabowo. Prabowo-Sandi menegaskan menempuh jalur konstitusi untuk diselesaikan secara hukum dan ia meminta kepada pendukung untuk tidak datang ke lingkungan MK. Prabowo bersama Sandiaga Uno (Sumber: alinea.id) "Saya dan saudara Sandiaga Un...

KPU: Meski Saksi Tidak Hadir, Rapat Rekapitulasi Ini Tetap Berjalan

Komisioner KPU, Ilham Syaputra (kiri) dan Hasyim Asy'ari (kanan) bersama Ketua KPU, Arief Budiman (tengah) di rapat pleno rekapitulasi nasional (Sumber: antaranews.com) Badan Pemenangan Nasional ( BPN ) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan menarik para saksi pada penghitungan suara Pemilu 2019 yang hadir dalam rapat pleno rekapitulasi tingkat nasional .   Menanggapi hal tersebut, Komisioner KPU RI, Evi Novida Ginting Manik berujar bahwa, hingga rapat pleno kemarin malam seluruh saksi dari BPN masih mengikuti proses rekapitulasi. "Sampai tadi malam masih ada saksi BPN 02, dan partai-partai hampir lengkap mengikuti rekapitulasi tadi malam," kata Evi. Evi juga menambahkan, rekapitulasi nasional itu merupakan forum terbuka, sehingga pihaknya mengundang para saksi untuk hadir. Namun, bila saksi tidak datang maka hal tersebut tidak menjadi masalah. (Sumber: tribunnews.com) "Saksi ini kan bisa datang, kita kan mengundang ini kan forum terbuka. Ka...

Prabowo Datangi Kantor DPP PKS

Presiden PKS, Sohibul Iman (kedua kanan) dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (tengah) didampingi oleh Rakhmawaty Soekarnoputri (kiri) (Sumber: akurat.co) Prabowo Subianto, mengunjungi Kantor DPP PKS Jakarta Selatan, pada Rabu (8/5/2019), sekitar pukul 14.00 WIB. Sesampainya di Kantor PKS , Prabowo langsung masuk ke gedung utama tanpa memberikan pernyataan apapun kepada awak media. Pertemuan antara Prabowo dengan petinggi PKS dilakukan secara tertutup. Informasi terkait hasil pertemuan akan disampaikan dalam konferensi pers di kediaman Prabowo di Kertanegara 4, Jakarta Selatan pada Rabu sore. Informasi terkait situasi dan kondisi terkini pasca pemilu 17 April 2019. Ketua DPP PKS , Al Muzammil Yusuf, menjelaskan pertemuan kali ini merupakan kegiatan silaturahmi yang digelar sekaligus untuk memberikan dan menerima masukan terkait hasil pemilu serentak 2019. Pertemuan itu, kata dia, juga dihadiri sejumlah pakar IT. DPP PKS (Sumber: Google) " PKS...

PAN Tidak Ikut Isu 'People Power'

Waketum PAN, Bara Hasibuan (Sumber: akurat.co) Wakil Ketua Umum PAN , Bara Hasibuan, menyatakan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam gerakan massa atau people power yang dicetuskan Amien Rais dan kubu Prabowo-Sandiaga. Menurut Bara, PAN tidak ikut dalam gerakan yang membuat situasi tegang. Terlebih, gerakan massa itu dibuat tanpa dasar. "Kita sadar itu, kita tidak ingin ikut dalam gerakan yang justru akan membuat situasi tegang tanpa ada dasar, tanpa ada data valid untuk mendukung tuduhan (dugaan kecurangan Pemilu) tersebut," ujar Bara. Lebih lanjut, Bara menilai, pertemuan Zulkifli Hasan (Zulhas) dengan Jokowi sebagai bagian dari meredakan ketegangan pascapemilu. Zulhas bertemu Jokowi di Istana Negara saat pelantikan Gubernur Maluku, Rabu (24/4). "Itu (pertemuan Zulkifli dan Jokowi) menunjukkan ada sikap negarawan dan sikap untuk menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan partisan sendiri," kata Bara. Selain itu, Bara menilai peop...

Ace: Pertemuan Jokowi dan Prabowo Penting untuk Ciptakan Suasana Kondusif

Joko Widodo bersama Prabowo Subianto (Sumber: Google) Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, menilai rencana pertemuan calon presiden Joko Widodo dengan Prabowo Subianto adalah upaya yang baik untuk merajut kembali silaturahmi elit bangsa. Menurut politikus Golkar ini, komunikasi antar pemimpin sangat penting untuk dijalin demi menghindari eskalasi ketegangan di antara para pendukung. "Komunikasi dan silaturahmi itu penting. Namun kan perlu ada kesepahaman terlebih dahulu. Ini penting agar suasana lebih cair dan lebih kekeluargaan," kata Ace. Ace menambahkan, elit bangsa punya kewajiban menciptakan suasana yang kondusif dan damai. Ace Hasan Syadzily (Sumber: Google) "Yang terpenting kan sebetulnya adalah kita semua berkewajiban untuk menciptakan suasana yang kondusif, adem, dan tenang pasca pemilihan 17 April 2019. Masyarakat jangan diprovokasi dengan pernyataan-pernyataan yang dapat menimbulkan ketega...

Istri Andre Taulany Dilaporkan Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Andre Taulany bersama istri, Erin Taulany (Sumber: detikcom) Erin Taulany , yang merupakan istri komedian Andre Taulany dilaporkan ke pihak kepolisian. Hal tersebut lantaran unggahan Insta story Erin yang dianggap telah melakukan pencemaran nama baik terhadap calon presiden, Prabowo Subianto. Laporan tersebut dilayangkan Muhammad Firdaus Oiwobo yang dikenal sebagai 'pengacara koboy' ke Polda Metro Jaya pada, Minggu 21 April 2019. "Benar, dilaporkan atas kasus dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono. Dalam laporan, Muhammad Firdaus Oiwobo mencantumkan barang bukti screenshot unggahan Insta story milik Erin Taulany . Unggahan Insta story Erin Taulany (Sumber: Instagram) Kasus dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik tersebut tengah diselidiki pihak kepolisian. Selanjutnya, pihak kepolisian akan memanggil pihak terlapor, pelapor dan saksi untuk dimintai ke...

Kampung Akuarium Balas Budi dengan Menangkan Prabowo-Sandi

Prabowo Subianto dan Anies Baswedan mengunjungi Kampung Akuarium (Sumber: okezone.com) Pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul 131 suara dari pasangan calon Joko Widodo-Ma’ruf Amin di TPS 040 Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara. Total suara yang terkumpul mencapai 197 suara. Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang menyalurkan suara sebanyak 172 dari 271 orang. Sedangkan Daftar Pemilih Khusus (DPK) yang menyalurkan suara sebanyak 25 suara. "Mungkin banyak yang tidak datang karena dia pindah atau pulang kampung. Karena kami korban penggusuran, banyak yang pulang kampung tidak tinggal di Jakarta," kata Ketua KPPS 040, Topaz Juanda. Dari hasil penghitungan suara, paslon Prabowo-Sandi meraih 163 suara sedangkan paslon Jokowi-Ma’ruf meraih 32 suara. Terdapat pula 2 suara tidak sah. 1 karena tidak tercoblos, 1 lagi tercoblos di luar ketentuan. Penghitungan suara pemilihan calon presiden dimulai pukul 14.15 WIB dan berakhir pukul 14.5...

Kader Demokrat Pertanyakan Pernyataan Prabowo dalam Debat Pilpres Terakhir

Prabowo Subianto bertemu dengan Susilo Bambang Yudhoyono (Sumber: Google) Sejumlah kader Partai Demokrat di Jawa Barat menyayangkan pernyataan capres Prabowo Subianto mengenai presiden-presiden sebelumnya dalam debat Pemilihan Presiden 2019 terakhir. Dalam debat pamungkas di Hotel Sultan Jakarta, Sabtu (13/4/2019), Prabowo menyebut orientasi ekonomi Indonesia salah arah. Namun, Prabowo enggan menyalahkan capres petahana Joko Widodo. “Saya tidak menyalahkan Bapak. Ini kesalahan besar, kesalahan besar presiden-presiden sebelum Bapak. Kita semua harus bertanggung jawab. Benar, itu pendapat saya,” ujar Prabowo. Salah seorang pendiri Partai Demokrat di Jabar, Yan Rizal, memertanyakan maksud Prabowo mengeluarkan pernyataan tersebut. Mengingat presiden sebelum Jokowi, salah seorang di antaranya ialah Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga Ketua Umum Partai Demokrat . Yan Rizal (Sumber: akurat.co) “Kami merasa Pak SBY tidak dihargai, karena selama sepuluh tahun m...

HNW Tanggapi Prabowo Saat Gebrak Podium: Orator Ya Begitu!

Capres nomor urut 01, Prabowo Subianto, saat memberikan orasi politik di depan massa pendukung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat (Sumber: tribunnews.com) Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid, menilai sikap calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menggebrak podium saat berorasi di Stadion Kridosono, Yogyakarta, Senin (8/4) lalu.  Menurut HNW, hal tersebut merupakan sikap wajar orator saat berorasi di depan khalayak ramai. "Ya beliau sampaikan pasti dengan tegas dan keras. Orasi ya begitu, orator ya begitu," ujar Hidayat. Apalagi, kata Hidayat, sikap Prabowo tersebut mengungkapkan emosinya dalam orasi sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi Indonesia. Mustafa Kamal, Sekjen PKS, bersama Hidayat Nur Wahid (kanan) dalam Reuni 212 (2/12/2018) Hidayat juga menegaskan bahwa, yang terjadi hanya sebagian kecil dari orasi Prabowo yang disorot. Dia mengaku berada di lokasi kampanye dan menyaksikan langsung, dari a...

Usai Kampanye Akbar, Prabowo Minta Maaf kepada Warga Jakarta

Foto dalam postingan Prabowo Subianto saat Kampanye Akbar (Sumber: Twitter) Calon presiden Prabowo Subianto meminta maaf kepada warga Jakarta yang merasa terganggu akibat adanya Kampanye Akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Minggu (7/4). Lewat akun Twitternya, Prabowo juga mengucapkan terima kasih kepada petugas yang telah bekerja dengan baik. Dia mengatakan Kampanye Akbar di GBK berjalan aman dan lancar. Mohon maaf kepada warga DKI Jakarta yang terganggu karena aktivitas saya tadi pagi hingga siang. Terima kasih dan hormat saya kepada para petugas yang telah bekerja dengan baik sehingga acara berjalan aman dan lancar. pic.twitter.com/v3daEo24c9 — Prabowo Subianto (@prabowo) April 7, 2019 Foto dalam postingan Sandiaga Uno saat Kampanye Akbar(Sumber: Twitter) Selain itu, Prabowo menyampaikan ucapan terima kasih kepada para tokoh agama, sahabat, relawan, dan seluruh masyarakat yang telah menghadiri kampanye tersebut. " T...

Prabowo: Kemana Kekayaan Milik Indonesia?

Prabowo Subianto (Sumber: detik.com) Capres Prabowo Subianto kembali mengungkapkan adanya anggaran Indonesia sebesar Rp 1.000 triliun tiap tahun yang mengalir ke luar negeri. "Kalau dilihat dari cadangan devisa, kita seharusnya surplus 350 hingga 375 miliar dolar, namun kenyataannya hanya 100 miliar dolar," kata Prabowo dalam acara konsolidasi nasional Aliansi Pencerah Indonesia di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (3/3). Karena itu, dia mempertanyakan sebesar 200 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.000 triliun kekayaan Indonesia itu berada dimana. Dia menilai, adalah tugas eksekutif untuk menghentikan kebocoran tersebut. Ia juga berjanji akan menghentikannya apabila mendapatkan mandat dari rakyat di Pemilu Presiden 2019. "Kalau nahkoda tidak mengerti kapalnya sudah bocor, maka itu berbahaya. Saya berkali-kali mengatakan hal ini," ujarnya. Dia mengatakan sudah menguraikan adanya kebocoran anggaran tersebut dalam bukunya berjudul Indonesia Parad...

JK Jelaskan Soal Kepemilikan Ratusan Hektar Lahan oleh Prabowo

Jusuf Kalla (Sumber: akurat.co) Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, tidak ada yang salah dengan kepemilikan lahan oleh Prabowo Subianto karena itu dilakukan sesuai dengan aturan perundangan-undangan. JK mengatakan, dirinya sendiri yang memberikan izin saat Prabowo ingin membeli 220.000 hektar lahan di Kalimantan Timur pada tahun 2004. "Tidak ada yang salah sebenarnya, bahwa Pak Prabowo menguasai tapi sesuai undang-undang, sesuai aturan. Apa yang salah? Kebetulan waktu itu saya yang kasih (izin) itu," kata JK. Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf itu pun menceritakan bahwa lahan yang dibeli Prabowo di Kalimantan Timur tersebut merupakan aset sitaan kredit macet yang diambil alih oleh Bank Mandiri. Saat itu JK mengizinkan Prabowo membeli aset tersebut dengan syarat harus dibayar secara tunai tanpa kredit atau cicilan. "Saya tanya ' you beli tapi cash , tidak boleh utang'. Prabowo bilang 'siap...

Prabowo: Pembagian Sertifikat Tanah Itu Kurang Tepat

(Sumber: akurat.co) Menurut Prabowo Subianto, capres nomor urut 02, pembagian sertifikat tanah yang menjadi bagian dari program pengentasan konflik lahan dan kemiskinan pemerintah Joko Widodo, tidak tepat sasaran. Karena menurut Prabowo, nantinya tidak akan ada lahan lagi untuk dibagi-bagi di masa depan. Hal ini karena bagi-bagi tanah itu tidak menguntungkan bagi anak dan cucu ke depannya dan bahwa sesungguhnya sumber daya alam (SDA) dikuasai negara berdasarkan UUD 45 Ayat 33. “Kami punya pandangan berbeda. Yang dilakukan Jokowi ini menarik dan populer untuk 1 sampai 2 generasi, namun tanah tidak tambah dan bangsa Indonesia semakin bertambah. Nantinya tidak ada lahan untuk dibagi, jadi bagaimana nanti untuk anak dan cucu. Dan menurut UU 45 Ayat 33, bumi dan air semuanya dikuasai negara,” kata Prabowo dalam Debat Pilpres 2019, Minggu (17/2/2019). Jokowi pun membantah hal tersebut. Karena lahan yang bersertifikat itu dapat menjadi jaminan hukum mereka. Adanya sertifika...

Soal 'Propaganda Rusia', Ini Kata Prabowo

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, Capres-Cawapres No. Urut 02 (Sumber: akurat.co) Prabowo Subianto membuat pernyataan terkait Konsultan Rusia dan ' Propaganda Rusia ' yang menjadi perbincangan hangat beberapa tokoh. Pernyataan itu dilontarkan Prabowo melalui akun Instagram pribadi Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional, Dahnil Anzar Simanjuntak. Awalnya, Dahnil membuat video. Ia menyorotkan kameranya ke arah Prabowo sambil mengatakan "Pak ada pernyataan bahkan ada tuduhan, katanya kita pakai konsultan Rusia, bener pak?" tanyanya. Prabowo yang berada di samping Dahnil pun melirik dan menjawab jika tuduhan itu tidak benar. "Tidak ada, bahwa saya punya teman dimana-mana, ada orang Jepang, orang Korea, orang Rusia, orang Jerman. Saya kan 20 tahun bisnis di luar negeri, saya punya banyak kenalan tapi tidak ada konsultan," kata Prabowo . (Sumber: instagram ) Prabowo terheran dan mengatakan jika memakai konsultan dari l...

Cawagub DKI Masih Berkutat di Fit and Proper Test

(Sumber: akurat.co) Sampai saat ini, penentuan calon wakil gubernur Jakarta masih berkutat dalam hal yang sama, yakni fit and proper test . "Seperti yang sudah kita bahas beberapa waktu lalu persoalan wagub ini memang persoalan nego di antara mereka berdua (Gerindra dan PKS) saja, tetapi saya melihat sebenarnya ada persoalan lain yang perlu disimak," ujar Pengamat Kebijakan Publik, Nirwono Joga. Nirwono mengatakan, sebenarnya fit and proper test tidak perlu. Jika Ketum Gerindra, Prabowo Subianto mau, maka hanya tinggal menunjuk saja pengganti Sandiaga Salahuddin Uno tersebut. Akan tetapi, jika Prabowo masih menginginkan Wagub DKI dari Gerindra, maka segera diputuskan saja, jangan membuat PKS berharap. Ketiga kandidat dari PKS yakni, Abdurrahman Suhaimi, Agung Yulianto dan Achmad Syaikhu telah melaksanakan fit and proper test pada Minggu (27/1/2019) di Hotel Aston Priority Jakarta Selatan. Fit and proper test  yang difokuskan pada pembahasan masala...

Prabowo Sindir Jokowi, Jokowi Balas Menyindir Pula

(Sumber: tstatic.net) Prabowo Subianto menilai penegakan hukum di  era kepemimpinan Joko Widodo belum cukup adil. Penyebabnya, ada kepala desa yang mendukung Prabowo yang ditangkap. Sementara yang mendukung Jokowi bahkan tidak diproses hukum. "Yang kita temukan di masyarakat bahwa kadang-kadang aparat itu berat sebelah. Sebagai contoh kalau ada kepala daerah, gubernur yang dukung paslon nomor 01 itu menyatakan dukungan tidak ada, tapi ada kepala desa menyatakan kami sekarang ditangkap, saya kira ini suatu perlakukan tidak adil," kata Prabowo dalam Debat Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Kamis (17/1/2019). Menanggapi hal ini, Joko Widodo mengungkit kasus hoaks Ratna Sarumpaet yang diduga dilakukan tim sukses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. "Jangan menuduh seperti itu Pak Prabowo. Karena kita ini adalah negara hukum. Ada prosedur hukum mekanisme hukum, kalau ada bukti sampaikan saja ke aparat. Jangan kita sering grusak grusuk menyampaikan sesuatu,"...