Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label meninggal

Border: Buktikan Presiden Juga Hadir Untuk Warga Negaranya

Aliansi Mahasiswa Indonesia yang terdiri dari sejumlah BEM Universitas melakukan aksi dengan membawa bunga di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat (1/10) (Sumber: Google) Kumpulan mahasiswa yang tergabung dalam Border Rakyat  ( BORAK ) memastikan akan terus mengawal segala tuntutan mahasiswa kepada pemerintah. Natado Putrawan dari Front Aksi Mahasiswa Universitas Atmajaya Jakarta, yang tergabung dalam aliansi BORAK , mengatakan pihaknya akan terus mengawal perjuangan para mahasiswa . Khususnya mahasiswa yang meninggal dalam aksi demonstrasi pada tanggal 23-30 Oktober 2019 di Gedung DPR/MPR RI kemarin. "Melalui forum ini, kami menyampaikan turut berbela sungkawa pada kawan-kawan kami yang sudah jadi menjadi martir 2019. Kawan-kawan kami telah pergi. Demi nilai-nilai perjuangan dan demi solidaritas kepada mereka, reformasi harus dituntaskan," katanya. BORAK menyuarakan tuntutan kepada Presiden Jokowi untuk membagi perhatian tidak hanya kepada Menko Polhukam Wi...

Aksi Unjuk Rasa di Kendari Ricuh, 2 Mahasiswa Tewas

(Sumber: tribunnews.com) Dua orang mahasiswa di Kendari meninggal dunia diduga akibat tindakan brutal aparat kepolisian saat menangani aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Kamis (26/9). Kedua mahasiswa itu berasal dari Universitas Halu Oleo. Randi (22), Fakultas Perikanan dan Muhammad Yusuf Kardawi Program Studi D3 Teknik Sipil. "Yang sudah meninggal itu sudah dipastikan 2 orang," kata Ketua BEM Teknik Universitas Halu Oleo Kendari , La Ramli. Ia mengatakan, mahasiswa atas nama Yusuf menghembuskan nafas terakhir pada pukul 04.00 WITA di Rumah Sakit Ismoyo atau RS Korem Kendari . (Sumber: Istimewa) Hingga saat ini, ia belum mengetahui secara pasti sebab meninggalnya Yusuf. Pasalnya, ada informasi yang menyebutkan bahwa Yusuf meninggal karena ditembak dan dipukul. Terkait hal ini, ia mengaku belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak rumah sakit terkait meninggalnya Yusuf. "Itu kan pada saat ak...

PBNU: Mari Shalat gaib, Membacakan Yasin dan Tahlilan untuk Mbah Moen

KH. Maimun Zubair (Sumber: kumparan.com) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ) menginstruksikan kepada seluruh pengurus wilayah, cabang, lembaga dan badan otonom, serta asosiasi pesantren di bawah Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI)-NU untuk melaksanakan shalat gaib, pembacaan Yasin dan tahlilan untuk almarhum KH. Maimun Zubair . Dalam surat berkop PBNU yang beredar, PBNU juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya KH. Maimun Zubair yang akrab disapa Mbah Moen itu. " PBNU dengan ini menginstruksikan kepada seluruh pengurus wilayah, cabang, lembaga, badan otonom NU dan pondok pesantren di semua tingkatan untuk menyelenggarakan shalat gaib, pembacaan Yasin dan tahlilan untuk almarhum," tulis surat tersebut. (Sumber: kompas.com) Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum, Said Aqil Siroj; Sekjen, Helmy Faishal Zaini; Pejabat Rais Aam, Miftachul Akhyar; dan Khatib Aam PBNU , Yahya Cholil Staquf. Seperti diketahui, Mbah Moen wafa...

Terobos Palang, Pasangan Ini Tewas Tertabrak Kereta

(Sumber: suarasurabaya.net) Pasangan muda-mudi tewas setelah tertabrak KRL di pintu perlintasan kereta api Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Keduanya diketahui berboncengan sepeda motor jenis Yamaha Vega-R dengan plat nomor B 6810 STD. Menurut keterangan dari Penjaga Jalan Lintasan (PJL) Kereta Api, Asep mengatakan motor datang dari arah barat dengan kecepatan kencang. Tanpa meilhat kanan-kiri, pengemudi motor langsung menerobos palang pintu kereta api. "Motor datang dari arah barat, dia posisinya lagi kenceng juga, gak pake nengok kanan-kiri lagi, maen bablas aja masuk. Nah, kereta dari sana (menunjuk arah datangnya kereta) padahal palang kereta sudah ditutup aman. Pengguna jalan yang lain saja pada geleng-geleng kepala," ujar Asep. Kejadian yang menewaskan 2 orang pemuda dan pemudi itu terjadi sekitar pukul 13.55 WIB. Satu korban laki-laki berinisial SAH (21) tewas di tempat. Sedangkan pemudi berinisial AO (21) meninggal sesampainya di RS Bhayangkara Brimo...

Kecelakaan Beruntun di Cikopo Tewaskan 12 Jiwa di TKP

(Sumber: republika.co.id) Kecelakaan beruntun yang melibatkan 4 kendaraan di KM 150 Jalur B Tol Cikopo-Palimanan, Majalengka, Jawa Barat; Senin (17/6) dini hari memakan korban. Dalam kecelakaan ini dikabarkan 12 orang tewas di lokasi kejadian. Kasat Lantas Polres Majalengka, AKP Atik Suswanti menceritakan kronologi kejadian. Kecelakaan diawali dari bus safari Dharma Raya yang melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon, Jawa Barat. Diduga pengemudi bus mengantuk, sehingga bus menyebrang ke jalur lain. “Bus menabrak minibus Innova, Xpander dan truk lain yang sedang melaju di jalur tersebut,” jelas Atik. Akibat kecelakaan tersebut, 12 orang tewas dan belasan lainnya mengalami luka-luka berat dan ringan. (Sumber: tribunnews.com) “Selain 12 orang tewas, ada yang mengalami luka berat 2 orang dan luka ringan 10 orang. Korban luka dievakuasi ke RS Plumbon, sementara yang meninggal dibawa ke RS Cideres, Majalengka,” tuturnya. Pihak kepolisian kini masih mengidentif...

Sedang Tugas Dinas, Bupati Ende Meninggal Dunia

Bupati Ende, Marsel Petu (Sumber: gatra.online) Bupati Ende, Marsel Petu , dikabarkan meninggal dunia ketika sedang melaksanakan tugas kedinasan di Kupang, Nusa Tenggara Timur , pada Minggu (26/5), pukul 02.00 WITA. "Ya benar, Pak Bupati Marsel meninggal dunia saat melaksanakan tugas kedinasannya di Kupang. Beliau meninggal di Rumah Sakit Siloam, Kupang, pada Minggu dini hari," kata Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Ende, Gebby Dala. Ia mengatakan keberadaan Marsel di Kupang untuk melaksanakan tugas kedinasan. Namun Gebby belum mengetahui secara persis penyebab kematian orang nomor satu di Kabupaten Ende itu. "Kami belum mengetahui secara persis apakah beliau meninggal karena menderita sakit jantung  atau apa. Karena sampai saat ini belum ada informasi tentang hal itu," ujarnya. (Sumber: ngopibareng.id) Ketika ditanya apakah Bupati Ende dua periode itu memiliki riwayat sakit jantung, Gebby tidak mengetahui secara persis. Karena saat ma...

Innalillahi, Ustadz Arifin Ilham Telah Berpulang ke Rahmatullah

(Sumber: Instagram) Kabar duka datang dari Ustadz Arifin Ilham yang tengah mengalami kritis di rumah sakit di Malaysia. Melalui unggahan Instagram putranya, Alfin, ia mengabarkan bahwa ayahanda tercinta telah pulamg ke Rahmatullah. "i nnalillahiwainnailaihirojiun.Telah wafat Abi kami tercinta Abi @kh_m_arifin_ilham ," tulis Alfin pada akun @alvin_411, Rabu malam (22/5). Dalam caption yang dituliskan, Alfin turut memanjatkan doa agar ayahanda diampuni segala dosa dan diterima amal ibadahnya. " Semoga Allah terima amal ibadahnya, diampuni semua dosanya, dimasukkan ke surganya Allah swt, aamiin ," lanjut Alfin. Saat ini jenazah diketahui masih berada di Malaysia. Alfin pun menuliskan harapannya agar jenazah ayahanda bisa segera dibawa ke Indonesia. Rencananya akan dikebumikan di Pesantren Azzikra, Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. " InsyaAllah secepatnya Abi dipulangkan dari malaysia dan dimakamkan di pesantren Azzikra gunung sindur bog...

Dokter Ahli Sampaikan Pandangannya Mengenai Gugurnya Petugas KPPS

(Sumber: idnnews.id) Meninggalnya ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS ) di berbagai daerah pasca Pemilu 2019, menjadi musibah yang menghebohkan. Sekitar 583 petugas KPPS berguguran setelah melaksanakan tugasnya. Banyak yang berasumsi bahwa faktor kelelahan menjadi penyebab beberapa petugas KPPS menjadi sakit hingga meninggal dunia. Namun, tepatkah hal demikian menjadi penyebab banyaknya petugas yang meninggal?  Berikut penuturan dokter Spesialis Penyakit Dalam, Prof. dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD. KHOM dalam diskusi publik Ikatan Dokter Indonesia di Sekretariat PB IDI Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/5). "Jadi, yang meninggal 583 orang petugas dan yang sakit 4.602 orang berdasarkan data per 10 Mei. Ini murni masalah kesehatan masyarakat (bukan kelelahan) dan menyentuh kepedulian sosial kita," ungkapnya. Menurut dr. Zubairi, faktor riwayat penyakit yang diderita para petugas KPPS menyebabkan kematian mendadak muncul setelah mel...

KPU Bandung: Tidak Ada Petugas yang Diracun, Itu Hoaks

(Sumber: Google) Ketua KPU Kota Bandung, Suharti, memastikan isu adanya petugas KPPS di Kelurahan Kebonjayanti, meninggal dunia karena diracun adalah hoaks. “Terkait informasi yang viral di media sosial, bahwa dalam tubuh anggota KPPS Kebonjayanti, Kiaracondong, terdapat cairan kimia, itu berita yang nggak benar. Karena kami sudah klarifikasi ke pihak keluarga dan rumah sakit yang merawat,” ujar Suharti. Isu tersebut, sudah dilaporkan ke kantor polisi. Orang yang menyebarkan hoaks itu berada di Klaten dan sekarang sedang dalam penanganan. “Karena pelaku dan penyebar berita bohong tadi orang Klaten,” kata Suharti. (Sumber: suarapalu.com) Suharti meminta warga Bandung jangan gampang percaya dengan isu itu. Dia mengimbau warga melakukan klarifikasi ke KPU maupun KPPS setempat kalau mendapatkan kabar yang meragukan. “Karena kondisinya sudah agak panas, kita minta warga Kota Bandung agar tidak langsung percaya begitu saja dengan berita yang tersebar di m...

Ledakan di Situs Suci Pakistan Sebabkan Korban Jiwa dan Luka-Luka

Prajurit paramiliter dan petugas polisi berjaga-jaga di lokasi tertutup setelah ledakan di Lahore, Pakistan (Sumber: Reuters) Delapan orang tewas dan 25 orang luka-luka akibat ledakan di situs suci Sufi di Lahore, Pakistan. Korban terdiri dari 5 polisi dan 3 warga sipil. Berdasarkan keterangan polisi, ledakan terjadi 8 Mei 2019 pukul 08:45 waktu setempat. Saat ledakan terjadi, situs suci tersebut tengah dikunjungi oleh banyak peziarah. Belum jelas apa penyebab ledakan, namun beberapa sumber mengatakan ledakan berasal dari bom yang menyasar para petugas pengamanan di situs tersebut. Rekaman dari tempat kejadian menunjukkan sebuah kendaraan hangus yang dikelilingi puing-puing serta diikat oleh polisi dan petugas penyelamat. Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, mengutuk serangan itu. Pasca ledakan, pemerintah menggelar rapat darurat. Ini bukanlah pertama kalinya situs sufi menjadi sasaran serangan. Tahun 2010, pengebom bunuh diri beraksi dan menewaskan 50 orang ...

Update Data Petugas KPPS yang Meninggal, Tercatat Sebanyak 382 Jiwa

Aksi tabur bunga ini bertujuan sebagai bentuk apresiasi dan dukungan kepada seluruh pejuang demokrasi yang telah gugur. Sebanyak 350 bunga disiapkan untuk mengenang para pahlawan demokrasi (Sumber: akurat.co) Pasca Pemilu 2019, KPU masih terus memantau data petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS ) yang meninggal dunia setelah bertugas dalam Pemilu 17 April lalu. Sekretaris Jenderal KPU, Arif Rahman Hakim, mengatakan, berdasarkan data terbaru per 2 Mei 2019 pukul 08.00 WIB pagi, tercatat sebanyak 382 petugas KPPS yang meninggal dunia. Dengan wilayah Provinsi Jawa Barat yang paling banyak yaitu 100 orang petugas KPPS . "Jumlah KPPS yang wafat sebanyak 382 orang. Kemudian jumlah KPPS yang sakit ada 2.232 orang," sebut Arif. Dengan demikian, total dari seluruh jumlah KPPS yang sakit dan meninggal dunia menjadi 3911 orang. Berikut rincian data petugas KPPS pemilu 2019 yang meninggal dunia: Jawa Barat 100 jiwa  Jawa Tengah 62 jiwa Jawa Ti...

KPU Bandung Menambah Data 7 Orang KPPS yang Meninggal

(Sumber: Google) Tujuh orang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS ) Kota Bandung, meninggal dunia. Hal itu berdasarkan data dari KPU Kota Bandung hingga Senin (29/4). Ketua KPU Kota Bandung, Suharti menuturkan, rata-rata penyebab kematian para petugas itu kelelahan, selain juga faktor usia.  “Ada yang 2 hari berturut-turut tidak tidur. Bahkan, ada petugas yang harus menyiapkan logistik, setelah sebelumnya melakukan penghitungan suara,” ujar Suharti. Tak hanya meninggal dunia, banyak pula anggota KPPS yang tumbang karena beban kerja yang cukup berat dalam mengurusi penyelenggaraan Pemilu 2019. Suharti tak menyangkal bila tiap hari KPU Kota Bandung mendapatkan laporan adanya petugas yang masuk  rumah sakit.  “Mereka dirawat di beberapa rumah sakit, seperti RS Santo Yusup maupun Hermina. Ada yang telah dirawat berhari-hari,” sebut Suharti. (Sumber: Google) Saat disinggung apakah ada petugas yang melupakan untuk makan saat b...

Innalillahi, Ibunda Aa Gym Meninggal Dunia

Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym (Sumber: akurat.co) Kabar duka datang dari Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym . Ibunda dari Aa Gym , Yetty Rochayati meninggal dunia pada Minggu (28/4) pagi. Informasi ini dikabarkan melalui Instagram Arie Untung yang mengunggah foto Aa Gym  bersama ibunya yang tengah duduk di kursi roda. (Sumber: Instagram) Arie kemudian meminta kepada masyarakat untuk turut mendoakan almarhumah ibunda Aa Gym . Sumber: akurat.co

Petugas KPPS Ini Meninggal, Bayinya Berhasil Diselamatkan

(Sumber: jawapos.com) Petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di Gampong Peulokan, Aceh; bernama Muridah (26), meninggal dunia karena kelelahan. Ia sedang hamil 8 bulan. Ketua Divisi Data dan Informasi Komisi Independen Pemilihan Aceh, Agusni; mengatakan sebelum meninggal, Muridah sakit dan dirawat di Puskesmas Labuhan Haji Barat. Bukannya membaik, kondisi Muridah semakin menurun sehingga dirujuk ke RSUDTeuku Pekan, Blang Pidie, Kabupaten Aceh Barat Daya. Korban menjalani operasi di RSUD Teuku Pekan. "Bayi dalam kandungan berhasil diselamatkan. Sementara korban meninggal dunia. Korban melaksanakan tugas siang malam dalam kondisi sedang hamil 8 bulan sejak hampir 10 hari terakhir," kata Agusni. KIP Aceh berduka atas musibah yang dialami Muridah. Petugas KPPS sedang menghitung suara pemilu (Sumber: antaranews.com) "Banyak syuhada pahlawan demokrasi dijemput ajalnya yang terus berguguran. Kiranya mendapat tempat indah di sisiNya,...

26 Panwaslu Meninggal Dunia, KPU dan Bawaslu Berduka

(Sumber: sinarharapan.co) Sebanyak 26 orang Panitia Pengawas Pemilu ( Panwaslu ) yang meninggal dunia saat melakukan proses pengawasan Pemilu Serentak 2019 disebut karena mengalami kelelahan. "Sementara meninggal terkonfirmasi 26, yang banyak kayaknya kelelahan. Mungkin karena capek yang luar biasa," ungkap Anggota Bawaslu RI, Mochammad Afifuddin. Afif menyampaikan bahwa seluruh pihak, termasuk KPU dan Bawaslu, pasti sangat berduka dan merasakan kesedihan yang mendalam atas banyaknya petugas yang meninggal dunia. Selain itu, menurut Afif, pihaknya juga sangat mengapresiasi dedikasi yang diberikan oleh para petugas di lapangan. Afif juga mengakui, pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 ini memang lebih berat dibandingkan dengan Pemilu 2014 lalu. Dengan demikian, tragedi tersebut akan menjadi fokus perbaikan ke depan. Mochammad Afifuddin (Sumber: akurat.co) "Kalau kita lihat, yang mereka dapatkan tidak seberapa dibandingkan pengorbanan dan juga ...

Berita Duka, Ibunda Okie Agustina Meninggal

Okie Agustina (Sumber: akurat.co) Ibunda Okie Agustina, Sri Mulianti Goenawan baru saja meninggal dunia. Sri dikabarkan meninggal dunia pada hari ini, Jumat (8/2) pukul 05.00 WIB. Kabar duka ini disampaikan langsung oleh Okie Agustina melalui akun Instagramnya. "Innalillahi Wa inna ilaihi Raji'un. Telah meninggal dunia, mamaku tercinta tadi jam 05.00. Mohon dibukakan pintu maaf jika ada kesalahan," tulis Okie melalui Instagram story-nya. Okie, mantan istri Pasha 'Ungu', mengunggah foto ibundanya saat mengenakan pakaian berwarna merah dengan latar bunga tulip di belakangnya. Ia mengungkapkan selamat jalan kepada sang ibunda. "Selamat jalan amih.. Kita semua sayang amih, tapi Tuhan lebih sayang sama amih," sambungnya. Belum ada konfirmasi langsung dari pihak yang bersangkutan mengenai meninggalnya Sri Mulianti Goenawan. Sumber: akurat

Kabar Duka, Guru Besar UGM Telah Berpulang

A Tony Prasetiantono (Sumber: akurat.co) Ekonom sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM dikabarkan telah meninggal.  Hal ini memberikan kabar duka yang menyelimuti kalangan praktisi dan akademisi ekonomi dalam negeri. A. Tony Prasetiantono meninggal dunia pada Rabu (16/1/2019) pukul  23.30 di Jakarta. Berdasarkan informasi yang beredar, jenazah Tony rencananya dibawa ke Yogyakarta. Semasa hidupnya, Tony yang sangat dekat dengan dunia ekonomi ini tercatat pernah meraih gelar doktorandus pada tahun 1986. Kemudian pada tahun 1991, Tony meraih gelar Master dari University of Pennsylvania, Philadelphia, AS. Pada tahun 2006, dia mendapatkan Ph.D dari The Australian National University, Australia. Selain sebagai akademisi, Tony juga sempat menjadi Komisaris di sejumlah perusahaan. Salah satunya adalah sebagai komisaris di Bank Mandiri pada tahun 2003-2005. Beliau juga pernah didaulat menduduki posisi sebagai Kepala Ekonom BNI. Selamat jalan ...