Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label psikologis

Adakah Hubungan Alis dengan Kepribadian Seseorang?

(Sumber: grid.id) Tidak bisa disangkal bahwa alis dapat membuat atau merusak seluruh tampilan. Tapi bagaimana jika mereka juga dapat memainkan peran besar dalam menentukan kepribadian pula? Para peneliti telah menemukan bahwa orang yang memiliki jenis alis tertentu lebih cenderung terobsesi dengan diri sendiri atau narsisisme . Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Personality , menyebutkan penelitian tentang Narcissism Personality Inventory (NPI), sebuah tes untuk menilai sifat-sifat narsis. Penelitian ini dilakukan pada 39% yang mengambil tes dan foto-foto mereka diambil. Untuk masing-masing dari 39 orang tersebut, 28 orang lain diminta untuk menilai mereka dari 1 hingga 8, mulai dari yang tidak narsis hingga yang sangat narsis berdasarkan penampilan mereka. Untuk mempermudah, para sukarelawan diminta untuk menjaga ekspresi mereka netral. (Sumber: idnews.co.id) Para peneliti menemukan bahwa mereka yang memiliki alis yang lebih tebal dan kh...

Tanaman dalam Ruangan Mempunyai Manfaat untuk Psikologismu

(Sumber: dekoruma.com) Seperti yang ditunjukkan oleh penelitian, berinteraksi dengan alam sangat penting untuk menjaga kesejahteraan diri.  Perlu kamu ketahui, mengelilingi diri dengan jenis tanaman yang tepat dapat membantu mendapatkan berbagai manfaat psikologis . Dilansir dari BoldSky , berikut manfaat tanaman bagi kesehatan mentalmu. Meredakan stres dan kecemasan (Sumber: dream.co.id) Berbagai penelitian telah menyatakan bahwa tanaman dapat membantu menurunkan stres dan kecemasan serta meningkatkan siklus tidur yang baik. Menurut penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Kansas State University, terungkap bahwa menambahkan tanaman di kamar, terutama kamar rumah sakit, telah terbukti memiliki dampak positif pada tingkat pemulihan pasien. Selain itu, menyimpan bunga lavender di kamar dapat membantu meredakan kegelisahan, kegugupan, kecemasan, dan insomnia.  Dan menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Physiological ...

Ingat, Self Love yang Berlebih Juga Tidak Baik

(Sumber: escapehaven.com) Mencintai diri sendiri atau self love akan mendatangkan banyak manfaat. Namun memiliki  self love  juga bisa menghadirkan dampak buruk, jika kadar mencintai itu sendiri itu berlebihan. "Orang yang memiliki  self love  berlebih cenderung akan menjadi egois dan narsis," kata Monica Sulistiawati, M.Psi, psikolog dari Personal Growth . Menurutnya,  self love  yang berlebihan membuat seseorang hanya mengutamakan kepentingan dan pendapat dirinya sendiri saja. Ia juga tidak memiliki kepedulian terhadap pendapat atau penilaian orang lain di sekitarnya. (Sumber: bustle.com) Parahnya lagi,  self love  yang berlebihan bisa membuat seseorang merasa dirinya yang paling benar. Ia akan tiba pada titik egois dan narsis yang jika tidak mendapatkan apa yang diharapkannya, bisa mengalami kesedihan dan rasa kecewa yang berkepanjangan yang bisa mengantarkan dirinya pada kondisi depresi. "Oleh sebab ...

Kerja di Akhir Pekan Bisa Kacaukan Kesehatan Mental, Terutama Wanita

(Sumber: amazonaws.com) Tidak sedikit orang yang harus tetap bekerja saat akhir pekan . Sayangnya, ada kabar buruk bagi mereka yang memiliki profesi tersebut. Dilansir dari Her.ie , sebuah penelitian baru menemukan bahwa akhir pekan yang diisi dengan bekerja dapat benar-benar mengacaukan kesehatan mental . Para peneliti di UCL dan Queen Mary University of London menemukan bahwa mereka yang bekerja berjam-jam dan pada akhir pekan berisiko lebih tinggi mengalami depresi. Dan, wanita lebih berisiko daripada pria. (Sumber: Google) Survei menganalisis 20 ribu pekerja dan menemukan bahwa mereka yang bekerja lebih dari 55 jam per minggu menunjukkan 7,3% lebih banyak gejala depresi. Pada wanita menunjukan 4,6% yang bekerja di akhir pekan mengalami gejala depresi. Sementara 3,4% pada pria menunjukkan tanda-tanda depresi. Gill Weston selaku penulis utama studi ini, mengatakan, ini adalah studi observasional, sehingga meski belum dapat ditentukan apa penyeba...

Wanita Lebih Mudah Stres Dibanding Pria

(Sumber: popbela.com) Stres menjadi sebuah permasalahan pikiran yang bisa menimpa siapapun, pria maupun wanita. Tapi tahukah kamu, bahwa stres lebih mudah menimpa seorang wanita 3 kali lipat dibanding pria? Disampaikan oleh Pakar Ilmu Sosial, Budaya dan Komunikasi, Dr. Devie Rachmawati, S.Sos, M. Hum., CPR, bahwa perempuan-perempuan dunia pada umumnya menjadi lebih depresi dibandingkan laki-laki. Angkanya 3 kali lipat lebih tinggi. Ia menjelaskan, 3 faktor yang mempengaruhi seorang wanita lebih rentan stres ; yakni biologis, psikologis, dan sosiologis. (Sumber: Google) "Faktor biologis, kenapa kalau bicara remaja, menstruasi biasanya terjadi pada usia SMP SMA. Sekarang bukan hal yang baru, anak kelas 1-2 SD sudah semakin dini mengalami pubertas. Gangguan hormonal, dinamika hormonal ini menjadi salah satu tantangan. Secara internal, perempuan jadi lebih jauh lebih stres ,   lebih mudah rentan," jelasnya. Terkait faktor psikologis, anak-anak zaman...

Jangan Tunda Rasa Lapar, Ini yang Akan Terjadi

(Sumber: merahputih.com) Ketika rasa lapar datang, tidak sedikit orang mengabaikan sinyal tersebut. Ada yang beralasan sibuk dengan pekerjaan, ada yang sengaja menahan lapar untuk kepentingan penurunan berat badan dan lainnya. Meskipun tampaknya menunda makan ini tidak berbahaya, para ahli cukup tegas tentang mengimbau untuk makan secara teratur . Karena efek dari melewatkan makan dapat berdampak pada tubuh dan pikiran Anda. Dilansir dari Self , rasa lapar bisa menjadi indikasi bahwa tubuh memerlukan asupan. Maka ada anjuran untuk makan-makanan sehat secukupnya setiap beberapa jam. Walaupun waktu spesifik akan bervariasi dalam setiap orang, namun ada berbagai alasan mengapa makan setiap 3 hingga 4 jam sekali menjadi ide yang baik. " Makan secara teratur sepanjang hari mencegah penurunan energi, membuat Anda tetap waspada, fokus, dan membantu mencegah makan melewati titik kenyang," kata Brigitte Zeitlin, MPH, RD, CDN; pendiri BZ yang dari New York Nut...

Media Sosial Jadi Masalah Psikologis Anak Perempuan di Inggris

(Sumber: thenypost) Maraknya penggunaan gadget dan media sosial  mempunyai dampak buruk bagi semua kalangan; baik itu orang tua, remaja atau bahkan anak-anak. Mereka yang sudah kecanduan dengan media sosial , efeknya bisa depresi atau bahkan bisa menjadi gila hingga bunuh diri. Bahkan ada fakta yang menyatakan bahwa adanya hubungan media sosial dengan depresi seseorang. Hal itu diungkap oleh sebuah laporan dari Centre for Longitudinal Studies yang berjudul Heavy Social Media Used linked to Depression in Young Teens . Laporan tersebut menjelaskan, pada 10.904 anak berusia 14 tahun yang lahir antara 2000 hingga 2002 di Inggris, yang berjenis kelamin perempuan rata-rata memiliki skor gejala depresi yang tinggi. Karena sebanyak 43,1% anak perempuan mengatakan, menggunakan media sosial selama 3 jam atau lebih per hari. Jika dibandingkan dengan anak laki-laki hanya meraih skor 21,9%. (Sumber: sott.net) "Penelitian tersebut menyatakan bahwa anak di us...

Lakukan Detoks Medsos Kalau Kamu Sudah Merasa Seperti Ini

(Sumber: medkomtek.com) Dampak buruk media sosial sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental para pengguna. Untuk itu, perlu dilakukan detoks media sosial untuk menghindari efek samping yang tak diinginkan.  Detoks media sosial sudah dilakukan oleh aktris senior, Susan Bachtiar. Ia membeberkan bahwa pernah mengalami kecanduan menonton film di gadget ataupun bioskop.  "Dulu itu pernah sampai begadang sampai jam 1 malam untuk nonton film. Bahkan pernah nonton 4 film di hari yang sama di bioskop," katanya.  Akan tetapi masih sedikit masyarakat yang tak paham untuk memulai detoks media sosial . Lantas kapan waktu yang tepat? (Sumber: amazonaws.com) Adjie Santosoputro, Emotional Healing & Mindfulness Expert Co-Founder Jeda Wellnest , membeberkan waktu yang tempat untuk memulai detoks media sosial .  "Hentikan pemakaian media sosial ketika sudah merasa sensitif, emosi tidak stabil, tidak bahagia dan sulit tidur nyenyak,"...

Mari Hentikan Social Beauty Bullying!

(Sumber: Google) Peranan media sosial  tidak selalu berdampak positif untuk kehidupan setiap orang. Berbagai hal negatif kerap muncul dalam beragam akun media sosial yang ada, salah satunya social beauty bullying . Social beauty bullying  menjadi salah satu bentuk intimidasi yang diterima dan dialami perempuan Indonesia terhadap bentuk fisik dan penampilan seseorang dalam bentuk hujatan atau hinaan di media sosial .  Permasalahan ini memberi dampak negatif yang sangat berpengaruh dan berbahaya pada psikilogi seseorang. Hal itu disampaikan oleh Nuran Abdat, M.Psi, Psikolog Klinis dari Brawijaya Healthcare . (Sumber: reachinghighernh.org) "Efek dari perilaku negatif berdampak negatif. Dan  social beauty bullying  berpengaruh pada citra diri si individu yang terkena  social beauty bullying . Mereka jadi berpikir negatif ketika memandang citra dirinya, citra diri wanita-wanita lain, maupun pria lain di luar sana," jelasnya. Me...

Mengigau, Apa Penyebabnya? Bagaimana Cara Mengatasinya?

(Sumber: viva.co.id) Apakah kamu pernah mengigau ? Jawabannya sudah pasti kamu tidak pernah tahu kapan kamu mengigau . Tentu saja, mengigau terjadi pada saat kamu sedang tidak sadar. Orang lain di sekitarmu yang akan mengatakan bahwa ‘tadi kamu mengigau ’. Mengigau atau somniloquy adalah berbicara tanpa sadar saat sedang tertidur pulas. Orang bisa bercakap-cakap atau menjawab sebuah pertanyaan dari orang lain secara acak dan tidak beraturan. Mengigau ternyata terjadi saat rapid eye movement (REM), dengan penyebab yang bisa bermacam-macam. Di antaranya kurang tidur, demam, baru saja mengonsumsi alkohol, terlalu mengantuk pada siang hari dan yang paling dominan adalah stres, bahkan depresi. (Sumber: Google) Dalam banyak kasus, mengigau biasanya terjadi pada saat seseorang mengalami mimpi buruk. Sedangkan dalam kasus yang jarang, mengigau bisa terjadi karena kejang nokturnal atau gangguan psikologis. Saran dari National Sleep Foundation  untuk ...

Rambut Rontok Pada Wanita Disebabkan Hal Berikut, Ladies

Kerontokan rambut biasa terjadi pada wanita. Ada banyak alasan mengapa wanita mengalami kerontokan rambut . Mulai dari kondisi medis hingga perubahan hormon dan stres yang mungkin menjadi penyebab utamanya.  Kerontokan rambut dapat terjadi dengan berbagai cara tergantung pada penyebabnya. Kamu mungkin melihat kerontokan rambut mendadak atau penipisan bertahap dari waktu ke waktu. Kalau kamu mendapati rambut rontok secara tiba-tiba, jangan panik dulu, kenali penyebabnya berikut ini. Penipisan bertahap (Sumber: Google) Penipisan bertahap di bagian atas kepala yang merupakan jenis kerontokan rambut yang paling umum. Ini mempengaruhi pria dan wanita. Sementara pria cenderung melihat garis rambut surut, wanita umumnya melihat bahwa bagian kepala mereka melebar. Penipisan keseluruhan Kamu mungkin mengalami kerontokan rambut yang sangat tiba-tiba, terutama setelah trauma emosional atau fisik. Rambut mungkin keluar dengan cepat saat kamu mencuci atau ...

Benci Seseorang Tanpa Alasan? Ini Penjelasannya

(Sumber: madjongke.com) Pernahkah kamu merasa tiba-tiba saja membenci seseorang dengan alasan yang tak jelas? Meskipum hal ini  tidak bagus untuk lingkungan sosialmu, tapi sebenarnya ini hal yang alamiah dan bukan masalah besar. Stanford sudah mengkaji hal ini dan menemukan bahwa otak manusia sudah terprogram untuk menerima atau menolak sebuah tampilan bentuk wajah, tergantung dengan keseharian kita. "Kami menemukan bahwa budaya memainkan peran penting dan dapat memiliki implikasi soal siapa yang bisa dijadikan teman. Ketika kita bertemu orang lain, kita akan secara otomatis menyukainya atau tidak, tanpa kita tahu alasannya," kata Jeanne Thai, seorang Profesor Psikologi dari Stanford . Mereka meneliti 36 orang sebagai sampel. Di antaranya adalah 18 orang keturunan Eropa dan 18 lainnya berdarah China. Mereka diminta saling membaca wajah dan melihat ekspresinya berdasarkan ras dan jenis kelamin. Sementara, otak mereka dipindai oleh peneliti. ...