Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label kopi

Cara Menghilangkan Kantuk Saat Bekerja

(Sumber: Google) Sedang bekerja dan merasa ngantuk? Mengantuk saat bekerja jadi hal yang mengganggu banyak orang. Selain aktivitas yang terganggu, mengantuk juga bisa mengurangi kinerja saat bekerja. Rasa kantuk sering datang saat siang hari. Meskipun sudah berusaha menahan rasa kantuk, beberapa orang justru merasa semakin mengantuk. Terlebih orang yang bekerja dengan melihat layar laptop. Dibandingkan dengan menahannya, berikut cara menghilangkan kantuk. 1. Bangun dari tempat duduk Duduk terlalu lama di tempat yang sama akan membuat kantukmu semakin besar, terutama saat siang har;i. Cobalah untuk beranjak dan berjalan-jalan sebentar agar tetap terjaga. Aliran darah yang lancar juga membuatmu lebih fokus dalam menyelesaikan pekerjaan. 2. Minum kopi Kafein pada kopi bisa meningkatkan energimu saat merasa ngantuk. Hal ini disebabkan kafein bekerja baik dalam meningkatkan ativitas di otak dan sistem saraf. (Sumber: Google) 3. Mendengarkan musik upbeat Musik upbeat atau musik yang ceria pe...

Tahukah Kamu? Dulunya Bandung Ternyata Gudangnya Kopi

Jalan Braga, penghubung Groote Postweg, Jl Asia-Afrika dengan Koffie Pakhuis (Sumber: Twitter ) Zaman sekarang ini, hampir di semua sudut kota, termasuk Bandung; pasti ada warung kopi. Labelnya pun macam-macam, mulai dari kedai, cafe, warkop, dan coffee shop . Kopinya juga banyak pilihan. Ada kopi sachet dan kopi giling. Harga juga tergantung dari jenis kopi yang dinikmati. Mari kita menilik ke zaman baheula , jauh sebelum kemerdekaan. Meskipun tidak memiliki perkebunan kopi, ternyata Bandung memiliki gudang kopi. Letaknya saat ini, tepat di Balai Kota Bandung. Gedong Papak namanya. Masih banyak masyarakat Kota Bandung yang mungkin tak mengetahui letaknya. Tapi jika disebut Balai Kota, hampir seluruh warga Kota Bandung pasti mengetahuinya. Sebelum berfungsi sebagai kantor pemerintahan, dulunya Balai Kota adalah sebuah gudang bernama Gedung Kopi ( Koffie Pakhuis ). Bernama Gedung Kopi karena bangunan tersebut merupakan gudang penyimpanan hasil bumi dan tempat pengepakan kopi milik Andri...

Ada 8 Jenis Peminum Kopi, Kamu yang Mana?

(Sumber: hellosehat.com) Kopi menjadi salah satu minuman yang semakin diburu oleh banyak orang di Indonesia saat ini, terlebih dengan munculnya beragam merek kedai kopi kekinian dengan cita rasa yang memanjakan lidah. Meski banyak orang yang meminum kopi dalam mengisi keseharian, ternyata peminum kopi memiliki tipe-tipe tersendiri. Ario Fajar, Head of Marketing Toffin mengungkapkan bahwa tipe-tipe peminum kopi ada 8 jenis. "Jadi tipe-tipe peminum kopi itu ada caffeine addict , the social drinker , pemburu latte art , penikmat kopi susu, peminum kopi instan, the coffee snob , penikmat kopi tradisional, dan  manual brew big fan ," jelasnya. (Sumber: coffindo.id) Berikut penjelasan Ario. Caffeine addict merupakan pecandu kopi yang tidak bisa hidup tanpa kafein. The social drinker merupakan seseorang yang menjadikan kopi sebagai media untuk bersosialisasi atau menjalin hubungan dengan orang lain. Pemburu latte art merupakan seseorang yang sen...

Kopi Robusta Lebih Tinggi Kafein Dibanding Arabica

(Sumber: coffeeordie.com) Indonesia memiliki 3 jenis kopi yaitu Arabica, Liberika dan Robusta . Ketiganya menghasilkan rasa yang sangat lezat dan banyak disukai pecinta kopi di dunia.  Namun, apakah kamu tahu kalau kopi jenis robusta memiliki kafein yang lebih tinggi dari arabica? Hal itu dikatakan oleh Rio Ricky, Owner dari Palima Kopi. "Kopi robusta itu kafein nya lebih tinggi 2 kali lipat dari arabica," katanya.  Oleh karena itu, untuk mengenalkan kopi pada pemula, Rio menyarankan terlebih dahulu mengenalkan jenis arabica. Salah satunya karena perbedaan kafein yang sangat mencolok. (Sumber: Tokopedia) "Bisa mengenalkan arabica dengan proses single origin , bisa juga dibuat kopi tubruk atau V60," lanjutnya.  Lanjutnya, untuk mengenalkan kopi bagi pemula, juga tidak disarankan langsung mencoba expreso, karena rasanya memang sangat kental dan pahit. "Kenalkan kopi campur susu terlebih dahulu. Ketika sudah suka, lama kelama...

Festival Pariwisata di Kabupaten Ende Dimulai Tanggal 29 Mei Hingga 1 Juni 2019

Danau Kelimutu di Kabupaten Ende (Sumber: pegipegi.com) Festival Parade Pesona Kebangsaan ( FPPK ) yang akan digelar pada 29 Mei – 1 Juni di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi momentum untuk mengenang Ende sebagai kota sejarah lahirnya nilai-nilai Pancasila. Festival yang masuk dalam top 100 kalender pariwisata nasional (COE) Kementerian Pariwisata itu diselenggarakan dari kerja sama Dinas Pariwisata Provinsi NTT dan Dinas Pariwisata Kabupaten Ende . Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar, Muh. Ricky Fauziyani,  mengatakan, FPPK bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat nasionalisme dalam mempertahankan nilai-nilai kebangsaan. Ritual Pati Kaa dan lanskap di Danau Kelimutu, Kabupaten Ende, NTT (Sumber: Kemenpar) “Selain mempromosikan destinasi wisata di wilayah itu, FPPK juga untuk menilik jejak sejarah Bung Karno dan memperkuat citra kota Ende sebagai kota lahirnya Pancasila,” katanya. Ricky ju...

Kopi Impor dari Malaysia Disita BPOM

(Sumber: bukalapak.com) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyita 190.000 sachet atau 4 truk produk kopi merek Pak Belalang , karena diduga tanggal kadaluarsanya diubah. Dalam keterangan resmi Penny K. Lukito, selaku Ketua Badan POM, bersama Korwas Penyelidik Pegawai Negri Sipil (PPNS) Polda Metro Jaya, melakukan penindakan terhadap sarana importir di Jakarta Selatan pada tanggal 16-17 Mei 2019. Ada 3 pelanggaran yang dilakukan oleh kopi sachet yang terdapat wajah Ahmad Dhani ini. Pertama, kopi ini diimpor dari luar ngeri tanpa memiliki Surat Keterangan Impor (SKI) dari BPOM. Kedua, mencantumkan tulisan 'Rajanya Kopi Nusantara'. Padahal, produk kopi ini berasal dari Malaysia. Ketiga, label produk tidak sesuai dengan yang disetujui oleh BPOM, termasuk dengan merubah tanggal kadaluwarsa. "Ada 3 pelanggaran yang dilakukan. Salah satunya tanggal kadaluarsa dirubah, tahun 2018 diganti menjadi tahun 2020," ujar Penny. Kopi merek Pak Belal...

Benarkah Kopi Bisa Sebabkan Penyakit Jantung?

(Sumber: mldspot.com) Minum kopi sudah jadi budaya bagi orang Indonesia. Katanya, ada yang kurang kalau belum ngopi. Namun, mengonsumsi kopi setiap hari juga dikhawatirkan akan berdampak terhadap kesehatan. Beberapa kabar beredar bahwa minum kopi bisa memicu beberapa penyakit, salah satunya penyakit jantung . Benarkah itu? dr. Ario Soeryo Kuncoro, SpJP(K), akan menjelaskannya. "Studi paling baru menyebutkan bahwa kopi tidak terkait dengan penyakit jantung. Jadi artinya, pada mereka yang tidak pernah ada riwayat jantung, sebetulnya aman saja konsumsi kopi setiap hari dalam jumlah sewajarnya," katanya. Mereka yang memiliki penyakit jantung dan mengonsumsi obat-obatan tertentu untuk menjaga irama jantung, dapat berisiko terjadinya gangguan irama jantung jika konsentrasi kafein terlalu banyak. dr. Ario Soeryo Kuncoro, SpJP(K) (Sumber: akurat.co) "Kalau seseorang sehabis minum kopi merasakan jantung lebih berdebar, itu hanya salah satu efek dari ...

Owner Coffee Shop Ini Berikan Tips untuk Penikmat Kopi Pemula

(Sumber: Google) Kalau kamu pecinta kopi, tentu tak asing lagi dengan espresso . Espresso sendiri adalah kopi yang disajikan dengan gelas kecil dengan mengekstraksi biji kopi tanpa tambahan gula. Rasa yang ditawarkan umumnya pahit. Espresso ini banyak dikonsumsi oleh masyarakat Eropa. Mencicipi kopi memang sebaiknya tanpa tambahan gula. Tetapi masih banyak yang salah mengenalkan kopi bagi pemula yang baru mencicipi kopi. Pemula sangat tak disarankan langsung mengkonsumsi espresso . "Kalau mengenalkan ke pemula dengan espresso itu salah. Niscaya besoknya tidak akan suka kopi lagi karena rasanya yang pahit. Walaupun minum kopi yang benar itu tanpa gula, buat pemula sebaiknya jangan," ucap Rio Ricky, owner dari Panglima Kopi. Kedai Panglima Kopi di Duren Sawit, Jakarta Timur (Sumber: Zomato) Menurut Ricky, mengenalkan kopi ke pemula itu ada beberapa step yang harus dilakukan. Salah satunya memberikan pemanis. Pemanis yang bisa dipilih misalnya cream . K...

Masyarakat Indonesia Cocoknya Minum...

(Sumber: akurat.co) Banyak orang menjadikan kopi sebagai minuman yang wajib diminum pada pagi hari, menjelang sore, atau dijadikan sebagai teman nongkrong. Di Indonesia sendiri, kopi memiliki 2 jenis yaitu Arabika dan Robusta. Tapi, ternyata tidak semua jenis kopi cocok untuk masyarakatnya. Menurut Ayi, Store Manager di Warbox mengatakan ternyata orang Indonesia cocoknya dengan kopi Arabika.  "Karena dari kulturnya, lidah orang Indonesia cocoknya dengan Arabika," katanya. Ayi menjelaskan, kalau rasa dari Arabika yang asam ini sangat disukai oleh orang Indonesia. "Arabika itu lebih asam daripada Robusta. Tingkat keasamannya tinggi dan Arabika itu lebih enteng," timpalnya. Selain itu, untuk diracik menjadi varian kopi susu, Arabika lebih mudah dibandingkan dengan Robusta. Nah untuk mencicipi kopi tersebut, bisa datang ke Warbox yang terletak di Jln. Condet Raya,  Kramat Jati,  Jakarta Timur. Kedai ini buka setiap hari Senin sampai M...

Bisakah Menanam Kopi di Jakarta?

Karena kesuburan tanahnya, Indonesia menjadi salah satu  penghasil kopi terbesar di dunia. Selain itu, beberapa daerah mempunyai banyak topografi alam dataran tinggi, yang membuat tanaman kopi lebih subur dan rasanya lebih nikmat. Kopi kebanyakan ditanam di daerah pedesaan dengan dataran tinggi. Tapi apakah kopi juga bisa ditanam di perkotaan seperti Jakarta, dengan dataran yang rendah? Menurut Julnis, Founder Two Man sekaligus seorang roaster , itu bisa. "Saya nanam kopi di rumah dengan pemberian pupuk dan tanah sendiri, itu udah semenjak 3 tahun lalu, dan sampai sekarang belum ada hasilnya. Memang menanam kopi sendiri kan lama, 3 tahun itu biasanya baru tumbuh bunga," ucapnya. Tanaman kopi (Sumber: majalah.ottencoffee.co.id) Di Indonesia, ada 2 jenis kopi yaitu arabica dan robusta yang banyak ditanam petani kopi. Arabica tak bisa ditanam di dataran yang rendah. Tetapi kalau robusta, bisa! "Jika kopi ditanam di tempat yang tinggi, itu ak...

Lebih Enak Kopi dengan Pembuatan Mesin atau Brewing?

Julnis dan Endrik (Sumber: akurat.co) Saat ini, kopi sudah menjadi gaya hidup di Indonesia. Adanya aneka jenis biji kopi yang dihasilkan dari beberapa daerah menjadi alasan utama. Kopi, sampai jadi minuman, ada 2 cara pembuatannya. Ada yang memakai mesin, ada pula yang dibuat manual atau biasa disebut manual brewing . Menurut Julnis,  Founder Two Man sekaligus Roaster, tes rasa yang ditawarkan dari manual brewing lebih bervariasi dari pada memakai mesin. "Kalau manual lebih kompleks cara pembuatannya. Mulai dari biji kopi, terus tingkat kekasaran saat kopi sudah menjadi bubuk, suhu panas dan tingkat kepanasan air bisa membuat banyak rasa," ucapnya. (Sumber: Google) Endrik, Founder Rainbow Coffe dan Trainer, menjelaskan tentang plus minus pembuatan kopi dengan menggunakan mesin. Semula, banyak orang yang berpikiran bahwa memakai mesin selalu stabil. "Memang stabil, tapi taste  yang ditawarkan itu enggak sebanyak seperti manual brewing . ...

Minum Kopi Amankah untuk Kehamilan?

(Sumber: Google) Para calon ibu memilih membatasi konsumsi kafein saat hamil, termasuk dalam hal ini pantang minum kopi.  Tentu saja ini tidak mudah karena hamil bukan urusan yang mudah. Banyak juga ibu hamil yang tidak mampu menampik godaan kopi. Namun ada kabar gembira nih. Pada penelitian dari Nationwide Children's Hospital di Columbus, Ohio, menunjukkan minum kopi saat hamil tidak berdampak pada IQ anak ataupun pada perkembangan perilaku mereka. Para peneliti mengamati kadar paraxanthine (senyawa hasil uraian kopi) di dalam darah milik 2.197 sampel wanita hamil. Sampe dibagi dalam dua kelompok lalu dibandingkan IQ dan perilaku anak-anak para wanita itu. Hasilnya, tidak ditemukan korelasi sama sekali. (Sumber: Google) "Hasil ini setidaknya menjamin bahwa kafein pada jumlah yang tidak berlebihan tidak berdampak signifikan pada perkembangan anak-anak," kata Mark A. Klebanoff, salah seorang anggota penelitian.  Sementara itu, National Heal...

Kopi Bikin Keropos, Benarkah?

Sumber: Google Selain sebagai produsen kopi, ternyata Indonesia juga memiliki jumlah penikmat kopi yang tidak kalah besarnya dengan negara-negara maju. Bisa dilihat menjamurnya kedapi kopi memperlihatnya meningkatnya penikmat kopi. Di tengah booming -nya kopi, ada kabar yang cukup meresahkan. Sejumlah artikel kesehatan menulis, kopi dapat membuat tulang menjadi keropos. Spesialis Bedah Saraf dari Brain and Spine Bunda Neuro Center, Jakarta, dr. Wawan Mulyawan, SpBS(K), SpKP ; menyebut bahwa konsumsi kopi secara berlebihan dapat membuat tulang keropos. "Memang, kopi memiliki banyak khasiat yang bagus untuk kesehatan. Tetapi kalau dikonsumsi berlebihan akan mengakibatkan tulang keropos," ungkapnya. Menurut dr. Wawan , minum kopi ada aturannya. Mengonsumsi kopi setiap hari dengan takaran yang pas akan bermanfaat bagi kesehatan dan tidak mengakibatkan tulang keropos. Minum 3 cangkir kopi expresso setiap hari tidak lebih, bagus untuk kesehatan.  "...

Penuaan Tak Wajar Akibat dari Minum Kopi Berlebih?

Bagi penikmat kopi, biasanya ia mewajibkan agar sehari harus minum kopi. Walaupun cuma secangkir. Baik itu pada pagi, siang dan sore hari. Mereka mewajibkan itu karena minuman kopi memberikan energi. Namun, dilansir dari medicaldaily, Dr. S. Manjula Jegasothy CEO dan pendiri Institute Kulit Miami mengatakan, konsumsi kopi yang berlebihan tidak baik bagi kalian yang ingin tetap terlihat awet muda. Hal ini dikarenakan minum kopi berlebihan bisa menyebabkan mengalami penuaan yang tak wajar. "Hasil minum terlalu banyak kopi dapat menyebabkan kulit keriput sebelum waktunya, dan menjadi lebih lemah dengan waktu yang lebih cepat. Perubahan ini memberi kulit terlihat lebih tua dari pada orang yang tidak mengkonsumsi kafein," katanya belum lama ini. Tetapi definisi "berlebihan" ini sedikit rumit. Pasalnya, sebagian besar penelitian juga menganjurkan minum 3 cangkir kopi per hari yang justru baik untuk kesehatan. Kemudian Jegasothy menyarankan peminum kopi agar m...