Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label terorisme

Ketua BNPT: Radikalisme Itu Persoalan Mindset, Bukan Cara Berpakaian

(Sumber: artikula.id) Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT ), Komjen Pol Suhardi Alius, menegaskan bahwa radikalisme adalah persoalan mindset , bukan sebatas tata cara berpakaian . "Jadi, saya sudah bilang berkali-kali. Pak Mahfud juga sependapat dengan saya. Jangan menstigma tata cara berpakaian dengan radikalisme," katanya. Hal tersebut disampaikannya menanggapi larangan cadar dan celana cingkrang, usai menyampaikan hasil Survei Nasional BNPT 2019 tentang Internalisasi Kearifan Lokal dan Potensi Radikalisme di 32 Provinsi . Suhardi mencontohkan kejadian bom bunuh diri yang dilakukan satu keluarga di Surabaya dengan para pelaku yang selama ini berpenampilan sewajarnya dan seperti masyarakat pada umumnya. Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius (Sumber: akurat.co) "Ini masalah pemikiran. Jadi, enggak bisa kita bilang masalah jidat item, misalnya. Saya jidatnya juga item. Beberapa orang juga, ternyata bagus, nasionalisme...

Setelah Diserang Orang Tak Dikenal, Persoalan Biaya Rumah Sakit Jadi Beban Keluaga

(Sumber: kronologi.id) Seorang pemuda asal Karawang, Jawa Barat yakni Awan Saktianto (21) menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal, Minggu (10/11) di Jalan Kirana, Umbulharjo, Yogyakarta. Kini, ia harus menjalani operasi usai menderita sejumlah luka di beberapa bagian tubuhnya. Pihak keluarga membuka donasi , lantaran kesulitan untuk membayar biaya pengobatan. Adalah Muhammad Latif Rezza, kakak kandung Awan yang berinisiatif membuka donasi untuk membiayai tagihan pengobatan dan perawatan adiknya. Rezza menyampaikan maksudnya itu melalui Twitter. "Harapannya kalau banyak yang membantu, alhamdulillah untuk pengobatan dan pemulihan psikis. Karena kondisinya trauma," kata Rezza. Rezza menjelaskan, adiknya yang kini dirawat di RSUP Dr. Sardjito itu harus menjalani sederet operasi menyusul luka akibat sabetan benda tajam di bagian kepala dan tangan. Dikatakannya, korban memang seperti dibacok berkali-kali. Adik saya jadi korban penganiayaan senjat...

Pelaku Bom Bunuh Diri Kenakan Jaket Ojol Saat Kejadian

(Sumber: republika.co.id) Motif pelaku bom bunuh diri atau suicide bomber di Mapolrestabes Medan adalah berpura-pura akan membuat SKCK dengan mengenakan jaket ojek online (Ojol). Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, membenarkan pelaku bom bunuh diri menggunakan jaket Ojol. Polisi masih mendata jumlah korban yang mengalami luka-luka dan pelaku yang meninggal dunia di tempat kejadian.  "Yang bersangkutan (pelaku) itu berdiri seorang diri dengan menggunakan jaket dan ransel. Kemudian ditegur oleh anggota mau buat SKCK, untuk dibuka jaket dan bawa tas, tidak ada benda apa-apa, hanya buku. Dan dilakukan penggeledahan tidak ditemukan (benda mencurigakan)," kata Dedi. Polisi berjaga pasca bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11) (Sumber: antaranews.com) Berdasarkan informasi kronologis kejadian, pada Rabu, 13 November 2019 sekira pukul 08.20 WIB; pelaku masuk dari pintu depan penjagaan berjalan kaki...

Menag Bahas Pakaian, Ketua DPR VIII: Bukan Berarti yang Pakai Itu Terpapar Radikalisme

Menteri Agama, Fachrul Razi (Sumber: detik.com) Ketua Komisi VIII DPR RI yang membidangi Agama dan Sosial,  Yandri Susanto , angkat bicara mengenai wacana Menteri Agama RI Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi yang akan melarang  cadar dan celana cingkrang  di instansi pemerintah. Yang mana, hal tersebut cenderung memicu kegaduhan. Pasalnya, menurut politisi PAN ini, tidak ada korelasi yang pasti antara pakaian dengan  radikalisme . Bahkan, belum ada penelitian terkait hal itu. Namun sebaliknya, ada orang pakai celana rapi, pakaian milenial, bisa juga melakukan aksi terorisme seperti di New Zealand. "Ya kalau orang hobi pake celana cingkrang kan belum tentu radikal kan. Ada orang celana cutbray sampai ke bawah bisa bikin bom," kata  Yandri . Ia menyarankan, baiknya Menag Fachrul fokus dalam tupoksi Kementerian Agama dan tidak terlalu cepat menyimpulkan suatu simbol-simbol yang ingin dilakukannya. Yandri Susanto (Sumber: tribunnews.com)...

Jangan Terpaku Pada Radikalisme, Masih Banyak Isu Krusial Lainnya

(Sumber: nusantaranews.co) Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Muhammad Nasir Djamil , mengingatkan Presiden Joko Widodo agar tidak menjadikan isu radikalisme sebagai hal yang berlebihan sehingga malah menghilangkan sejumlah isu yang krusial dan harus mendapat perhatian. Menurutnya, isu radikalisme yang hanya ditujukan untuk identitas dan agama tertentu, sangat kontradiktif dengan upaya membangun harmoni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia tidak menampik bahwa perilaku keagamaan yang menyimpang berpotensi terjadikan radikalisme yang menjurus kepada gerakan terorisme. Muhammad Nasir Djamil (Sumber: mercinews.com) " Radikalisme jangan hanya dilihat dari satu aspek saja, melainkan harus ditinjau dari berbagai sudut. Saat muncul radikalisme , justru pemerintah harus bertanya ada apa dengan mengapa perilaku sosial menyimpang itu terjadi,” ujar Nasir . Politisi yang konsentrasi terhadap isu hukum dan HAM itu khawatir, memunculkan isu radikalisme secar...

Berkunjung ke Banten, Wiranto Ditusuk Orang Tak Dikenal

(Sumber: kompas.com) Menko Polhukam, Wiranto , hendak ditusuk oleh seseorang di Pandeglang , Banten pada Kamis (10/10) siang ini.  Wiranto tengah berkunjung ke daerah Pandeglang  dan tiba tiba ada orang yang menyelinap ke barisan keamanan dan ingin menusuk Wiranto . Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas), Brigjen Dedy Prasetyo, membenarkan peristiwa upaya penusukan kepada Wiranto di kampung Cikaliung, Banten. (Sumber: jawapos.com) "Benar sudah diamankan," ujar. Namun demikian, pihak keamanan yang ada di sana langsung berusaha menghadang agar Wiranto tidak tertusuk. Beruntung, pelaku bisa langsung diamankan oleh polisi dan pengawal Wiranto . "Kapolda Banten ada di TKP. Saat ini pelaku sedang diperiksa," tukas dia. Sumber: akurat.co

Kantor DPP Golkar Dibom, Polisi Berjaga di Sekitar Kantor

Suasana kantor DPP Golkar setelah adanya teror bom (Sumber: kompas.com) Kantor DPP Partai Golkar di Jalan Anggrek Neli, Palmerah, Jakarta Barat dilempari 2 bom molotov oleh orang tak dikenal pada Selasa (20/8) malam. Hingga kini belum diketahui siapa pelaku pelemparan bom tersebut. Menurut informasi, pelaku berjumlah 4 orang dan mengendarai 2 sepeda motor. Keempat pelaku awalnya dibukakan pintu gerbang oleh pihak keamanan kantor Golkar . Bukannya masuk, 2 orang yang dibonceng justru membakar bom molotov dan melemparnya ke dalam. "Jadi 1 orang melempar ke dalam. Satunya lagi itu kena pagar dan jatuh, ga sampai ke dalam," menurut saksi seorang pria paruh baya. Kini DPP Golkar masih dijaga ketat oleh aparat TNI dan Polri agar peristiwa itu tidak terulang kembali. Kasus ini tengah ditangani oleh penyidik Polda Metro Jaya untuk memburu pelaku. Belum diketahui motif dari pelemparan bom molotov tersebut. Sumber: akurat.co

Komnas HAM Menolak Perpres Pembentukan Koopsus

(Sumber: alinea.id) Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM ) menolak Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 42 Tahun 2019, tentang pembentukan Komando Operasi Khusus Tentara Nasional Indonesia ( Koopsus TNI ). Tugasnya adalah mengatasi aksi terorisme . Komisioner Pengkajian dan Penelitian, Choirul Anam, menilai pelibatan TNI dalam penanganan tindak pidana terorisme dianggap tidaklah tepat. TNI tidak punya kewenangan untuk melakukan tindak pencegahan, penanganan, serta pemulihan masalah terorisme . Karena menurut Choirul, kewenangan TNI bisa saja sangat meluas. "Yang gak boleh adalah yang mengancam demokrasi. Itu sekali lagi soal pencegahan, pemulihan. Apalagi menggunakan skema teritorial, itu gak boleh pekerjaan militer. Dimana-mana di negara di dunia ini, negara demokratis itu bukan pekerjaan militer," kata Choirul. Croirul juga berpendapat lebih penting psikolog, guru, serta kyai dibandingkan TNI dalam menyelesaikan masalah terorisme . Komisioner ...

Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris di Depok

(Sumber: liputan6.com) Tim Detasemen Khusus 88 ( Densus 88 ) menggeledah sebuah rumah kontrakan terduga teroris berinisial B, di Sasak 2, Gang Musholla Al-Amin Cilodong, Depok. Sejumlah barang bukti disita Densus di lokasi tersebut. Kapolresta Depok, Kombes Didik Sugiarto, membenarkan adanya penggeledahan tersebut. "Dilakukan penggeledahan di kontrakan salah satu terduga teroris di daerah Kalimulya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok," jelas Didik. Di rumah tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berkaitan dengan aktivitas terduga teroris. Barang bukti tersebut dibawa oleh Tim Densus untuk penyelidikan lebih lanjut. (Sumber: kiblat.net) "Saya tidak tahu apa saja barang buktinya, itu yang mengamankan dari Densus ," imbuhnya. Sebelumnya, Densus 88 telah menangkap 29 tersangka terorisme di beberapa tempat. Mabes Polri menyampaikan bahwa terduga teroris itu akan menjadikan momen 22 Mei untuk pengeboman di beberapa tempat. ...

Terduga Teroris di Bekasi Ternyata Atlet Karate

Terduga teroris berinisial YM alias Kausar yang ditangkap Densus 88 Antiteror. Tak disangka, ia merupakan atlet karate berprestasi sebelum bergabung dengan jaringan teroris Jamaah Anshorut Daulah ( JAD ). YM sebagai anak buah EY, pimpinan atau Amir JAD Bekasi. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan bahwa terduga teroris YM yang masih berusia 18 tahun ini merupakan lulusan SMA negeri di Bekasi. Ia telah berprestasi di tingkat nasional. "Dia baru lulus tahun kemaren. Anak ini punya prestasi di bidang olahraga, khususnya karate, yang sudah mencapai tingkat nasional," kata Dedi. Densus 88 menggeledah toko aksesoris HP di Bekasi (Sumber: akurat.co) Bahkan YM pernah menjadi juara di kejuaraan karate nasional di Bali dan Kalimantan Selatan. Hal ini diketahui dari pengakuan orang tua YM. "Ini yang kita sayangkan dan kita sesalkan karena anak-anak muda sekarang ini mudah sekali terpap...

Polisi Sri Lanka Telah Amankan 7 Orang Pasca Ledakan Bom

Polisi yang tampak menjaga gereja pasca ledakan (Sumber: The Independent) Kementerian Keamanan Sri Lanka mengonfirmasi 7 orang ditangkap dan diamankan oleh pihak keamanan Sri Lanka terkait tragedi pengeboman pada Minggu (21/4). Saksi mata menuturkan, 3 polisi Dematagoda memburu para pelaku pengeboman di Dematagoda, Kolombo dan menahan beberapa orang. Dilansir dari The Guardian , polisi telah menahan setidaknya 7 orang pasca peledakan di Dematagoda. Tidak berselang lama, polisi kembali menahan 3 orang, namun polisi belum menanyai ketiganya terkait dengan kasus pengeboman . Meskipun sudah menahan beberapa orang, polisi belum bisa memastikan dalang rentetan pengeboman serta motif pelaku sampai penyelidikan selesai. "Kami tidak bisa mengatakan siapa di balik pengeboman dan alasan mereka sampai penyelidikan selesai", terang juru bicara kepolisian. Suasana di Gereja St Anthony, Kolombo, Sri Lanka pasca ledakan (Sumber: inews.id) Sementara itu juru bic...

Teroris di Karawang Berhasil Ditangkap Satgas Anti Teror

Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (Sumber: akurat.co) Densus 88 Anti teror melakukan penangkapan terhadap terduga teroris berinisial A di Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (3/4) malam.   Penangkapan tersebut dibenarkan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo. Menurutnya, Tim Densus 88 bersama Satgas Anti teror telah melakukan upaya paksa penangkapan terhadap terduga teroris jaringan Jamaah Anshorut Daulah ( JAD ).   "Memang yang paling krusial ini adalah upaya pengejaran terhadap Amirnya atas nama inisial A. Terduga teroris A itu yang mengkoordinir beberapa sleeping cell (sel-sel tidur)," kata Dedi. Lebih lanjut, penangkapan A berdasarkan hasil pengembangan dari terduga teroris WP alias Syahid yang ditangkap di Bandung beberapa waktu yang lalu.    "Hasil keterangan tersangka WP alias Syahid itu mengembang ke beberapa tersangka," ujar Dedi.   ...

Wiranto Warning Masyarakat yang Mengajak Golput dengan Ancaman UU

Wiranto (Sumber: finroll.com) Menko Polhukam, Wiranto, menyatakan bagi orang yang mengajak untuk menjadi golongan putih ( golput ) dalam Pemilu 2019, dapat dikenakan sanksi pidana. Ia akan menggunakan UU Terorisme untuk menjerat pengajak golput .  Menurut Wiranto, mengajak golput merupakan tindakan yang mengancam hak dan kewajiban orang lain. "Yang mengajak golput itu yang namanya mengacau. Itu kan mengancam hak dan kewajiban orang lain," ucap Wiranto. Jika UU Terorisme tidak bisa diterapkan untuk menjerat pengacau pemilu, masih ada UU Informasi Transaksi Elektronik atau UU Kitab Undang-undang Hukum Pidana untuk menjerat pihak yang mengajak golput saat pemilu. Wiranto menegaskan, Indonesia merupakan negara hukum. Sehingga pihak yang tidak berlaku tertib akan disanksi. (Sumber: Google) "Sesuatu yang membuat tidak tertib, sesuatu yang membuat kacau pasti ada sanksi hukumannya,"tegasnya. Dengan demikian, Wiranto menghimbau kepad...

Penembakan Massal yang Telah Terjadi di Belahan Dunia pada Awal Tahun 2019

(Sumber: Google) Hidup di dunia yang aman, tentram, dan damai tentu menjadi dambaan semua orang. Sayangnya, ada saja orang yang merusak kedamaian dunia ini. Meski saat ini terhitung masih di awal tahun, berbagai peristiwa mengenaskan telah mencoreng kedamaian dunia. Salah satunya adalah aksi penembakan massal . Aksi penembakan massal ini terjadi di berbagai benua. Inilah 4 aksi penembakan massal yang terjadi di tahun 2019. Kenya (Sumber: AP News) Tahun 2019 dibuka dengan awal yang kelam di Kenya. Serangan ledakan dan penembakan massal di kompleks Dusit D2, Nairobi terjadi pada tanggal 15 Januari 2019. Kompleks itu terdiri dari hotel, perkantoran, restoran, dan bank.  Lingkungan eksklusif itu juga dikabarkan dihuni oleh banyak ekspatriat asal Amerika, Eropa, dan India. Setidaknya 21 nyawa tewas akibat insiden nahas itu. Kelompok Al-Shabab menjadi dalang aksi terorisme itu. Kelompok militan itu sengaja menyerang Kenya untuk membalasnya itu kar...

PM Selandia Baru kepada Donald Trump: Ramahlah Terhadap Umat Islam

Jacinda Ardern (Sumber: CNN) Dubes RI Selandia Baru , Tantowi Yahya memuji sikap Pendana Menteri (PM) Selandia Baru , Jacinda Ardern , saat menghadapi penembakan di Masjid Al Noor dan Linwood di Christchurch, Selandia Baru. Menurut Tantowi, Jacinda telah menunjukan kepemimpinan kelas dunia yang tidak pernah ditunjukan oleh pemimpinan dunia manapun. "PM Jacinda Ardern yang merupakan pemimpin dunia termuda (38 tahun), dianggap tidak berpengalaman menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin yang berani dan berempati. Dalam waktu yang cepat ia mengumumkan ke dunia penembakan brutal di Christchursch tersebut sebagai Aksi Terorisme . Hal yang tidak dilakukan oleh pemimpin dunia manapun ketika di negerinya terjadi aksi brutal yang memakan korban umat Islam," ungkap Tantowi. Lebih lanjut, politisi Golkar itu menuturkan; sehari setelah penembakan, Jacinda langsung terbang ke Christchurch menemui para korban dan keluarga korban untuk menunjukkan simpati dan perhatiannya s...

Erdogan Sebut Bahwa Pelaku Teror Selandia Baru Telah Targetkan Turki

Recep Tayyip Erdogan (Sumber: Reuters) Presiden Turki , Recep Tayyip Erdogan menunjukkan rekaman video serangan di 2 masjid Selandia Baru yang menewaskan 50 orang saat kampanye pemilu. Erdogan menyatakan tersangka penembakan itu pernah membuat berbagai ancaman terhadap muslim Turki . Ia menjelaskan, tersangka pernah 2 kali mengunjungi Turki dan memperingatkan warga Turki agar tidak memiliki tempat di Eropa. Menurut Erdogan, otoritas Turki sedang menyelidiki kunjungan dan kontaknya di negara tersebut. Presiden Turki menunjukkan video, termasuk manifesto online dan tayangan penembakan yang telah dibuat blur, melalui layar besar pada para pendukungnya dalam kampanye pemilu. “Kita tidak ingin melihat konflik salib dan bulan sabit lagi,” kata Erdogan merujuk konflik antara Kristiani dan Muslim. Pelaku penembakan di mesjid Selandia Baru (Sumber: tribunnews.com) Dia menjelaskan, pelaku penembakan pernah mengatakan dia ingin muslim Turki dipindahkan dari wilaya...

Densus 88 Tangkap Teroris Pelaku Ledakan Parkiran Senayan di Riau

(Sumber: Google) Tim Densus 88 kembali menangkap terduga teroris. Pelaku terorisme berinisial RG alias Abu Riky di wilayah Rokan Hilir, Riau, Kamis (14/3) sekitar pukul 08.25. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, penangkapan dilakukan saat Abu Riky hendak membeli sarapan di Bagan Kota. Setelah Abu Riky ditangkap, Densus 88 menggeledah tempat tinggalnya di Jl Dr Pratomo, Riau. Riky diduga aktif mengunggah hal terkait kejadian teror. Dia juga diduga pernah memberi arahan kepada anggota grup WhatsApp untuk melakukan teror. Riky bahkan sempat mengunggah video ledakan petasan di parkir timur Senayan saat debat capres pada Minggu (17/2) lalu.  Brigjen Dedi Prasetyo (Sumber: media.suara.com) "Mengunggah video TKP ledakan di Parkir Timur Senayan 17 Februari 2019 ke Grup Channel Media Khilafah," kata Dedi Prasetyo. Dedi mengaku pihaknya hingga kini masih mendalami adanya keterkaitan ...

Polri Ungkapkan Sibolga Sudah Kondusif Pasca Peledakan Bom

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen M Iqbal (tengah) (Sumber: akurat.co) Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror masih melakukan sterilisasi dan evakuasi terhadap terduga pelaku peledakan bom di Sibolga, Sumatera Utara. Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol M. Iqbal membenarkan pihaknya masih melaksanakan sterilisasi. Iqbal memastikan situasi Sibolga sudah kondusif. "Saat ini tim sedang laksanakan sterilisasi, olah TKP dan evakuasi terduga pelaku peledakan istri dan anak. Situasi secara umum Sibolga sudah kondusif," katanya. Menurut dia, pihaknya belum bisa masuk ke dalam rumah karena diduga masih ada sisa bom yang tersimpan. Densus 88 tidak ingin mengambil resiko karena bom itu sewaktu-waktu bisa meledak. "Masih menunggu tim labfor dan inafis ke TKP. Karena di sana masih diamankan belum bisa masuk, diduga masih ada sisa bom yang dapat melukai petugas apabila tidak berhati-hati. Sterilisasi masih dilaksanakan," tukas dia. Sumber...

Ledakan Terjadi Beberapa Kali Terjadi di Sibolga

(Sumber: Google) Masyarakat Kota Sibolga, Sumatera Utara dihebohkan dengan ledakan di pemukiman warga di Jalan Cendrawasih, Selasa (12/3). Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo membenarkan jika ledakan yang terjadi di Sibolga, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara berasal dari kediaman terduga teroris . Dedi mengatakan, sekitar pukul 14.23 WIB dilakukan penangkapan terhadap terduga pelaku Tindak Pidana Terorisme atas nama Husain alias Abu Hamzah di Sibolga. Selanjutnya tim Densus 88 Anti Teror akan melakukan pengecekan awal di rumah terduga pelaku teror. "Sekitar pukul 14.50 WIB, bom meledak melukai petugas. Diduga di dalam rumah pelaku, ada istri pelaku dan anak pelaku," ujar Dedi. Lebih lanjut, tim Densus 88 Anti Teror dan Polres setempat dibantu tokoh masyarakat sedang negoisiasi agar istri dan anak pelaku menyerahkan diri. Tak disangka, Rabu (13/3) dini hari sekitar pukul 01:30 WIB, ledakan kembali terjadi. Ledakan d...

Baru 4 Hari Bebas, Noeim Ba'asyir Meninggal Dunia

Noeim Ba'asyir saat bebas dari Lapas Tulungagung (Sumber: akurat.co) Mantan napi, Noeim Ba'asyir yang baru bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Tulungagung pada 19 Februari lalu meninggal dunia pada hari Sabtu (23/2). Keponakan Abu Bakar Ba'asyir itu meninggal karena sakit jantung setelah sempat mendapatkan perawatan di UGD Rumah Sakit Kustati. Adik kandung Noeim , Muh. Fauzi menceritakan kronologi kejadian. Sebelum dilarikan ke rumah sakit, kakaknya bersama istri hendak menghadiri undangan pernikahan. Namun di tengah jalan, Noeim yang berboncengan motor dengan istrinya, mengeluh sakit. "Kakak saya memang punya riwayat asma. Dan begitu mengeluh sakit langsung dibawa istrinya ke rumah sakit. Biasanya setelah dinebu (nebulizer,red) langsung membaik, tapi kemarin pas di UGD saat akan dipasang nebu sudah tidak sadar, sempat dipacu jantungnya tapi tidak ada respon," paparnya. Ia menambahkan, saat dinyatakan bebas dari Lapas Tulungagung, kondisi ka...