Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label aksi demo

Papua Kembali Memanas, Kapolda: Itu Akibat Hoaks

(Sumber: akurat.co) Kapolda Papua, Irjen Pol Rudolf A Rodja menyebut bahwa aksi demonstrasi di Wamena , Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada Senin (23/9) pagi dipicu dari adanya isu hoaks yang tersebar di masyarakat.  " Wamena pada minggu lalu ada isu. Ada seorang guru mengeluarkan kata-kata rasis, sehingga sebagai bentuk solidaritas, mereka melakukan aksi demonstrasi atau unjuk rasa," kata Kapolda.  Namun ia mengatakan aksi demonstrasi tersebut sudah dilokalisir oleh personel Brimob BKO Nusantara yang diperbantukan di Wamena , Kabupaten Jayawijaya. "Unjuk rasa itu sudah dilokasir oleh Brimob. Kemudian Bupati Jayawijaya juga sudah mendekati mereka (pendemo) supaya tidak lagi lakukan tindakan anarkis," katanya. Aksi demo di Wamena (Sumber: tempo.co) Ia menegaskan, soal perkataan rasis itu merupakan isu yang tidak benar, karena aparat Kepolisian telah mengecek keabsahan informasi tersebut. "Karena itu hanya isu, guru tersebut su...

Tuntut Pemerintah, Massa Penuhi Pertigaan Colombo

(Sumber: akurat.co) Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Yogyakarta tumpah ruah di Pertigaan Colombo , Sleman, DIY, Senin (23/9) siang. Mereka berkumpul menyerukan tuntutannya kepada pemerintah, khususnya Presiden Joko Widodo lewat aksi bertajuk # GejayanMemanggil . Massa yang sebagian besar mengenakan jaket almamater kampus, mulai membanjiri lokasi sekitar pukul 12.30 siang. Beberapa dari mereka membawa spanduk atau poster terkait isi protes, semacam pembatalan UU KPK, RUU Pertanahan, RUU PKS, dan RUU KUHP. Beberapa dari spanduk atau poster itu berbunyi, ' Pak Opo Salah Rakyatmu Iki. Koe Nganti Mblenjani Janji ', ' Bebaskan Aktivis Papua ', ' Pemerintah Mengkebiri Rakyat ', maupun ' Kembalikan Demokrasi Bukan Orde Baru '. (Sumber: akurat.co) Di saat bersamaan, beberapa orator terus menyuarakan aspirasinya. Termasuk mengajak para massa menyanyikan sejumlah lagu kebangsaan, seperti Indonesia Pusaka dan Tanah Airku. Ma...

Ketua BEM UI: Kamu Nyatakan Mosi Tidak Percaya

Mahasiswa demo di depan gedung DPR (Sumber: akurat.co) Sepuluh mahasiswa berhasil melewati gerbang gedung DPR , Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin malam (23/9). Mereka menolak pengesahan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP). Selain itu, mereka juga memprotes RUU Pertanahan, revisi UU KPK, dan RUU Permasyarakatan. Sementara itu, rekan-rekan mereka yang masih di luar gerbang, terlihat melemparkan berbagai benda ke dalam kawasan gedung DPR . Mahasiswa yang berada di luar gedung berteriak-teriak agar pintu gerbang dibuka. Sebelum 10 mahasiswa berhasil melompati gerbang, anggota polisi mengimbau mereka untuk turun. "Tidak usah manjat pagar, silakan turun. Silakan sampaikan aspirasinya, tidak usah emosi. Kami kawal, kami amankan," ujar salah satu polisi yang berorasi.  (Sumber: Instagram @marganamahendra) Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UI, Manik Marganamahendra, mengatakan mahasiswa menyatakan mosi tidak percaya kepada DPR. ...

British Airlines Batalkan Hampir 100% Penerbangan

(Sumber: cnn.com) Salah satu maskapai penerbangan terbesar di Inggris, British Airways ( BA ), dilaporkan telah membatalkan hampir 100% jadwal penerbangan untuk hari Senin (9/9) dan Selasa (10/9). Ini terjadi lantaran aksi mogok massal lanjutan yang digelar oleh British Airline Pilots Association atau Asosiasi Pilot Maskapai Penerbangan Inggris (BALPA). Dalam tuntutannya, BALPA pun meminta negosiasi ulang terkait dengan kenaikan gaji para pilot. Dilansir dari The Guardian , aksi mogok ini diketahui dimulai oleh para pilot BA pada Minggu (8/9) malam. Aksi mogok massal ini berdampak pada dibatalkannya ratusan penerbangan serta gangguan perjalanan ribuan penumpang. BALPA menuturkan bahwa mereka akan mengadakan " walk out " selama 48 jam sebagai reaksi dari ketidaktuntasan negosiasi pembayaran antara pihak BA dan para pilotnya.  Anggota BALPA juga memberikan penjelasan bahwa jika dalam tuntutannya, pihak BA dan BALPA tidak kunjung menemukan kesepakata...

SSP Minta Bubarkan LSM-NGO yang Memperkeruh Situasi Soal Papua

(Sumber: redaksikota.com) Ratusan massa yang tergabung dalam Solidaritas Peduli Papua ( SPP ) mengepung Kantor LBH  (Lembaga Bantuan Hukum) Jakarta pada hari Rabu (4/9). Mereka mendesak organisasi atau pihak-pihak jaringan asing di dalam negeri, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) NGO ( Non Govenrnment Organization ) yang bekerja untuk asing dan mendukung gerakan makar Papua ,   segera dibubarkan. "Jika LBH Jakarta ikut memperkeruh situasi dan lebih memihak kepada asing, maka sudah sepantasnya dievaluasi. Jika terbukti benar, merah putihnya dipertanyakan. Sudah sepantasnya dibubarkan," tegas Koordinator aksi SPP , Abraham. Abraham meminta agar pihak-pihak yang menjadi kaki tangan asing dan memiliki tujuan terselubung memperkeruh situasi dalam negeri khususnya bumi Papua sudah sepantasnya angkat kaki dari Indonesia. Massa menggelar demo di depan Kantor LBH (Sumber: akurat.co) "Tindak tegas provokator yang memperkeruh suasana, menjadikan Papua se...

Setelah Kerusuhan di Timika, Keadaan Dipastikan Sudah Kondusif

Warga melakukan aksi dengan pengawalan prajurut TNI di Bundaran Timika Indah, Papua, Rabu (21/8) (Sumber: antaranews.com) Situasi keamanan di Timika, Papua Barat dan Jayapura, Papua; dipastikan sudah kondusif dan normal setelah aksi demonstrasi yang menyuarakan aspirasi anti-rasisme  menyusul insiden yang menimpa mahasiswa Papua di Malang, Provinsi Jawa Timur, 16 Agustus 2019. "Di daerah Mimika dan Jayapura situasi kondusif normal. Aktivitas berjalan sebagaimana biasanya," kata Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Cpl Eko Daryanto.  Eko mengatakan, untuk mengantisipasi adanya aksi lanjutan; TNI dan Polri selalu berkoordinasi. Bahkan intelijen dikerahkan untuk mengantisipasi peristiwa kerusuhan. "Sudah kita antisipasi dengan koordinasi lapangan antara polisi dan Kodim setempat," kata Eko. Aksi massa di Timika, Kabupaten Mimika, pada Rabu (21/8) awalnya mengusung misi damai. Namun kemudian aksi berlangsung rusuh dan massa melempari gedung DPRD Mim...

Polisi Dalami Pelaku Penembakan Aksi 22 Mei dengan Bukti dan Keterangan Saksi

(Sumber: suara.com) Polri sedang mendalami senjata api jenis Glock 42 yang digunakan pelaku penembakan kerusuhan aksi 21-22 Mei di Jakarta. Penyidik kepolisian juga mendalami ciri-ciri badan pelaku dengan menganalisa wajah yang ada di foto dan video.   Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan pelaku melakukan penembakan dengan menggunakan tangan kiri yang menewaskan beberapa orang dari 9 yang meninggal dunia saat kerusuhan.                  "Dari hasil laboratorium forensik, pelaku menggunakan senjata jenis Glock 42 dengan ciri-ciri tinggi badan 175 cm, kurus. Dan (melakukan penembakan) dengan menggunakan tangan kidal. Itu yang sedang didalami baik analisa seluruh CCTV, foto, video, dan identifikasi rekam wajah," kata Dedi. Berdasarkan rekaman CCTV sekitar lokasi fly over Slipi Jakarta Barat, Senjata api jenis Glock 42 berwarna hitam yang dibawa pelaku i...

Massa Aksi di Depan Gedung MK Bacakan Petisi Sebelum Membubarkan Diri

Massa Halal Bihalal dan Tahlil Akbar 266 mengakhiri aksi mengawal sidang PHPU (Sumber: akurat.co) Masa yang menggelar unjuk rasa sekaligus dibarengi kegiatan Halal Bihalal di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta Pusat, pada Rabu (26/6) membacakan petisi sebelum membubarkan diri. "Melihat dan memperhatikan serta mencermati aneka kezaliman yang terjadi selama ini khususnya dalam rentan waktu tahun 2014-2019. Antara lain kriminalisasi dan makarisasi para habaib dan ulama serta aktivis juga pembubaran dan terorisasi ormas Islam," kata Sobri Lubis. Tak hanya itu, Sobri juga menyebut bahwa selama ini pemerintah seolah menutup mata terhadap masalah-masalah yang menyinggung agama tertentu. Bahkan klaim mereka, pemerintah seolah memberikan kebebasan kepada para pelanggar hukum tersebut. Sobri Lubis (Sumber: melekpolitik.com) "Pembiaran terhadap penodaan agama bahkan perlindungan dan pembelaan terhadap penoda agama," teriaknya lagi. Lan...

Polri Larang Masyarakat Turun ke Jalan Saat Sidang PHPU

Aksi massa gabungan yang terdiri dari Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat melakukan doa bersama saat unjuk rasa di depan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (14/6). Aksi tersebut untuk mengawal sidang gugatan sengketa pemilihan presiden yang berlangsung di Gedung MK (Sumber: akurat.co) Polda Metro Jaya melarang rencana PA 212 dan GNPF yang akan mengadakan aksi massa kawal sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di sekitar gedung Mahkamah Konstitusi (MK) pada 28 Juni nanti. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, mengatakan aksi yang dilakukan di jalan protokol dilarang oleh undang-undang. Untuk diketahui, Gedung MK berada di Jalan Medan Merdeka Barat, yang merupakan jalan protokol dan tak jauh dari Istana Merdeka. "Bahwa aksi di jalan protokol depan MK oleh pihak manapun dilarang karena melanggar UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum Pasal 6, yang bisa mengganggu ketertiban umum dan hak orang lain," kata Argo. Me...

Diperiksa 10 Jam, Kivlan Zen Dicecar 23 Pertanyaan

Kivlan Zen (Sumber: poskotanews.com) Penyidik Polda Metro Jaya memeriksa Mayjen (Purn) Kivlan Zen pada Senin (17/6) hingga malam hari. Kivlan diperiksa sejak pukul 11.00 hingga kurang lebih selama 10 jam. Kuasa hukum Kivlan , Muhammad Yuntri, mengaku kliennya diberikan pertanyaan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sebanyak 23 pertanyaan.  "Tadi itu hanya konfirmasi tentang aliran dana. Ada 23 lebih kurang pertanyaan," ujarnya. Pertanyaan yang diberikan oleh penyidik, kata dia terkait dengan aliran dana yang diterima oleh kliennya sebesar 4.000 SGD. Kepada penyidik juga Kivlan membantah kalau uang sebanyak itu untuk dibelikan senjata api. "Jadi, sudah kita bantah semua. Tidak ada keterlibatan aliran dana yang mengarah kepada pembunuhan, pengadaan senjata. Tidak ada," tegas Yuntri.  Sebelumnya diketahui, penyidik Polda Metro Jaya memeriksa Kivlan Zen terkait dengan aliran dana 4.000 SGD. Dana itu awalnya didug...

Masyarakat Hongkong Minta Carrie Lim Mundur Dari Jabatan

(Sumber: Channel News Asia) Pemimpin Eksekutif Hongkong , Carrie Lam, meminta maaf pada Minggu (16/6) menyusul terjadinya demonstrasi besar-besaran yang disebut-sebut melibatkan kurang lebih 2 jutaan warga. Para pengunjuk rasa bersikeras mendesaknya mundur akibat pengajuan RUU yang memungkinkan tersangka diekstradisi ke China daratan untuk diadili. Dilansir dari Channel News Asia , seorang juru bicara pemerintah mengatakan kinerja pemerintah yang buruk atas RUU itu menyebabkan kontroversi dan perselisihan substansial di masyarakat sehingga timbul kekecewaan dan kesedihan. Lam pun meminta maaf kepada rakyat Hongkong dan berjanji bersikap setulus dan serendah hati mungkin untuk menerima kritik dan memperbaiki pelayanannya untuk masyarakat. Pada Minggu (16/6), para pengunjuk rasa kembali membentuk 'lautan hitam' di sepanjang jalan untuk melampiaskan protes mereka pada RUU dan penanganan pemerintah pada aksi demonstrasi yang berujung bentrokan. Bahkan, jumlah pen...

Transjakarta Rugi Hingga Rp 8 Miliar Pasca Aksi 22 Mei

(Sumber: medcom.id) Direktur Utama PT Transjakarta, Agung Wicaksono, menyebutkan pasca kerusuhan yang terjadi pada tanggal 21 hingga 22 Mei, Transjakarta alami kemerosotan penumpang dan kerugian. Biasanya, penumpang per harinya bisa mencapai 800 ribu orang, turun menjadi 500 ribu orang per harinya. Hingga tanggal 27 Mei lalu, Transjakarta mengalamai kerugian mencapai Rp 8 miliar terhitung dari tanggal 21 Mei. Belum lagi halte yang rusak akibat demo tersebut, kerugiannya mencapai Rp 3,2 juta. Sebagai informasi, aksi pada 21-22 Mei 2019 lalu bertempat di gedung KPU dan Bawaslu, berakhir ricuh. Sekitar 7 orang meninggal dan 200-an orang mengalami luka-luka. Titik awal kerusuhan ini disebutkan terjadi pada hari Selasa, 21 Mei 2019 dini hari. Akibat kerusuhan tersebut, tak sedikit fasilitas negara hancur seperti halnya halte Transjakarta. Bahkan fasilitas pihak kepolisian tak luput dari kerusuhan tersebut. Sumber: akurat.co

Din Syamsuddin: Peristiwa 21-23 Mei Lalu Sungguh Memprihatinkan

(Sumber: suaramuhammadiyah.id) Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin , mengingatkan agar semua pihak menghindari Indonesia menjadi negara kekerasan menyusul kericuhan yang terjadi pada 21 hingga 23 Mei lalu. "Peristiwa 21 sampai dengan 23 Mei sebagai reaksi terhadap penetapan hasil pemilu oleh KPU, dinilai sebagian rakyat tidak jujur. Peristiwa kekerasan itu sungguh memprihatinkan," ujar Din. Belasan nyawa, termasuk usia remaja, hilang sia-sia. Ada pula yang belum diketahui nasibnya. "Hal ini, tidak bisa tidak, adalah buah dari kekerasan yang mengenaskan yang terjadi pada Bulan Suci Ramadhan. Seyogyanya semua pihak, baik rakyat maupun aparat, dapat melakukan imsak atau pengendalian diri sebagai esensi ibadah Ramadhan," katanya. Namun, katanya, nasi telah menjadi bubur. Kekerasan telah mencederai kesucian Ramadhan. (Sumber: okezone.com) "Lebih parah lagi jika kekerasan fisik yang telah menimbulkan korban itu masih ber...

LPSK Siap Bantu Masyarakat yang Merasa Dirugikan oleh Aksi 22 Mei

(Sumber: icpns.org) Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban ( LPSK ), Livia Istania DF Iskandar, mengaku belum ada pembahasan terkait perlindungan korban aksi 22 Mei . "Saya nggak tahu ya, belum ada permohonan perlindungan. Yang saya tahu, karena kami setiap Senin rapat paripurna, jadi belum rapat. Biasanya dibahas dalam rapat paripurna," kata Livia. LPSK , bukan hanya menunggu korban mengajukan permohonan perlindungan fisik ataupun perlindungan psikis. Namun, LPSK juga pro aktif dalam menangani masalah yang viral di kalangan masyarakat. Demonstran terlibat kericuhan dengan aparat saat menggelar Aksi 22 Mei di depan gedung Bawaslu, Jakarta (Sumber: tempo.co) LPSK mendatangi mereka yang terkena kasus untuk melihat sejauh mana mereka butuh perlindungan dan dalam bentuk seperti apa. Baik itu perlindungan fisik atau perlindungan hak prosedural yang terdiri atas bantuan hukum, psikologis, dan medis "Kalau kita lebih ke perlindungan saksi...

Polda Tanggapi Aksi Demo: Ini Adalah Perusuh, Bukan Demonstran

Para demonstran membuat kericuhan saat menggelar Aksi 22 Mei di depan gedung Bawaslu (Sumber: akurat.co) Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, menyebut massa yang terlibat kerusuhan pada 22 Mei malam bukan pendemo. "Beda ini, ini bukan demonstran tapi perusuh. Karena gak ada pendemo seperti yang dilakukan oleh massa tersebut," ujar Argo. Selain itu, Argo berharap aksi anarkis yang terjadi di beberapa titik Kota Jakarta, tidak meluas ke wilayah lainnya. "Mudah-mudahan tidak ya, karena itu artinya akan mengganggu kegiatan masyarakat lainnya secara lebih luas," ucapnya. Selama 2 hari terjadinya aksi unjuk rasa di depan Gedung Bawaslu RI buntutnya selalu terjadi bentrokan hingga kerusuhan antara massa dan aparat keamanan. Aksi tersebut menuntut pengusutan kecurangan Pemilu 2019 . Bukan hanya terjadi di depan Gedung Bawaslu dan tempat sekitarnya, kerusuhan juga terjadi di sekitar Slipi dan Asrama Brimob Petamburan. (Sumbe...

Tanah Abang Ricuh, PT KAI Himbau Penumpang Beralih ke Stasiun yang Lebih Aman

Kondisi Stasiun Tanah Abang(Sumber: detik.com) PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) melarang para penumpang dan calon penumpang kereta rel listrik (KRL) commuter line untuk tidak keluar stasiun. Hal itu dikarenakan akses menuju Jatibaru dan Petamburan terjadi kericuhan. Sejumlah petugas KCJ dan petugas keamanan di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu (22/5), berteriak dan menggunakan pengeras suara memperingatkan para penumpang kereta agar beralih ke stasiun lain yang lebih aman. "Akses yang dibuka hanya di utara stasiun. Tetapi kami peringatkan untuk tetap beralih ke stasiun lain agar menghindari kerusuhan di luar sana," kata petugas stasiun melalui pengeras suara. Kondisi Stasiun Tanah Abang (Sumber: Istimewa) Sejumlah calon penumpang dari kedua akses tersebut, Jatibaru dan Petamburan , berlarian di Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) masuk menuju ke stasiun sambil menutupi mata mereka karena terdampak gas air mata. "Kerusuhan sudah semakin ...

Di Tengah Tugas Mengamankan Demo, Potret 2 Polisi Ini Viral

(Sumber: Instagram) Sebuah foto di tengah ramainya berita demo menjadi viral. Foto tersebut berisi 2 polisi saling membelakangi. Polisi yang satu terlelap dan polisi satunya, tengah melakukan video call  diduga dengan anaknya. Foto ini ramai dibagikan warganet. Diduga kedua polisi tersebut adalah anggota pasukan pengamanan demonstrasi yang dilakukan massa ke kantor Bawaslu dan KPU, Selasa (21/5). Salah satu politisi PSI, Dedek Prayudi, turut membagikan potret yang mengundang emosi ini. Dalam twitnya di akun @Uki23. " Para kiai mengajarkan saya bahwa Jihad adalah berjuang di jalan Allah, termasuk berjuang demi negeri dan keluarga. Sikap bapak polisi yang mengorbankan jam sahur bersama keluarga tercinta demi rasa aman bagi kita semua adalah jihad. " Kepada bapak aparat yang masih bertugas: terima kasih untuk pengabdian kalian. Semoga bisa segera berkumpul dengan keluarga di rumah. Mari kita berdemokrasi dengan lapang dada. (Sumber foto: IG masagungwi...

Sejumlah Massa Menggelar Aksi Demo Di Depan Gedung KPK

(Sumber: akurat.co) Sejumlah massa yang tergabung dalam Barisan Penegak Keadilan (BPK) yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih KPK , Jakarta Selatan, Kamis (9/5). Koordinator aksi, Dhani, meminta Ketua KPK untuk bertindak tegas menindak riak-riak yang ingin menghambat kinerja KPK . Dhani menuding KPK yang kini tidak lagi murni menjadi petugas penegak hukum dalam pemberantasan kejahatan rasuah di Indonesia. Bahkan ada yang menyebut, belakangan KPK sudah bergerak tidak ubahnya sebuah partai politik. "Penyidiknya rasa tim sukses. KPK ini Komisi Pemburu Koruptor atau partai politik sekarang. Kami masih kasih waktu untuk membuktikan kalau KPK itu tidak berpolitik," ungkapnya. Dalam aksinya, massa BPK yang mengenakan masker itu berkomitmen mengawal dan menjaga marwah KPK . Mereka memberikan alasan penggunaan masker tersebut. Masker merupakan simbol pihaknya mencium bau tidak sedap terkait adanya konspirasi internal KPK yang ingin menyingkir...

Para Buruh Sampaikan 5 Maklumat di Hari Buruh Internasional

Ribuan buruh yang menyampaikan 5 maklumat pada penguasa (Sumber: liputan6.com) Ratusan massa dari berbagai serikat buruh berkumpul di kawasan Monas. Mereka akan melakukan long march dari Monas menuju Senayan untuk berkumpul bersama ribuan buruh lainnya. Mereka menggelar peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada 1 Mei. Sambil menunggu buruh yang lain untuk berkumpul di sekitar Monas hingga patung Kuda, para buruh menggelar berbagai orasi dan membacakan tuntutan mereka. Namun ada yang berbeda dan menarik perhatian massa yang datang. Di tengah ratusan buruh ini terlihat 4 orang wanita yang menyampaikan tuntutan dengan cara yang unik. Mereka berdandan mengenakan pakaian tradisional, kebaya lusuh dan kain yang juga sudah lusuh. Mereka juga mengenakan caping atau topi petani sambil membawa bakul yang dianyam dari rotan. Keempat wanita paruh baya ini sedang berperan sebagai petani. Keempat wanita ini merupakan anggota Federasi Serikat Pekerja ...

Jelang Hari Buruh, Jokowi Makan Siang Bersama Para Buruh di Tangerang

(Sumber: tribunnews.com) Hari Buruh ( May Day ) yang berlangsung pada 1 Mei, selalu diwarnai dengan adanya aksi orasi dari ratusan ribu buruh ke jalanan menuntut kesejahteraan. Namun, di Hari Buruh  kali ini ada momen menarik menjadi sorotan mantan Direktur Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Rustam Ibrahim. Adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tengah bergumul dengan para buruh yang bekerja di salah satu industri ritel berlokasi di Tangerang. " Selamat Hari Buruh Internasional 1 Mei 2019. Tokoh-tokoh Buruh boleh saja berorasi dan kaum Buruh berdemo. Tapi @jokowi adalah Presiden pertama yang makan makanan kaum Buruh, bersama kaum Buruh, di lokasi kerja kaum Buruh ," cuit @RustamIbrahim melalui Twitternya. Sebelum menyambut peringatan Hari Buruh , Presiden Jokowi memang tengah bersama dengan para buruh. Ia menyambangi pabrik sepatu PT KMK Global Sports, Cikupa. Menariknya, Jokowi justru ikut merasakan makan sia...