Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label media sosial

Kota Bogor Dapat Penghargaan Pengelolaan Media Sosial Terbaik se-Jabar

(Sumber: Google) Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menjadi juara dalam Jabar Juara Award 2020 kategori Pengelolaan Media Sosial Terbaik. penghargaan diberikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kepada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkot Bogor. "Inilah pemenang lomba pengelolaan sosial media pada Jabar Juara Award 2020 di tingkat kota/kabupaten. Juara 3 Kabupaten Bogor, juara 2 jatuh kepada Kota Bandung, dan juara pertama pengelolaan terbaik jatuh kepada Kota Bogor," ujar Kang Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/9/2020).  Ajang ini merupakan apresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bidang kehumasan yang telah memberikan kinerja terbaiknya sebagai pelayan informasi bagi masyarakat.  Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan bahwa di era pandemi seperti saat ini, keterbukaan informasi, transparansi menjadi hal yang utama. (Sumber: Google) “Ini yang dari awal saya minta untuk dijadikan atensi oleh seluruh dinas terkait, terutama b...

Pemerintah China Tak Suka Jika TikTok Jatuh ke Tangan AS

 (Sumber: duniatempo.co) Sejumlah laporan mengindikasikan bahwa ByteDance tetap berkeinginan agar TikTok tetap beroperasi di Amerika Serikat meskipun mereka harus menjual aplikasi tersebut ke tangan perusahaan asal Amerika Serikat (AS). Namun, rencana penjualan TikTok ke perusahaan Amerika sepertinya tidak akan berjalan mulus karena pemerintah China tidak menyukai hal itu. Melansir Ubergizmo (13/9/2020), pemerintah China lebih memilih aplikasi tersebut dilarang dan ditutup operasinya di AS daripada harus melepasnya. Konon, jika China mengizinkan ByteDance menjual TikTok ke tangan AS, maka negara tersebut akan dinilai lemah dan tidak bisa menyaingi superioritas AS. (Sumber: Al Jazeera) Padahal di sisi lain, AS semena-mena mengembargo segala jenis transaksi perdagangan untuk Huawei yang notabene berasal dari China. Meski begitu, ByteDance masih mengupayakan agar TikTok bisa beroperasi di AS. Agar tidak diambilalih sepenuhnya oleh perusahaan asal AS, ByteDance akan mempertahankan TikT...

Apakah Selfitis Termasuk Gangguan Mental?

(Sumber: outsideonline.com) Mengambil foto narsis telah menjadi kegiatan yang sangat populer sampai saat ini, khususnya di kalangan remaja dan dewasa muda.  Dilansir dari Psychology Today , sudut pandang psikologis, swafoto atau biasa disebut foto selfie adalah tindakan yang berorientasi pada diri sendiri yang memungkinkan pengguna untuk membangun individualitas dan kepentingan diri sendiri. Motivasi untuk  selfie  mungkin berbeda, namun  selfie  secara umum memungkinkan seseorang untuk membuat identitas asli atau identitas yang dirasakan. Selfie   juga dapat memberikan energi positif dari kepercayaan diri yang meningkat. Caranya, dengan mengekspresikan diri untuk menambah identitas atau karakter mereka dan menunjukkan siapa mereka sebenarnya atau siapa yang mereka percayai dan atau ingin menjadi siapa. ”Bagi banyak orang,  selfie  membantu menciptakan identitas mereka agar orang lain melihatnya dan dapat menjadi sumber...

Mari Hidup Sehat dengan 4 Cara Sederhana Ini

(Sumber: detik.com) Hidup sehat harus menjadi bagian penting dari gaya hidupmu. Tidak hanya mendapatkan kesehatan fisik, kesehatan mental juga didapat dari gaya hidup sehat yang baik.  Kesehatan yang baik dapat memberikan kehidupan yang panjang dan terus aktif. Tidak menjalankan gaya hidup sehat berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, stroke, kanker dan berbagai macam penyakit lainnya. Untuk mengurangi risiko kesehatan tersebut, yang perlu kamu lakukan hanyalah meniru kebiasaan kecil namun efektif, yang dimiliki orang-orang sehat di dunia. Inilah beberapa contoh gaya hidup sehat yang mungkin bisa mulai diterapkan dalam kehidupanmu. Tidur tepat waktu (Sumber: glitzmedia.co) Menurut sebuah penelitian, tidur 8 jam pada malam hari meningkatkan umur panjang dan mengurangi risiko kematian dini. Para peneliti menemukan bahwa orang yang tidur kurang dari 7 hingga 8 jam berada pada risiko kematian yang meningkat. Membatasi w...

Pemblokiran Internet Tetap Ada di Masa Pimpinan Menkominfo Baru

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate (Sumber: bisnis.com) Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate , memberi sinyal bahwa kebijakan pembatasan akses internet akan tetap ada pada masa kepemimpinannya. Hal itu dilakukan guna mencegah penyebaran hoaks dan provokasi di media sosial. "Apabila ada tindakan yang merugikan rakyat banyak lainnya, dan secara jelas-jelas melanggar hukum, maka tindakan pertama adalah pemblokiran," ungkapnya. Johnny berpandangan, langkah pembatasan akses perlu dilakukan apabila ada peristiwa yang membahayakan masyarakat akibat sebaran konten negatif di internet. Itu dinilai sebagai upaya untuk melindungi masyarakat. "Menyelamatkan masyarakat dengan cara apa? Dengan sedikit mengambil haknya masyarakat melalui pembatasan yang sifatnya sementara," ungkapnya. (Sumber: republika.co.id) Dia pun mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan platform internet, termasuk media sosial untuk ...

Kominfo: Buzzer Tidak Dilarang, Hanya Kontennya yang Diawasi

(Sumber: Google) Fenomena buzzer  (sebutan untuk seseorang atau sesuatu yang mem posting berita) di media sosial tengah menjadi perbincangan kembali di masyarakat. Keberadaan dan aktifitasnya kerap dianggap negatif karena dinilai bisa menggiring opini publik dengan informasi yang dikirimkan. Kendati demikian, Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo ) justru menghalalkan keberadaan buzzer di internet. Aktifitas yang dilakukan  buzzer   disebut tidak melanggar aturan. " B uzzer  itu boleh, enggak melanggar. Yang melanggar itu kontennya, itu yang kita awasi," ujar Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc selaku Direktur Jenderal Aplikasi Informatika. (Sumber: smartcitymakassar.com) Buzzer biasanya berkeliaran di media sosial seperti Twitter, Facebook, dsb sehingga aktifitas mereka diawasi langsung oleh platform . Jika menggunakan bot , kata Semuel, biasanya platform akan melakukan pemblokiran terhadap para buzzer . " Behavior n...

Media Sosial Jadi Masalah Psikologis Anak Perempuan di Inggris

(Sumber: thenypost) Maraknya penggunaan gadget dan media sosial  mempunyai dampak buruk bagi semua kalangan; baik itu orang tua, remaja atau bahkan anak-anak. Mereka yang sudah kecanduan dengan media sosial , efeknya bisa depresi atau bahkan bisa menjadi gila hingga bunuh diri. Bahkan ada fakta yang menyatakan bahwa adanya hubungan media sosial dengan depresi seseorang. Hal itu diungkap oleh sebuah laporan dari Centre for Longitudinal Studies yang berjudul Heavy Social Media Used linked to Depression in Young Teens . Laporan tersebut menjelaskan, pada 10.904 anak berusia 14 tahun yang lahir antara 2000 hingga 2002 di Inggris, yang berjenis kelamin perempuan rata-rata memiliki skor gejala depresi yang tinggi. Karena sebanyak 43,1% anak perempuan mengatakan, menggunakan media sosial selama 3 jam atau lebih per hari. Jika dibandingkan dengan anak laki-laki hanya meraih skor 21,9%. (Sumber: sott.net) "Penelitian tersebut menyatakan bahwa anak di us...

Lakukan Detoks Medsos Kalau Kamu Sudah Merasa Seperti Ini

(Sumber: medkomtek.com) Dampak buruk media sosial sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental para pengguna. Untuk itu, perlu dilakukan detoks media sosial untuk menghindari efek samping yang tak diinginkan.  Detoks media sosial sudah dilakukan oleh aktris senior, Susan Bachtiar. Ia membeberkan bahwa pernah mengalami kecanduan menonton film di gadget ataupun bioskop.  "Dulu itu pernah sampai begadang sampai jam 1 malam untuk nonton film. Bahkan pernah nonton 4 film di hari yang sama di bioskop," katanya.  Akan tetapi masih sedikit masyarakat yang tak paham untuk memulai detoks media sosial . Lantas kapan waktu yang tepat? (Sumber: amazonaws.com) Adjie Santosoputro, Emotional Healing & Mindfulness Expert Co-Founder Jeda Wellnest , membeberkan waktu yang tempat untuk memulai detoks media sosial .  "Hentikan pemakaian media sosial ketika sudah merasa sensitif, emosi tidak stabil, tidak bahagia dan sulit tidur nyenyak,"...

Polda Riau Usut Kasus Pemuda yang Mengencingi Bendera Merah Putih

(Sumber: kumparan.com) Sebuah video di media sosial memperlihatkan seorang pemuda mengencingi bendera merah putih . Aksi pemuda tersebut diketahui terjadi di halaman warung makan Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau .         Pihak kepolisian sudah mengamankan pelaku yang diduga mengencingi bendera merah putih dan yang memvideokan serta mem posting di media sosial. Polisi mengamankan 4 pemuda asal Kabupaten Inhu, Riau .       Empat pemuda tersebut yakni Bambang Oktri Swesta (21), M Fachrobby Subartha (21), ‎Mayanda Sandi Septia Hadi (19), dan Dino Satria Wiratama (17).        ‎"Saat ini keempat pemuda tersebut masih diinterogasi oleh tim gabungan Polres Inhu‎," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo. Lihat postingan ini di Instagram . woooooiii otak elu dimane tong? ...

Terbongkar, Sindikat Jual Beli Data Kependudukan di Media Sosial

(Sumber: mojok.co) Isu jual beli data kependudukan menjadi viral di jejaring sosial Twitter karena akun bernama @Hendralm membuat thread perihal adanya praktik perdagangan tersebut dalam grup Facebook. South East Asia Freedom of Expression Network ( SAFEnet ) mengatakan hal itu tampaknya dilakukan secara bersindikat. "Kalo lihat bagaimana kumpulkan data, pasti tidak mungkin satu orang kumpulkan berjuta-juta lembar data (Kependudukan). Jadi pasti ada sebuah organisasi," ujar Direktur Eksekutif SAFEnet Damar Juniarto. Saat ini masyarakat dihantui oleh sindikat kejahatan yang memanfaatkan celah kelemahan privasi untuk mengumpulkan data pribadi. Termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK), e-KTP hingga Kartu Keluarga (KK). Direktur Eksekutif SAFEnet, Damar Juniarto; bersama Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, dan Samuel Christian H di Gedung Pusdiklat Kepemimpinan Lembaga Administrasi Negara RI, Jakarta Pusat (Sumber: akurat.co) Damar mengata...

Mari Hentikan Social Beauty Bullying!

(Sumber: Google) Peranan media sosial  tidak selalu berdampak positif untuk kehidupan setiap orang. Berbagai hal negatif kerap muncul dalam beragam akun media sosial yang ada, salah satunya social beauty bullying . Social beauty bullying  menjadi salah satu bentuk intimidasi yang diterima dan dialami perempuan Indonesia terhadap bentuk fisik dan penampilan seseorang dalam bentuk hujatan atau hinaan di media sosial .  Permasalahan ini memberi dampak negatif yang sangat berpengaruh dan berbahaya pada psikilogi seseorang. Hal itu disampaikan oleh Nuran Abdat, M.Psi, Psikolog Klinis dari Brawijaya Healthcare . (Sumber: reachinghighernh.org) "Efek dari perilaku negatif berdampak negatif. Dan  social beauty bullying  berpengaruh pada citra diri si individu yang terkena  social beauty bullying . Mereka jadi berpikir negatif ketika memandang citra dirinya, citra diri wanita-wanita lain, maupun pria lain di luar sana," jelasnya. Me...

Tak Usah Bagikan Kabar Duka di Medsos, Nanti Malah Semakin Stres

(Sumber: satuharapan.com) Kamu mungkin berpikir ketika memposting  kabar duka di media sosial , kamu akan mendapatkan dukungan dari kawan-kawanmu atas masa-masa yang sulit. Tapi faktanya, tidak semua yang diposting di media sosial itu membantu. Terkadang malah banyak postingan yang justru menimbulkan dilema. Sebuah laporan khusus yang disusun WebMD  dari Daily Mail  (15/7), menyatakan jika sebagian orang yang memposting  kabar duka  di  media sosial  justru menjadikan mereka semakin stres dan menderita. Apalagi, banyak orang yang menganggap hal itu bukan ide yang bagus. Kenapa? Karena orang yang merasa sedih akibat ditinggalkan orang terkasih bukan hanya dirasakan selama beberapa bulan, tetapi hal itu bisa dirasakan hingga beberapa tahun lamanya. Dalam sebuah survei terhadap 1.000 orang Amerika Serikat, dua pertiga responden mengungkapkan mereka mengalami duka dan kesedihan mendalam dalam 3 tahun terakhir karena banyak alasan;...

Kominfo: Tidak Ada Jaminan Keamanan Jika Berbelanja di Medsos

(Sumber: digitaldealer.com) Media sosial seringkali digunakan sebagai tempat untuk berjualan online . Namun hal tersebut dinilai kurang aman bagi konsumen karena tidak adanya jaminan keamanan . Ditjen Aptika Kementerian Komunifo, Semuel Abrijani Pangerepan menjelaskan media sosial bukanlah tempat untuk melakukan transaksi jual beli. Pasalnya platform yang digunakan tidak bisa menjamin keamanan ketika melakukan transaksi. "Media sosial bukan tempat untuk berdagang. Bagaimana kita bisa mendapat jaminan dari transaksi itu? Itu bahaya. Sekarang kalo ada kejadian, lapor ke mana?" kata Semuel. Semuel menerangkan, media sosial akan lebih tepat digunakan sebagai layanan komunikasi agar bisa terhubung dengan pengguna lainnya. Kendati banyak yang pelaku usaha yang menjual barangnya melalui media sosial, Semuel menyarankan agar masyarakat untuk lebih memilih marketplace atau e-commerce ketika melakukan aktivitas belanja online . Menurutnya, jika terjadi masal...

WhatsApp Kembangkan Fitur Bagikan Status ke Aplikasi Lain

(Sumber: ft.com) WhatsApp dikabarkan kembali melakukan uji coba untuk fitur terbarunya. Kali ini, WhatsApp akan memungkinkan penggunanya membagikan status WhatsApp ke beberapa platform lainnya. Melansir The Verge  (27/6), status yang diunggah pengguna di aplikasi WhatsApp dapat langsung dibagikan ke jejaring sosial Facebook dan Instagram. Selain itu, status tersebut juga kabarnya dapat dibagikan ke platform Gmail dan Google Photos. Meski dapat langsung menghubungkan status ke platform lain, WhatsApp mengatakan fitur tersebut tidak mewajibkan penggunanya menautkan akun WhatsAppnya ke layanan Facebook. Pengguna memiliki opsi apakah ingin mengintegrasikan WhatsApp-nya dengan akun Facebook mereka atau tidak. Hal tersebut juga berlaku untuk beberapa platform lain. (Sumber: jagoanhosting.com) WhatsApp status merupakan fitur berbagi cerita ( stories ) dalam bentuk gambar, teks dan video yang akan otomatis terhapus setelah 24 jam. Belum ada inf...

Moeldoko Dukung Patroli Siber di Platform WhatsApp

(Sumber: Shutterstock) Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal (Purn) Moeldoko menyetujui patroli siber pada WhatsApp grup. Menurutnya, negara perlu memantau agar tak ada kondisi yang mengganggu situasi nasional . Moeldoko juga menyebutkan jika Menko Polhukam, Panglima TNI, Kapolri, Menkominfo, Mendagri dan Jaksa Agung sudah sepakat memberikan perhatian lebih terhadap media sosial untuk menjaga situasi yang diduga bisa mengacaukan situasi negara .  "Bahkan akan memunculkan situasi yang semakin runyam. Maka negara tidak boleh ragu-ragu untuk mengambil keputusan bahwa salah satu media sosial atau WhatsApp dan seterusnya apapun itu yang nyata-nyata akan mengganggu situasi keamanan nasional , maka harus ada upaya untuk mengurangi tensi itu," ungkapnya. Ketua Staf Kepresidenan, Moeldoko (Sumber: harnas.co) Terkait privasi seseorang, menurutnya, patroli siber lebih diperlukan untuk menjaga keamanan negara. "Hitungannya kan begini, kita memikirka...

Instagram, Medsos Terburun untuk Kesehatan Mental

(Sumber: aolcdn.com) Menurut sebuah laporan oleh Royal Society for Public Health di Inggris, Instagram menjadi saluran media sosial terburuk untuk kesehatan mental . Setelah itu, disusul Snapchat yang berada di urutan kedua. Para peneliti mengevaluasi 1.179 orang yang tinggal di Inggris, antara usia 14 hingga 24 tahun. Mereka ditanya bagaimana Facebook, Instagram , YouTube, Twitter dan Snapchat memberi dampak pada diri mereka. Hasilnya, platform media sosial juga dinilai berdasarkan dampaknya pada kualitas tidur, kecemasan, depresi, takut ketinggalan (FOMO), kesepian, intimidasi, dan masalah citra tubuh. Laporan ini sebagian besar mencerminkan apa yang dirasakan para peserta setelah melalui umpan foto di semua platform dan dilakukan untuk memahami dampaknya terhadap kesehatan mental seseorang. (Sumber: photobox.co.uk) Kenapa Instagram adalah yang terburuk? Dari 5 situs jejaring sosial ini, platform berbagi foto ini ditemukan telah membuat para ...

Jika Melihat Pelanggaran Pemilu, Laporlah Melalui Pemantau Pemilu

(Sumber: jatimpos.id) Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi ( Perludem ), Titi Anggraini, mengimbau masyarakat yang mengetahui adanya pelanggaran pemilu agar melaporkan sesuai mekanisme yang ada, bukannya malah mengunggah di media sosial . "Jadi bagi masyarakat pemilih yang menemukan terjadinya dugaan pelanggaran, lebih baik disalurkan melalui mekanisme yang benar, melapor kepada pengawas pemilu," ujar Titi. Selain pengawas pemilu, masyarakat juga dapat melaporkan pelanggaran melalui pemantau pemilu, misalnya Perludem , Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR) atau Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP). Titi mengakui, media sosial memudahkan siapa pun menyebarkan informasi. Tapi bila tidak disertai rasa tanggung jawab, dapat menimbulkan provokasi. Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini (Sumber: akurat.co) Memviralkan sesuatu tanpa melakukan konfirmasi terlebih dulu dapat menimbulkan benturan di tengah ...

Kominfo: Isu Menutup Medsos Selama Masa Tenang Pemilu itu Hoaks

(Sumber: detik.com) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membantah akan menutup platform media sosial  (medsos) sepanjang masa tenang Pemilu 2019 berlangsung. Ditjen Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengungkapkan, isu bahwa pihaknya akan menutup media sosial selama 3 hari yakni 14 hingga 16 April 2019 adalah hoaks. “Jadi tadi itu yang dibatasi hanya iklan kampanye , dan kalau ada gosip lagi medsos itu ditutup gak tau darimana itu dapat (berita)-nya. Dulu tutup Telegram saja sudah ramai, apalagi medsos," ujar Semuel. Sebelumnya, Kominfo bersama Bawaslu; Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri; Pengurus Tim Pemenangan; serta perwakilan platform yaitu Google, Facebook, Twitter, Line, Bigo Live, Live Me dan Kwai Go; melakukan rapat koordinasi terkait iklan kampanye di media sosial. (Sumber: pantau.com) Kegiatan tersebut menyepakati larangan platform menayangkan iklan kampanye dalam layanannya sepanjang ma...

Penyebaran Hoaks Sangat Tinggi dan Bisa Datang dari Elite Berpendidikan

(Sumber: sebarr.com) Dalam sebuah acara yang berjudul Digital Literacy for Internet Activist , Kominfo menjelaskan bahwa penyebaran hoaks di berbagai saluran sangat tinggi. Hoaks juga mudah diproduksi dalam berbagai bentuk seperti tulisan, gambar maupun video. Direktur Direktorat Informasi Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kominfo, Septiana Tangkary menuturkan hoaks dari segi bentuk seperti tulisan, telah mencapai 62% dan banyak tersebar di berbagai platform . “Untuk tulisan saja sudah 62%, kemudian gambar 37% dan video 0,40% yang memang sudah menyebar ke mana-mana,” ungkap Septiana . Septiana mengungkapkan penyebaran hoaks saat ini dengan memanfaatkan berbagai media termasuk saluran radio dan juga televisi. “Contoh saluran radio saja yang kita fikir ‘ah ga mungkin kan ya’, itu 1,2%. Kemudian untuk alamat email itu 3,1%, media cetak itu 5%, televisi yang setiap hari kita tonton itu 8,7%,” jelasnya. Plt. Direktur Eksekutif ICT Watch, Widuri (Sumber:...