Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label pemanfaatan teknologi

Wacana Jokowi Pangkas Eselon, IBM: AI Bukan Untuk Replacing Manusia

(Sumber: id.techinasia.com) Rencana Presiden Jokowi yang akan mengganti eselon III dan IV di kementerian dengan teknologi kecerdasan buatan ( AI ) pada 2020 mendapat respon banyak pihak. Termasuk dari perusahaan teknologi penyedia layanan cloud , data, dan AI itu sendiri. Salah satunya International Business Machines (IBM) yang pesimis rencana Jokowi akan terwujud. Lead Architect IBM Indonesia, Panji Wasmana, menegaskan bahwa AI tidak bisa menggantikan pekerjaan manusia. "Jadi ketika Pak Jokowi bilang akan memangkas eselon IV dengan AI , ini agak serem. Karena menurut pendapat kami, AI itu bukan untuk replacing , tapi membuat orang bisa mengambil keputusan lebih baik," ujarnya. Panji Wasmana (Sumber: akurat.co) Panji tak menampik bahwa saat ini salah satu teknologi yang mendasar dan paling banyak dibicarakan orang adalah AI . Menurutnya, hampir 43% perusahaan berfikir keras untuk menerapkan AI dalam membuat inovasi baru. "Sebelum kita bi...

Peneliti Kembangkan Headphone Cerdas Bagi Pejalan Kaki

(Sumber: idntimes.com) Para peneliti asal Universitas Columbia dikabarkan telah menciptakan satu set headphone yang berfungsi untuk menciptakan rasa aman bagi pengguna yang mengoperasikannya saat berjalan kaki. Melansir SlashGear , ide yang mendasari peluncuran headphone tersebut karena selama 7 tahun terakhir ini tingkat kecelakaan dan kematian orang di AS meningkat 3 kali lipat akibat penggunaan headphone yang di luar standar. Mereka yang mengenakan headphone  tidak dapat mendengar peringatan seperti klakson mobil, teriakan, atau suara kendaraan yang mendekat. Fenomena tersebut dikenal sebagai ' twalking '. Para peneliti menciptakan sistem headphone cerdas yang dapat memperingatkan pejalan kaki akan bahaya yang akan terjadi. Headphone ini menggunakan mikrofon mini dan pemrosesan sinyal cerdas untuk mendeteksi suara kendaraan yang mendekat. (Sumber: forthepeople.com) Ketika bahaya sudah mendekat, sistem akan mengirimkan peringatan audio ke hea...

Alasan Xiaomi Masih Mempertahankan Fitur Infrared

(Sumber: dignited.com) Pada saat ini, sebagian besar ponsel sudah mulai meninggalkan teknologi infrared untuk menghubungkan perangkat satu dengan yang lainnya. Hal tersebut karena fungsi infrared sudah tergantikan dengan adanya wireless yang bahkan telah dimanfaatkan oleh banyak produk teknologi. Kendati demikian, vendor ponsel Tiongkok, Xiaomi , masih mempertahankan keberadaan fitur infrared dalam perangkatnya. Product PR Manager Xiaomi Indonesia, Andi Renreng, mengungkapkan alasannya. Mereknya tetap mempertahankan infrared adalah adanya permintaan dan kebutuhan yang besar dari para konsumen Xiaomi . "Jadi infrared itu merupakan salah satu fitur paling banyak disukai," ujarnya. Andi Renreng (Sumber: akurat.co) Andi mengklaim, Xiaomi  berupaya mendengarkan apa yang dibutuhkan dan diinginkan pengguna mereka. Hal tersebut menjadi acuan bagi mereknya untuk menghadirkan suatu inovasi produk atau pun fitur yang akan ditawarkan dalam perangkatnya. ...

Asal Posting, Masyarakat Tidak Pikirkan Info Pribadi yang Tersebar

(Sumber: squarespace.com) Melindungi informasi pribadi ketika memanfaatkan layanan digital dinilai penting. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum paham mengenai pentingnya menjaga keamanan data-datanya ketika berselancar di media sosial. Plt. Direktur Eksekutif ICT Watch, Widuri, mengungkapkan temuannya di lapangan. Pihaknya menilai, pemahaman soal menjaga informasi pribadi masih terbilang rendah. Hal tersebut karena masih banyak masyarakat yang sembarang mem- posting identitas, riwayat kehidupan, atau pun dan data-data pribadi lainnya di platform media sosial, tanpa mengetahui dampak negatif dari hal tersebut. (Sumber: droidlime.com) "Contoh kemarin ketika pemerintah meminta masyarakat punya Kartu Identitas Anak (KIA) untuk setiap anak. Itu di Instagram penuh dengan ibu-ibu yang memfoto anaknya dengan memegang kartu identitas anaknya," ujar Widuri. Padahal dalam KIA tersebut tercantum nama dan alamat lengkap anak, termasuk nama orang...

Istrinya Kalap Ketika Ada Event Belanja, Seorang Suami Coba Bunuh Diri

(Sumber: kochiesbusinessbuilders.com.au) Kemajuan teknologi mempermudah segala aspek dalam kehidupan manusia, tak terkecuali dalam hal berbelanja . Banyaknya marketplace dan event-event belanja menjadi godaan bagi mereka yang hobi berbelanja . Kemudahan dan harga murah yang ditawarkan, membuat mereka sulit menahan godaan tersebut. Namun, jangan sampai semangat berbelanja menjadi petaka bagi orang lain. Sebuah kasus terjadi di China . Seorang wanita China bernama Zhan, menghabiskan uang hingga 300.000 Yuan (Rp 601 juta) dalam sehari. Ia berbelanja berbagai barang mewah seperti tas, parfum, dan pakaian. (Sumber: iFeng) Suaminya, Wang, mengetahui perbuatan istrinya tersebut dan stres karena utang yang dihasilkan oleh Zhan. Ia pun hendak bunuh diri dengan cara lompat dari atap sebuah gedung. Beruntung, polisi datang dan berhasil meyakinkan Wang untuk membatalkan niatnya. Rupanya, itu bukan pertama kalinya istrinya pergi berbelanja . Dia selalu menyukai bel...

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Ini Skill yang Kalian Butuhkan

(Sumber: priangan.org) Era Industri 4.0 memberikan tantangan tersendiri bagi yang ingin berkarir di industri teknologi . Mereka dituntut untuk memiliki kemampuan yang mumpuni, kreatif, hingga jaringan yang luas.  Perusahaan teknologi penyedia platform konten operator seluler Forest Interactive , berpendapat bahwa robot tidak akan bisa menggantikan tenaga manusia secara keseluruhan di era revolusi industri 4.0 . Namun, hal tersebut perlu ditunjang dengan kemampuan dari sumber daya manusia yang ada saat ini. Head of Product Development Forest Interactive , Yoseph Wijaya, mengatakan, untuk berkarir di dunia teknologi saat ini, para pekerja setidaknya harus memperhatikan 6 skill agar dapat menyesuaikan dengan laju industri teknologi yang kian cepat. (Sumber: edukasiempatnol.com) Pertama adalah Big Data Analytics , yang mengacu pada strategi untuk menganalisis volume data yang besar.  "Melalui kemampuan ini, seseorang dapat menemukan keunggu...

Rosebay: Indonesia Kurang SDM Ahli untuk Pengelolaan Data

(Sumber: Google) Perusahaan teknologi inkubasi, Rosebay Group , menyoroti masalah penggunaan data di Indonesia. Co-Founder   Rosebay Group , Rohit Kumar, menyatakan pengelolaan data perlu dilakukan oleh sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. "Jika Anda tidak memiliki data berkualitas tinggi, Anda hanya dapat melakukan sangat sedikit dengan itu," ujarnya di sela gelaran DataGovAI di JCC Senayan, Rabu (6/11). Rohit menyatakan, pihaknya percaya masa depan teknologi data untuk membuat prediksi yang lebih cerdas. "Anda memerlukan banyak data untuk memberikan hasil," sebutnya. (Sumber: digination.id) Ia menilai dibanding negara lain, Indonesia sudah memiliki infrastruktur pengelolaan data yang baik. Namun, Rohit menyoroti soal minimnya keahlian SDM di Indonesia dalam mengelola data dan kecerdasan buatan (AI). "Di Indonesia perlu ada lebih banyak insinyur. Jadi kami juga menemukan bahwa itu adalah salah satu kelemahan utama saa...

Jadi yang Terbaik di Bidangnya, Kredivo Dapat 2 Penghargaan Sekaligus

(Sumber: dailysocial.id) Platform kredit digital Indonesia, Kredivo kembali mengukuhkan kredibilitasnya sebagai perusahaan financial technology ( fintech ) terdepan.  Kredivo  memenangkan 2 penghargaan sekaligus dalam 2 ajang yang berbeda. Kedua penghargaan yang berhasil didapatkan Kredivo yaitu The Asian Banker Indonesia Awards 2019 untuk kategori ' Best Frictionless Credit Evaluation Initiative ' dan IDC Digital Transformation Awards 2019 untuk kategori ' Information Visionary '. Pada ajang The Asian Banker Indonesia Awards 2019 , Kredivo dinobatkan sebagai pemenang karena 3 keahlian utamanya. Pertama, proses pengajuan dan persetujuan kredit yang cepat dan bebas hambatan. Kedua, sistem penilaian kredit yang inovatif dan tingkat keakuratannya bersaing dengan bank komersial. Ketiga, infrastruktur big data di balik kecepatan dan keakuratan verifikasi dan persetujuan kredit oleh Kredivo . Co-Founder & CTO Kredivo, Alie Tan, saat mener...

Jala Tech, Startup Pemberdayaan Petani Udang yang Dapat Investasi Asing

(Sumber: Google) Startup asal Indonesia, Jala Tech yang fokus memberdayakan petani udang melalui data teknologi pintar, mendapatkan pendanaan dari asing. Conservation International Ventures and Hatch adalah investor tahap awal yang berfokus pada startup perikanan. Tahun lalu, Jala menerima dana dari program akselerator khusus budidaya yaitu Hatch Blue . Mereka mengklaim memiliki 1.100 pengguna di seluruh Asia. Didirikan pada tahun 2017, startup ini adalah perusahaan perangkat lunak pengelolaan air berbasis internet yang mengembangkan produk perangkat kerasnya sendiri dan digunakan untuk memantau kualitas air di tambak udang. (Sumber: sirv.com) Hal ini memungkinkan petani untuk mengakses data online secara real time untuk meminimalkan risiko kegagalan panen. Jala berencana menggunakan investasi baru untuk menjadi adopter awal di Indonesia dan mendanai proses pengembangan produknya. Perusahaan juga berencana untuk mendiversifikasi penawaran prod...

Penelitian Baru untuk Melacak Tekanan Darah Lewat Smartphone

(Sumber: digitaltrends.com) Sebuah tim peneliti asal Kanada dan Tiongkok tengah mengerjakan cara baru untuk melacak tekanan darah seseorang. Tim yang berbasis dari Universitas Toronto dan Rumah Sakit Afiliasi, Hangzhou Normal University , baru saja mendapatkan konsep yang memungkinkan pengguna smartphone melacak tekanan darah . Kang Lee, seorang psikolog sekaligus penulis makalah Universitas Toronto mengatakan, para peneliti akan menggunakan teknologi canggih. "Kami menggunakan teknologi yang disebut pencitraan optik transdermal ," ujar Kang Lee, dilansir The Next Web (7/8). Para peneliti memiliki ide pengecekan tekanan darah yang dipancarkan kamera smartphone untuk mendeteksi protein saat cahaya tersebut memantul pada kulit. Dengan menggunakan algoritma pembelajaran mesin, tim dinilai dapat menerjemahkan pengukuran tersebut menjadi bacaan tekanan darah dan diklaim akurat hingga 95%. Sumber: akurat.co

Peneliti Kembangkan Alat Berbasis AI untuk Mendeteksi Gambar Palsu

(Sumber: gazettereview.com) Salah satu dampak buruk dari kemajuan teknologi saat ini adalah pembuatan gambar palsu . Dunia maya bahkan dihebohkan dengan kehadiran DeepFakes yang mampu memanipulasi foto maupun video. Namun, para peneliti di Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan International Business Machines (IBM) berhasil mengembangkan alat berbasis kecerdasan buatan ( artificial intelligence / AI ) yang mampu mendeteksi gambar palsu . Dilansir dari Ubergizmo (1/7), alat tersebut dinamakan GANpaint Studio . Dalam proses pembuatan alat ini, para peneliti terkejut menemukan bahwa AI mampu belajar tentang hubungan antar objek. Sebagai contoh, alat ini dapat menunjukkan bahwa sebuah pintu tidak dimaksudkan untuk ditempatkan di langit. (Sumber: Google) Jun-Yan Zhu, salah seorang peneliti yang ikut menulis makalah tentang alat ini mengatakan, pengetahuan yang sederhana tentang hubungan antar objek membuatnya berguna untuk membantu mendeteksi gamb...

BMKG Andalkan Superkomputer untuk Deteksi Tsunami

(Sumber: Google) Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan pihaknya tidak menggunakan buoy untuk memantau tsunami. Mereka menggunakan sensor gempa dan kecerdasan buatan yang diproses menggunakan superkomputer . "Dengan menggunakan sensor gempa dan superkomputer , bisa diketahui lokasi gempa dan kekuatannya dalam 2 menit. Menit berikutnya sudah bisa mengolah potensi tsunami berikut permodelannya," kata Dwikorita. Setelah superkomputer dan kecerdasan buatan mengolah kemungkinan tsunami beserta permodelan, petugas BMKG kemudian melakukan verifikasi. Bila memang terdapat kemungkinan tsunami, maka BMKG akan mengeluarkan peringatan dini. Hal itu tidak bisa dilakukan bila menggunakan buoy atau alat berpelampung yang diletakkan di tengah laut. Buoy baru mendeteksi setelah tsunami melewatinya sehingga tidak bisa memberikan peringatan dini. Buoy (Sumber:Google) Dwikorita mengatakan, tsunami bisa datang sangat cepat. Tsunami di Palu misalnya, pertama kal...

Bukalapak Bantu Tingkatkan Usaha Kecil di Kaltim dan Kaltara

(Sumber: Google) Bukalapak terus berupaya memperluas literasi digital dan mewujudkan komitmen untuk membangun Indonesia melalui pemanfaatan teknologi. Bertempat di Big Mall Samarinda, Bukalapak bersama PT BPD Kaltim Kaltara mengadakan kerjasama untuk memaksimalkan pelayanan publik serta pengembangan usaha kecil . Penandatanganan surat kesepakatan kerjasama dilakukan oleh Fajrin Rasyid, selaku Co-Founder dan Presiden Bukalapak dan Zainuddin Fanani selaku Direktur Utama PT. BPD Kaltim Kaltara. Turut hadir pada acara ini, H. Hadi Mulyadi, Wakil  Gubernur Kalimantan Timur dan H. Syahrie Jaang, Walikota Samarinda beserta Komunitas Bukalapak Samarinda. Beberapa perwujudan kerjasama yang dijalankan antara Bukalapak dan PT BPD Kaltim Kaltara di antaranya optimalisasi pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi seperti, pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor dan Pajak Bumi Bangunan melalui Bukalapak. (Sumber: kumparan.com) Selain itu, fokus kerja sama la...